Pahami Apa Itu Cloud Computing serta Jenis, dan Fungsinya Bagi Perusahaan

By 22 July, 2022

Secara sederhana, cloud computing adalah metode yang digunakan untuk menyampaikan berbagai macam layanan melalui internet. Mari pelajari apa itu cloud computing di sini!

Masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu cloud computing. Secara sederhana, cloud computing adalah metode yang digunakan untuk menyampaikan berbagai macam layanan melalui internet. Layanan yang dimaksud di sini dapat berupa server, database, perangkat lunak, dan masih banyak lagi.

Pada artikel ini, Cloudmatika akan membahas mengenai apa itu cloud computing, contohnya, cara kerjanya, hingga tipe-tipenya. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
 

Apa Itu Cloud Computing?

Cloud computing, atau komputasi awan, merupakan kombinasi dari penggunaan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis internet ('awan'). Awan yang dimaksud di sini merupakan metafora untuk internet, karena awan sering digambarkan dalam visualisasi jaringan komputer dan internet.

Cloud computing dapat memberikan banyak  kemudahan bagi penggunanya, seperti kemudahan mengakses informasi dan data melalui internet serta kemudahan menjalankan program tanpa harus melakukan pemasangan terlebih dahulu. Cloud computing sendiri dapat bersifat public dan private.

Selain public dan private, ada beberapa perusahaan penyedia cloud yang menawarkan layanan hybrid cloud dan community cloud. Hybrid cloud merupakan gabungan dari public dan private cloud, sementara community cloud merupakan opsi cloud yang dapat digunakan oleh komunitas, organisasi, institusi, dan sebagainya.

Perusahaan yang menyediakan layanan cloud memungkinkan seluruh penggunanya untuk menyimpan berkas di ‘awan’ atau ruang virtual dari server jarak jauh. Selain itu, penggunanya juga dapat mengakses seluruh berkas yang tersimpan kapan pun dan di mana pun selama memiliki akses internet. Pengguna tidak perlu berada di tempat khusus untuk mengakses berkas tersebut.
 

Apa Saja Contoh Cloud Computing?

Ada banyak sekali contoh pemanfaatan cloud computing yang dapat Anda temui. Walaupun merupakan layanan yang relatif baru, cloud computing sudah digunakan oleh berbagai pihak mulai dari pribadi, bisnis kecil, korporasi, bahkan pemerintahan. Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan cloud computing yang paling umum:
  • Surat elektronik (email)
  • Penyimpanan data
  • Analisis data
  • Streaming, baik itu audio maupun video
  • Pembuatan aplikasi
Selain itu, cloud computing juga dapat memberikan penggunanya layanan seperti kecerdasan buatan, pemrosesan bahasa, hingga program-program pekerjaan sederhana. Cloud computing memungkinkan penggunanya untuk tidak perlu berada secara fisik di hadapan perangkat keras untuk mengakses dan menggunakan layanannya.
 

Bagaimana Cara Kerja dari Cloud Computing?

Teknologi cloud computing akan mulai dapat bekerja ketika penggunanya sudah terhubung ke jaringan internet, baik itu untuk mengakses data maupun menggunakan program. Setelah terhubung ke internet, penggunanya hanya perlu login ke dalam sistem komputasi saja.

Seluruh pengguna cloud computing yang berhasil masuk ke dalam sistem komputasi dapat memberikan berbagai macam perintah ke server dari aplikasi tersebut. Setelah perintah diterima oleh server, pengguna dapat mengakses data yang diinginkan, mengubah data, hingga memperbarui data sesuai dengan perintah yang diberikan.

Baca Juga: Macam Jenis Server Serta Fungsinya
 

Mengapa Kita Harus Menggunakan Cloud Computing?

Penggunaan teknologi cloud computing dapat mempermudah pekerjaan dan memberikan banyak keuntungan bagi bisnis. Berikut ini, Anda dapat memahami beberapa alasan mengapa harus menggunakan cloud computing.
 

1. Efisien

Salah satu keuntungan terbesar dari penggunaan cloud computing adalah kemampuannya untuk meningkatkan dan menurunkan spesifikasi kebutuhan sesuai dengan tuntutan real time. Jika pengguna membutuhkan lebih banyak ruang CPU, hard drive, maupun RAM, kebutuhan tersebut dapat disediakan dengan cepat.

