Mengenal Beragam Cara Mengatasi Malware dengan Efektif

By 01 September, 2022

Siapa bilang cara mengatasi malware yang bersarang di komputer susah? Ikuti saja langkah mudah dan tepat menghilangkan malware dari Cloudmatika di artikel ini.

Jaringan komputer mana pun sejatinya rentan terkena serangan malware. Fakta ini memang meresahkan, terutama jika Anda mengurus sistem jaringan komputer di perusahaan. Namun, Anda tak perlu khawatir karena ada cara mengatasi malware dengan mudah, cepat, dan aman dipraktikkan. Bagaimana caranya? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Bagaimana Cara Mengatasi Malware dengan Tepat?

Sebagian pengguna komputer pasti berpikir bahwa cara menghilangkan malware sangat rumit. Anggapan tersebut tentu salah. Anda tak perlu bersusah-payah memodifikasi pengaturan komputer hanya untuk menghilangkan serangan nan mematikan ini. Ikuti saja cara mudah menghapus malware di bawah ini di komputer Anda.


1. Pastikan Data Telah Dibackup

Data penting dalam perangkat Anda harus di-backup secara rutin supaya tetap aman dari serangan malware. Penyimpanan backup-nya bisa berupa harddisk eksternal, tetapi lebih baik menggunakan cloud computing. Alasannya, cloud computing menyediakan fitur restore sehingga data yang hilang bisa didapatkan kembali.


2. Matikan Sambungan Internet

Berikutnya, Anda perlu memutuskan serangan internet dari komputer. Langkah ini perlu dilakukan lantaran internet dapat menjadi salah satu cara malware masuk ke jaringan komputer. Proses transmisi data pun dapat dihentikan untuk sementara demi menghindari terkirimnya data penting ke pihak lain yang tak bertanggung jawab.


3. Gunakan Safe Mode

‘Safe Mode’ harus dihidupkan saat Anda ingin memperbaiki serangan malware dan kerusakan lainnya dalam perangkat. Anda perlu me-restart komputer sebelum mengaktifkan mode ini. Ketika ada pilihan, klik ‘Safe Mode’ karena Anda menjalankan mode ini tanpa jaringan internet.


4. Hapus Temporary Files

Langkah ini berguna supaya proses scanning dengan antimalware berjalan lebih cepat lantaran kapasitas disk space lebih ringan. Anda tak perlu melakukannya secara manual, cukup manfaatkan saja fitur ‘Disk Cleanup’. Ketik fitur tersebut di bagian search bar, kemudian pilih drive yang ingin dibersihkan.


5. Scan Melalui Software Antimalware

Pastikan software yang digunakan merupakan update terbaru supaya bisa menghapus semua jenis malware. Jalankan scanning di software antimalware dan tunggulah sampai prosesnya selesai. Proses ini berjalan selama 15 menit sampai satu jam, tetapi malware langsung terhapus secara otomatis dari komputer Anda.


6. Hapus Program Asing

Lanjutkan langkah ini dengan menghapus program asing dan mencurigakan di perangkat Anda. Mulailah dengan mengecek di ‘File Explorer’, kemudian klik This PC > Computer > Uninstall or change a program. Lihat satu per satu program tersebut dan segera hapus software yang tidak dikenal dan berpotensi membahayakan perangkat Anda.

Baca Juga: Berbagai Macam Keamanan Jaringan dan Fungsinya Yang Harus Anda Pahami


7. Reset Browser

Malware paling sering datang dari hasil download di browser atau mengeklik link yang mencurigakan. Oleh karena itu, Anda pun perlu melakukan reset browser untuk menghilangkan malware yang bersarang. Lakukan langkah ini sesuai dengan software browser yang Anda gunakan untuk browsing.


Bagaimana Cara Malware Masuk ke Perangkat Anda?

Setelah berhasil menerapkan langkah di atas, Anda perlu mencegah masuknya malware ke dalam perangkat. Ya, malware bisa saja datang kembali sewaktu-waktu meski Anda sudah membasminya. Kenali dahulu beberapa asal datangnya malware ke dalam perangkat sebelum Anda melakukan langkah preventif.


1. Link Download Palsu

Kejadian ini biasanya muncul ketika Anda hendak mengunduh file dari suatu website. Halaman website tersebut memajang terlalu banyak tombol download yang cukup menjebak. Link tersebut mengarah ke halaman lain yang tidak relevan. Malware pun menyusup masuk ke dalam perangkat setelah Anda dibawa ke halaman download yang salah.


