Pilihan Pencadangan Data Yang Paling Aman

By 15 December, 2021

Hard disk drive (HDD) dan solid-state drive (SSD) adalah perangkat penyimpanan data yang paing banyak digunakan saat ini. Saat ini terus berkembang dalam meningkatkan jumlah kapasitas dan kecepatannya.

Meskipun terdapat selisih harga antara keduanya, tapi kedua media penyimpanan ini masih banyak diminati. Kedua media penyimpanan ini bisa digunakan sebagai media backup yang baik. Namun, masih ada satu resiko utama pada kedua media ini, yaitu hilangnya data yang disimpan jika mereka mengalami kerusakan.

Melakukan Backup data sangatlah penting mengingat rentannya data dari serangan virus, malware, kerusakan, dan bencana lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang backup dan pentingnya backup.
 

Backup memang penting, tapi...

Tentu saja, kita semua tahu pentingnya backup. Namun, pengaturan dan hal-hal lain yang perlu disiapkan bisa sangat banyak dan merepotkan.

Anda mungkin pernah berpikir untuk menunda dalam melakukan backup data Anda. Tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan dan sangat beresiko bagi keamanan data Anda.
 

30% orang tidak pernah mem-backup data mereka!?

Menurut sebuah survei, sekitar 30% orang di AS mengatakan bahwa mereka belum pernah mencadangkan data mereka sebelumnya. Meski begitu, mereka memiliki kecenderungan untuk menyimpan data mereka di komputer dan smartphone saja.

Namun, kenyataannya masih banyak orang yang belum memiliki pengalaman atau pemahaman yang benar tentang back up data.


 

Perkembangan Backup Data saat ini

Saat ini, smartphone memiliki kapasitas penyimpanan yang sama dengan komputer dalam melindungi data, terutama informasi penting seperti buku alamat, foto, dan video, di perangkat seluler menjadi sama pentingnya.

Namun, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh TIME & SPACE pada tahun 2020 di Jepang menemukan bahwa 40,4% responden menunjukkan bahwa mereka “Tidak menyimpan data cadangan.” Alasannya yaitu 29,2% memilih "Saya tidak tahu caranya," 27,0% memilih "Itu terlalu merepotkan," dan 17,7% memilih "Saya tidak mau yang ribet."
 

Mengapa Anda harus mencadangkan data Anda?

Sangatlah mengejutkan betapa jika ternyata banyak orang di AS dan Jepang tidak mencadangkan data mereka. Terutama jika menyimpannya di smartphone, data-data yang penting bisa hilang kapanpun dan ada kemungkinan besar tidak akan pernah bisa dipulihkan lagi.

Berdasarkan situasi yang dijelaskan di bawah ini, risiko kehilangan data saat ini semakin hari semakin terus meningkat.
 

Indonesia: Memiliki Resiko Bencana yang Tinggi

Meskipun Indonesia diberkahi dengan keindahan dan alam yang melimpah, Indonesia juga merupakan negara yang rentan terhadap terjadinya bencana alam, mulai dari gempa bumi hingga gunung meletus.

Misalnya, dengan hanya 2% dari daratan dunia, Indonesia memiliki 15% gempa bumi dunia (berkekuatan 6,0 atau lebih tinggi).

Selain itu, akhir-akhir ini risiko banjir dan longsor akibat perubahan iklim dan urbanisasi juga meningkat. Frekuensi curah hujan deras dengan durasi pendek dengan curah hujan 500 mm atau lebih per jam telah meningkat hampir 1,4 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir.

Dikabarkan bahwa jika perubahan iklim sedang berlanjut pada tingkat saat ini, jumlah hari dan frekuensi hujan lebat akan 20 kali lebih tinggi pada akhir abad ini. Perusahaan ataupun individu di Indonesia saat ini harus memiliki persiapan dalam menghadapi risiko kehilangan data akibat bencana yang melanda nantinya.
 

Serangan siber dan malware yang terus meningkat

Salah satu kasus besar akibat serangan siber baru-baru ini terjadi di Jepang pada tanggal 31 Oktober 2021. Lebih dari selusin printer di rumah sakit Prefektur Tokushima, secara tiba-tiba mulai mencetak pada waktu yang sama. Mereka menghasilkan pesan yang identik, “Kami mencuri dan mengenkripsi data Anda. Jika Anda tidak menebusnya, kami akan menyebarkan datanya.”

