Pengertian Malware serta Jenis dan Cara Mengatasinya Dengan Tepat

By 15 July, 2022

Malware merupakan perangkat lunak yang dapat merusak sistem, jaringan, dan server komputer. Maka dari itu penting untuk mengetahui lebih lanjut apa itu malware.

Bagi sebagian orang mungkin masih terasa asing dengan pengertian apa itu malware. Malware bekerja tanpa perlu adanya perizinan dari pemilik komputer. Aktivitas penggunaan komputer dan internet yang tinggi meningkatkan risiko mudahnya malware untuk masuk dalam sistem komputer. 

Untuk menghindari hal tersebut terjadi kepada Anda, simak informasi penting seputar malware dan cara mengatasinya di sini! 

Apa Itu Malware?

Malware merupakan perangkat lunak yang bekerja dengan memasuki komputer tanpa perizinan serta dapat menyebabkan kerusakan pada sistem, server, dan jaringan komputer. Malware merupakan gabungan dari kata malicious yang berarti jahat atau berbahaya dan software yang berarti perangkat lunak. Lebih buruk, malware dapat melakukan pencurian data dan informasi yang tersimpan dalam komputer serta menjadi pintu belakang masuknya hacker.

Malware dapat masuk pada sistem komputer dengan melalui jaringan internet. Umumnya, perangkat lunak ini disisipkan pada unduhan pada situs web ilegal, iklan, email phishing, dan lain lain. Malware tidak diciptakan oleh sembarang orang. Perangkat lunak ini diciptakan oleh para hacker yang memiliki pemahaman tinggi akan perangkat lunak dengan tujuan tertentu. 

Penting untuk diingat, dalam menggunakan internet selalu waspada pada iklan, link, promosi, dan website. Apabila sebuah situs terlihat mencurigakan, hindari mengklik konten yang tersedia di dalamnya, bisa saja malware masuk ke komputer Anda melalui situs tersebut. 


Apa Saja Jenis Malware yang Harus Diwaspadai?

Memahami berbagai macam jenisnya bisa menjadi upaya pencegahan masuknya malware pada jaringan komputer. Berikut ini beberapa jenis malware yang harus Anda perhatikan:


1. Virus

Jenis malware pertama adalah virus. Virus merupakan malware yang muncul melalui unduhan pada situs web, penggunaan USB, dokumen komputer, koneksi jaringan, dan lain sebagainya. Jenis malware ini diciptakan untuk mengganggu proses kerja sistem serta merusak dan menghilangkan data, informasi, atau dokumen pada komputer. 

Virus dapat bekerja ketika pengguna mulai membuka sebuah dokumen yang telah terinfeksi sebelumnya. Selain itu virus juga dapat melakukan replikasi dan menyebar pada sistem komputer tanpa sepengetahuan pengguna.


2. Adware

Adware merupakan jenis malware yang dapat memunculkan iklan pada suatu situs web ketika pengguna melakukan aktivitas tertentu pada situs tersebut. Perangkat lunak ini umumnya berada di bagian belakang iklan yang muncul. Ketika mengklik iklan tersebut, adware dapat masuk ke jaringan komputer. 

Jenis malware ini tidak membahayakan data pada komputer, namun mampu mengirimkan spyware yang digunakan untuk melihat seluruh aktivitas komputer, mengumpulkan data dan informasi pribadi untuk kemudian digunakan oleh hacker. Informasi pribadi berupa kata sandi, informasi kartu kredit, dan lain lain akan bisa dicuri. 


3. Trojan

Trojan merupakan malware yang bekerja dengan melakukan penyamaran sebagai sebuah aplikasi yang tidak berbahaya sehingga meyakinkan pengguna untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut. 

Ketika aplikasi telah diunduh dan mulai digunakan, trojan akan secara cepat menyebar dan melihat seluruh aktivitas komputer. Selain itu, malware ini akan mencuri informasi dan data pribadi Anda.


4. Worm 

Jenis malware selanjutnya yaitu worm. Worm merupakan jenis malware yang memiliki kemampuan untuk menggandakan dirinya, sehingga dapat dengan mudah menyebar pada sistem komputer. Jenis malware ini masuk melalui jaringan internet, aplikasi ilegal, atau dokumen mencurigakan yang dikirimkan melalui email.