2. Pastejacking

Metode ini berupa pengambilalihan kontrol clipboard oleh website berbahaya. Clipboard tersebut dimodifikasi dan dimanfaatkan untuk tujuan yang berbahaya. Ketika Anda menyalin teks atau gambar dari website berbahaya, hasil salinannya masuk ke dalam clipboard. Anda dapat mengetahui bahwa hasil salinan tersebut berbahaya dengan cara memindahkannya ke Notepad.

Baca Juga: Mengenal Jenis Jenis Cyber Crime yang Harus Anda Waspadai


3. Kiriman di Media Sosial

Malware pun datang dari kiriman berupa unggahan, tautan, atau pesan dari media sosial. Isi kiriman tersebut biasanya tidak jelas, bahkan bisa disamarkan dengan konten asusila. Malware mulai memasuki perangkat ketika Anda mengeklik link tersebut.


4. Infeksi Server Penyedia Layanan Jaringan

Terakhir, malware bisa masuk melalui server penyedia layanan seperti DNS, file sharing, database, dan sebagainya. Server tersebut terhubung ke ribuan komputer sehingga memperbesar potensi penyebaran malware. Hacker biasanya memanfaatkan celah pada server untuk menempatkan malware tersebut dan menyebarkannya.

Baca Juga: Berbagai Ancaman Keamanan Jaringan Yang Harus Anda Waspadai


Bagaimana Cara Mencegah Malware Masuk pada Perangkat Anda?

Apakah Anda sudah memahami sumber masuknya malware ke dalam perangkat? Selanjutnya, Anda perlu melakukan langkah preventif supaya serangan ini tidak masuk dengan mudah ke dalam komputer. Ada lima cara pencegahan yang dapat diterapkan dalam komputer Anda, yaitu:


1. Selalu Perbarui Versi OS

Operation Software (OS) dan aplikasi yang sudah usang dapat menjadi tempat bersarangnya malware. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan update secara berkala. Langkah update ini dapat dilakukan ketika Anda sedang mematikan atau me-restart komputer.


2. Hati-hati Saat Mengunduh Aplikasi

Hindari men-download aplikasi tidak resmi atau bajakan dari website tertentu. Walaupun mudah didapatkan, bisa saja aplikasi tersebut sudah disusupi malware oleh pembuatnya. Selain itu, malware bisa pula datang dari halaman website yang dipenuhi oleh tombol download yang bersifat misleading.


3. Hindari Website Berbahaya

Tidak hanya unduhan, Anda pun harus waspada saat browsing dan menerima e-mail. Ketika browser memberi peringatan bahwa website yang hendak dikunjungi tidak aman, jangan coba-coba untuk mengaksesnya. Begitu pula dengan e-mail, Anda harus berhati-hati dan tidak sembarangan membuka e-mail karena bisa jadi telah dimasuki oleh malware oleh pengirimnya.

Baca Juga: Memahami Apa Itu Email Phising serta Jenis, Bahaya, serta Cara Menghindarinya
 

4. Buat Password yang Kuat

Password yang mudah ditebak tentu menjadi sasaran hacker untuk menyusupkan malware. Solusinya, buatlah password dengan kombinasi yang kuat pada jaringan komputer, seperti kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan password berisi identitas pribadi karena lebih mudah dilacak oleh hacker.


5. Pasang Proteksi Berlapis

Proteksi berlapis dapat terdiri dari firewall, software antivirus, VPN, dan sebagainya sesuai kebutuhan Anda. Pilihlah provider layanan keamanan yang berkualitas dan kredibel karena software-nya pasti efektif dalam menangkal masuknya malware. Anda dapat mengandalkan Cyber Protection dari Cloudmatika untuk memasang firewall di komputer.

Cyber Attack Protection telah didukung Acronis Cyber Protect yang telah dipercaya sebagai sistem backup, cyber security, dan disaster recovery terbaik di bidangnya. Biaya berlangganan per bulannya cukup terjangkau dan pastinya cocok dengan budget Anda. Ingin merasakan keunggulannya? Hubungi Cloudmatika untuk mendapatkan free trial dan rasakan proteksi berlapis hanya dengan software firewall kami.

Cara mengatasi malware ternyata tidak sulit, bukan? Selain mengatasinya, lakukan pula langkah preventif dengan menggunakan Cloudmatika Cyber Protection supaya malware tidak lagi menyerang komputer Anda.