Akibat dari serangan ransomware ini, catatan medis dari 85.000 pasien tiba-tiba tidak dapat diakses dan mengakibatkan kepanikan yang luar biasa.

Semakin hari jumlah serangan seperti di atas semakin meningkat. 33,8% perusahaan di Jepang melaporkan bahwa jumlah serangan siber pada April 2020 telah meningkat dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, jauh lebih tinggi dari 5,9% yang melaporkan bahwa jumlahnya lebih rendah.

Serangan dunia maya meningkat karena penyebaran dan penerapan kerja jarak jauh, transformasi digital (DX) di masyarakat secara menyeluruh dan peningkatan penggunaan perangkat IoT.




"Masa hidup" komputer yang tak terhindarkan

Selain risiko bencana dan serangan siber yang disebutkan di atas, kemungkinan lain adalah kegagalan HDD.
 

Berapa lama komputer akan bertahan?

Karena umur komputer tergantung pada unit utama dan kondisi penggunaan, sulit untuk mengetahui berapa lama komputer akan bertahan.
Namun, lima tahun dianggap sebagai harapan hidup bagi komputer, sedangkan HDD internal adalah empat tahun. HDD eksternal bahkan lebih pendek yaitu sekitar tiga tahun (sekitar 10.000 jam).

HDD dirancang untuk membaca dan menulis data di permukaan disk, yang akan habis seiring waktu. Umur disk mungkin lebih pendek di lingkungan dengan tingkat kelembaban dan suhu ruangan yang tinggi.

Di sisi lain, SSD tidak memiliki bagian yang bergerak dan rata-rata bertahan selama sekitar lima tahun. Berdasarkan umur dari kedua penyimpanan tersebut bisa diketahui juga berapa lama sebuah komputer dapat digunakan.
 

Pencadangan reguler adalah pilihan paling aman!

Pilihan terbaik untuk membuat Anda merasa tenang dan aman adalah dengan membuat backup semua file dan data Anda secara teratur, sehingga Anda tidak panik jika sesuatu tiba-tiba terjadi.

Meskipun ada berbagai cara untuk mencadangkan file dan data Anda, seperti menggunakan HDD/SSD eksternal, cara paling aman dan paling direkomendasikan adalah menggunakan penyimpanan cloud.

Dengan layanan pencadangan cloud, pencadangan otomatis menyimpan file dan data penting Anda ke server jarak jauh yang aman. Hingga saat ini, metode ini adalah metode yang paling mudah dan dapat diandalkan untuk menyimpan dan mengamankan data-data penting Anda.
 

Cloud Backup dari Cloudmatika

Disediakan oleh Cloudmatika.co.id, Cloudmatika Cloud Backup adalah pilihan pencadangan cloud yang populer bagi banyak usaha kecil dan menengah karena kinerjanya yang tinggi dan kemudahan implementasi dibandingkan dengan pesaing lainnya.
 

Berbagai opsi pencadangan untuk file, data, dan bahkan seluruh OS

Cloudmatika Cloud Backup adalah solusi paling ampuh untuk perlindungan data Anda dari terjadinya bencana alam dan serangan siber.

Untuk pencadangan, kami menawarkan pemulihan yang cepat dan andal untuk masalah dengan aplikasi, sistem, dan data di perangkat apa pun.

Selain itu, data Anda akan dilindungi dengan metode keamanan yang lengkap yang dapat mendeteksi adanya serangan yang datang sebelum serangan atau bencana tersebut terjadi.

Anda bisa mendapatkan layanan cloud backup dari Cloudmatika dengan harga Rp.175.000 per bulan (kontrak dua tahun), termasuk kapasitas 200GB untuk satu komputer dan tiga perangkat seluler. Kami menawarkan cara mudah untuk menerapkan sistem penyimpanan cloud dengan biaya yang sangat terjangkau.

Anda juga bisa mencoba layanan Cloudmatika Cloud Backup secara Gratis untuk merasakan manfaatnya bagi bisnis Anda.