5. Botnet

Robot network atau sering disebut dengan botnet merupakan jenis malware berbentuk sekumpulan bot yang menyusup pada seluruh jaringan serta sistem komputer yang dikendalikan oleh hacker. Botnet digunakan sebagai alat untuk mendapatkan jalan masuk dan mengontrol perangkat melalui data yang diperoleh sebelumnya. 


6. Ransomware

Ransomware merupakan jenis malware yang bekerja dengan cara mengunci dan menolak pengguna untuk bisa menggunakan sistem komputer serta mengakses data di dalamnya. Malware ini digunakan oleh para hacker untuk melakukan kejahatan cyber, menuntut sejumlah uang sebagai tebusan untuk membuka kembali sistem.
 

Apa Bahaya Malware Pada Website Anda?

Tak berhenti pada pengetahuan terhadap berbagai jenis malware, bahaya dan dampak yang disebabkan oleh malware juga merupakan informasi penting. Berikut merupakan bahaya malware pada website:


1. Iklan yang Tidak Relevan

Malware dapat menyebabkan munculnya iklan yang tidak relevan pada website. Iklan muncul secara tiba tiba dengan konten yang tidak sesuai dengan website. Pastikan Anda memindai website menggunakan aplikasi anti virus untuk mendeteksi malware. Dengan begitu, malware dapat dihilangkan dari situs web.


2. Perubahan Tampilan Website

Malware dikatakan membahayakan bagi website karena perangkat lunak tersebut dapat melakukan perubahan pada tampilannya tanpa izin dari pemilik. Tidak hanya itu, malware dapat menambahkan konten yang berbeda di dalamnya. Hal ini bertujuan untuk menurunkan eksistensi website, sehingga jumlah pengunjung akan berkurang bahkan hilang.


3. Pencurian data

Dampak paling berbahaya dari adanya malware adalah terjadinya pencurian data. Data pada sebuah situs dikumpulkan oleh malware untuk kemudian dapat digunakan dalam tindak kejahatan. 

Data yang menjadi tujuan utama malware antara lain informasi pribadi, kata sandi, informasi kartu kredit, dan akun yang tersimpan pada website.


4. Tidak Tersedia Pada Situs Pencarian

Dampak dari perubahan tampilan menyebabkan website terancam hilang dari hasil mesin pencarian. Hal ini disebabkan oleh mulai tidak relevannya isi konten pada situs, sehingga menyebabkan mesin pencari menganggap situs tidak relevan untuk muncul pada hasil pencarian. 


Bagaimana Cara Mengatasi Malware Pada Website Anda?

Masuknya malware pada website sangat membahayakan dan menimbulkan banyak kerugian. Meskipun telah dilakukan berbagai cara pencegahan, namun masuknya malware pada website secara tiba tiba tidak dapat dihindarkan. Apabila hal tersebut terjadi, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi malware pada situs web.
 

1. Lakukan Pemindaian

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan yaitu pemindaian pada website guna mengetahui keberadaan malware. Selain itu pemindaian juga dapat membantu mendeteksi dokumen atau data pada situs yang terinfeksi malware. Dengan demikian, dapat dilakukan penghapusan data secara manual pada file tersebut.

Baca Juga: Cek Keamanan Website dengan Alat-Alat Berikut Ini
 

2. Melakukan Pencadangan

Cara selanjutnya yaitu mencadangkan website sebelum terinfeksi malware sebagai tindakan pencegahan. Apabila data telah dicadangkan, website dapat dipulihkan jika terkena serangan malware. 
 

Apa Dampak Dari Serangan Malware Pada Perangkat Anda?

Masuknya malware pada komputer merupakan sebuah ancaman besar. Melalui berbagai cara dan serta jenisnya yang beragam, malware mampu menimbulkan masalah pada perangkat. Berikut merupakan dampak dari serangan malware pada perangkat:


1. Memperlambat Sistem Komputer

Apabila malware berhasil masuk pada sistem perangkat, kinerja perangkat akan melambat. Dibutuhkan waktu lama untuk menyala serta dalam penggunaannya pun seluruh sistem menjadi sulit merespon. Hal ini tentu saja membuat pengguna kesulitan untuk menjalankan aktivitas pada komputer.