Pengguna tidak perlu melakukan peningkatan secara manual, cukup meminta penyedia layanan cloud yang digunakan untuk melakukan peningkatan yang dibutuhkan tersebut. Selain itu, pengguna juga bisa meminta pihak penyedia layanan cloud untuk menurunkan yang sebelumnya sudah ditingkatkan ke spesifikasi aslinya.
 

2. Fleksibel

Ketika data yang dimiliki oleh pengguna terlalu besar, layanan cloud dapat secara otomatis melakukan peningkatan kapasitas hanya dalam hitungan menit saja melalui fitur self provisioning. Dengan begitu, pengguna tidak perlu melakukan peningkatan kapasitas secara manual seperti menambah jumlah komputer.

Selain itu, cloud computing juga dapat dengan mudah diakses kapan saja dan di mana saja selama memiliki akses internet. Semua berkas yang ada tersimpan di dalam ruang virtual yang ada di internet dengan keamanan yang terjamin.
 

3. Hemat

Alasan terbesar mengapa Anda harus mulai menggunakan cloud computing adalah karena biayanya yang lebih hemat. Untuk melakukan penyimpanan data, cloud computing tidak memerlukan biaya untuk perangkat keras. Selain itu, cloud computing juga dapat mengurangi biaya perawatan dan penggunaan listrik.
 

Apa Saja Tipe Layanan Cloud Berdasarkan Jaringan?

Berdasarkan jaringannya, layanan cloud dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu:
 

1. Public Cloud

Public cloud merupakan layanan cloud yang bersifat publik dan memiliki jaringan infrastruktur yang tersebar di seluruh dunia. Artinya, layanan cloud yang satu ini dapat dimanfaatkan oleh semua orang yang ada di dunia, selama mereka memiliki akses internet.

Layanan public cloud dapat digunakan secara gratis sepuasnya, tetapi ada juga beberapa perusahaan yang menawarkan fitur tambahan yang bisa dinikmati jika pengguna tertarik membelinya atau melakukan langganan. Contoh dari layanan public cloud seperti Gmail, Google Drive, YouTube, Instagram, WhatsApp, dan masih banyak lagi.
 

2. Private Cloud

Private cloud merupakan layanan cloud yang bersifat pribadi. Artinya, hanya administrator dan pengguna yang diberikan akses yang bisa mengakses layanan cloud yang satu ini. Private cloud sendiri dapat digunakan untuk keperluan pribadi maupun keperluan bisnis dan pemerintahan.

Baca Juga: Mengapa Menggunakan Private Cloud Dengan Data Center Di Indonesia

Berbeda dengan public cloud yang dapat diakses secara gratis sepuasnya, layanan private cloud tidak bisa didapatkan secara gratis, Anda harus membeli layanan ini kepada perusahaan penyedia layanan cloud. Walaupun begitu, private cloud memiliki keamanan yang lebih tinggi, kemampuan kustomisasi, dan integritasnya yang hybrid.
 

3. Hybrid Cloud

Secara sederhana, hybrid cloud merupakan gabungan atau kombinasi antara public cloud dan private cloud. Secara teori, ada berbagai macam jenis kombinasi yang dapat dilakukan antara kedua layanan cloud tersebut. Namun pada praktiknya, private cloud biasanya berfungsi sebagai infrastruktur utama dan public cloud sebagai cadangan.

Hybrid cloud ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan teknologi informasi sehari-hari seperti penyimpanan. Pasalnya, cara kerja layanan cloud yang satu ini sama saja dengan layanan cloud pada umumnya.
 

4. Community Cloud

Community cloud merupakan layanan cloud yang dikhususkan untuk kebutuhan komunitas, organisasi, maupun institusi. Layanan cloud ini umumnya dikelola oleh pihak internal untuk berbagai macam kebutuhan. Walaupun begitu, pengguna juga bisa menggunakan pihak ketiga untuk mengelolanya.
 

Apa Saja Model Pelayanan pada Public Cloud?

Model pelayanan pada public cloud dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Software-as-a-Service (SaaS)
  • Platform-as-a-Service (PaaS)
  • Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai masing-masing model pelayanan.
 