2. Kerusakan Data dan Dokumen

Akibat lain dari adanya virus yang menyebar pada perangkat ialah kerusakan pada data serta dokumen. Pada beberapa kasus, kerusakan membuat isi dokumen menjadi berantakan. Namun, malware juga dapat menyebabkan sebuah dokumen tidak dapat dibuka.


3. Kendala Pada Aplikasi di Dalamnya

Malware yang masuk pada sistem komputer seringkali memengaruhi beberapa aplikasi di dalamnya. Aplikasi dalam komputer menjadi sulit untuk dibuka, performa lambat, dan bahkan tidak dapat dibuka sama sekali. Bahkan, malware dapat menghapus aplikasi di komputer.


4. Sistem Tidak Dapat Dibuka

Dampak serius yang harus diperhatikan yaitu hilangnya akses pada komputer. Perangkat dapat dihidupkan, tetapi tidak dapat digunakan dan dijalankan. Ini merupakan salah satu bentuk serangan ransomware.


5. Perubahan Data Menjadi Virus

Malware dapat mengubah sebuah data menjadi virus. Hal ini merupakan salah satu cara penyebaran virus pada perangkat. Tidak hanya pada satu data, apabila virus dibiarkan maka akan menyerang seluruh data pada komputer.
 

Bagaimana Cara Mengatasi Malware Pada Komputer?

Malware merupakan musuh terbesar bagi komputer. Sebagai pengguna, Anda harus siap dengan berbagai cara untuk mencegah masuknya malware. Tetapi apabila malware tetap berhasil masuk, lakukan cara berikut untuk mengatasinya.


1. Gunakan Acronis Cyber Protection

Cara pertama yang dapat Anda coba untuk mengatasi malware yaitu dengan menggunakan penggunaan Acronis Cyber ​​​​Protect. Acronis cyber protection adalah solusi keamanan sistem komputer bertenaga AI yang mengintegrasikan pencadangan, pemulihan, anti-malware, keamanan siber, dan alat manajemen akhir seperti penilaian kerentanan, pemfilteran URL, dan manajemen patch dalam satu layanan.


2. Hapus Program dan Data Sementara

Langkah selanjutnya, cek program yang dijalankan pada komputer serta data-data di dalamnya. Apabila asing, mencurigakan, dan bersifat sementara, hapus program dan data tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari menyebarnya malware pada lebih banyak data dan sistem.


3. Perbarui Sistem

Pembaruan sistem sangat baik dilakukan untuk mengatasi serangan malware. Dalam menggunakan komputer, perlu dilakukan pembaruan sistem secara berkala. Hal ini dikarenakan pembaruan yang tersedia dapat memperbaiki sistem keamanan pada komputer. 


4. Cadangkan Data

Pastikan selalu mencadangkan data untuk mencegah hilangnya data tersebut apabila serangan malware terjadi. Kegiatan ini mampu menyelamatkan data saat perlu dilakukan reset sistem. Saat melakukan reset tentu akan menghilangkan seluruh data dan perangkat kembali seperti awal. Dengan mencadangkan, Anda tidak perlu khawatir akan hilangnya seluruh data pada perangkat.

Setelah mengetahui apa itu malware, Anda dapat lebih bijak memperhatikan situs dan kegiatan saat menggunakan perangkat untuk mencegah masuknya malware. Selain itu, selalu cadangkan data sebagai upaya pencegahan. Apalagi data untuk perusahaan.

Anda dapat menggunakan Cloud Backup dengan Cyber Protection dari Cloudmatika yang didalamnya sudah terdapat fitur backup dan anti cyber attack untuk mencadangkan data penting. Didukung oleh Acronis, yang mampu melindungi Anda dari beragam serangan malware juga melakukan backup dengan hanya menggunakan satu web panel. Hubungi Cloudmatika sekarang untuk menemukan solusi perlindungan data Anda.