1. Software-as-a-Service (SaaS)

Software-as-a-Service (SaaS) adalah model pelayanan yang memberikan lisensi aplikasi perangkat lunak kepada penggunanya melalui metode langganan atau subscription. Setelah mendapatkan lisensi, pengguna sudah dapat menggunakan seluruh fitur yang tersedia. Contoh dari SaaS yaitu Microsoft Office 365, Dropbox, Adobe Creative Cloud, dan masih banyak lagi.
 

2. Platform-as-a-Service (PaaS)

Platform-as-a-Service (PaaS) merupakan model pelayanan yang hampir mirip dengan SaaS. Perbedaannya terletak pada cara mendapatkan lisensi perangkat lunak, melalui PaaS pengguna dapat membuat perangkat lunak atau aplikasi di platform yang sudah disediakan. Contoh paling populer dari PaaS yaitu Amazon Web Service (AWS) dan Microsoft Azure.
 

3. Infrastructure-as-a-Service (IaaS)

Pada dasarnya, Infrastructure-as-a-Service (IaaS) merupakan server, baik itu fisik maupun virtual, dari cloud computing. Artinya, seluruh keperluan yang dibutuhkan oleh pengguna sudah tersedia di dalam sistem cloud tersebut. Contoh dari IaaS yaitu Virtual Data Center (VDC) dari Cloudmatika.

Virtual Data Center adalah sebuah teknologi cloud computing yang digunakan untuk menyimpan data secara aman dan terjaga. Dengan teknologi ini, Anda bisa memiliki sebuah server virtual, mulai dari ukuran kecil hingga besar, untuk menunjang infrastruktur yang lebih kompleks dengan fungsi, sistem operasi, dan spesifikasi virtual mesin yang berbeda.
 

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Ketika Memilih Layanan Cloud Computing?

Ketika memilih layanan cloud computing, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih layanan cloud computing.
 

1. Kebutuhan

Ketika Anda hendak memilih layanan cloud computing, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kebutuhan. Pastikan Anda memilih layanan cloud yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebagai contoh, jika Anda hanya membutuhkan layanan cloud untuk mengatur konfigurasi sebuah aplikasi, Anda dapat menggunakan layanan Platform-as-a-Service (PaaS).
 

2. Keamanan

Keamanan merupakan hal yang harus selalu diperhatikan, apalagi jika berhubungan dengan data dan informasi. Ketika hendak memilih layanan cloud computing, Anda harus dapat memastikan bahwa berkas yang tersimpan dapat aman dan terjaga.

Baca Juga: Berbagai Macam Keamanan Jaringan dan Fungsinya Yang Harus Anda Pahami

Pastikan perusahaan penyedia layanan cloud computing telah menerapkan keamanan yang ketat. Selain itu, pastikan juga bahwa layanan cloud computing yang Anda pilih telah mematuhi standar GDPR (General Data Protection Regulation).


3. Fitur

Setiap layanan cloud computing tentunya memiliki fitur yang berbeda-beda. Maka dari itu, fitur-fitur tersebut harus diperhatikan ketika memilih salah satu layanannya. Sebagai contoh, salah satu fitur terpenting dari layanan cloud computing adalah Disaster Recovery. Fitur ini memiliki kemampuan untuk memulihkan data setelah terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Selain itu, ada juga fitur khusus terkait sumber daya komputasi, pemantauan, keamanan, fitur penerapan, dan bahkan pengalaman pengguna. Pastikan saja Anda menanyakan fitur apa saja yang tersedia pada perusahaan penyedia layanan cloud computing.
 

4. Biaya

Selain ketiga hal di atas, biaya juga merupakan hal yang harus diperhatikan ketika hendak memilih layanan cloud computing. Pastikan layanan cloud computing yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan budget agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak ada pengeluaran yang sia-sia.

Demikian penjelasan mengenai apa itu cloud computing, cara kerja, serta jenis-jenisnya. Jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan cloud computing, Anda dapat menggunakan berbagai layanan cloud dari Cloudmatika. Jika Anda tertarik dan memiliki pertanyaan, Anda dapat menghubungi tim Cloudmatika di sini.