Cara Menjaga Keamanan Data Anda Dari Bencana Alam dan Serangan Dunia Maya di Indonesia.

By 21 November, 2015

Dari segi keamanan digital, Indonesia menghadapi dua ancaman berbahaya yaitu berupa bencana alam dan serangan siber yang tiada hentinya. Lalu, bagaimana Anda menjaga keamanan data Anda?

Dengan semakin berkembangnya transformasi digital (DX), data perusahaan juga semakin meningkat dalam hal volume dan nilainya. Akibatnya, perlindungan data adalah salah satu prioritas utama bagi perusahaan mana pun. 

Hal ini terutama berlaku bagi perusahaan yang berlokasi di Indonesia yang notabene perlu bersiap menghadapi dua bahaya besar yang mengancam keamanan data-data penting mereka, yaitu bencana alam dan serangan dunia maya. 

Dalam artikel ini, kami akan membahas urgensi dari dua ancaman tersebut dan tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan.

Indonesia: Salah satu negara paling rawan bencana di dunia

Meski Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, tidak dipungkiri bahwa masih banyak orang yang menganggap dirinya dan perusahaannya aman dari resiko tersebut. 

Namun, berdasarkan catatan sejarah dan hasil penelitian, pemerintah dan banyak organisasi kepenelitian lainnya sangat menyadari akan resikonya dan melakukan yang terbaik untuk mengedukasi masyarakat tentang resiko tersebut. Para pebisnis di Indonesia juga sangat disarankan untuk memperhatikan fakta-fakta berikut ini.

Bencana Alam: Dulu dan Sekarang

- Kemungkinan terjadinya gempa bumi di Palung Samudera Selatan adalah 70-80% selama 30 tahun ke depan.

- Sebanyak 8.264 kali gempa terjadi sepanjang 2020. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan pada tahun lalu, sebanyak 11.515 kali.

- Gempa dengan kekuatan lebih dari M5.0 sebanyak 244 kali, sedangkan kurang dari M5.0 sebanyak 8.020 kali. (kontan.co.id)https://nasional.kontan.co.id/news/bmkg-sebanyak-8264-kali-gempa-terjadi-sepanjang-2020

- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada 487 kejadian banjir sejak 1 Januari hingga 19 April 2021. Jumlah itu mencapai 42% dari 1.153 bencana alam yang terjadi di tanah air sepanjang tahun ini. (katadata.co.id)https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/04/20/487-kejadian-banjir-landa-indonesia-hingga-19-april-2021


Cyber Attack: Bencana di dunia Digital

 Selain bencana yang terjadi dunia nyata, ada ancaman lainnya yang harus diwaspadai oleh setiap perusahaan: serangan cyber. Serangan digital ini mengancam tidak hanya data perusahaan saja, namun bisa ke faktor yang lebih penting. Misalnya, serangan ransomware yang terjadi pada perusahaan bahan bakar Colonial Pipeline awal tahun ini dan kerusakan yang ditimbulkannya terhadap kehidupan manusia dan infrastruktur sosial masih segar dalam ingatan kita.

Dampak Kerusakan Akibat Ransomware

Informasi menarik dari IPA (Information-technology Promotion Agency, Japan) yang memasukkan serangan Ransomware kedalam "10 Ancaman Kemananan Utama Tahun 2021. Kerusakan yang diakibatkan oleh Ransomeware dianggap sebagai ancaman terbesar bagi sebuah organisasi.

Ransomware adalah serangan siber berbasis virus yang mengenkripsi data yang disimpan di komputer atau server perusahaan yang membuat perangkat -perangkat itu tidak dapat digunakan. Ini adalah serangan cyber yang sangat berbahaya. Korban harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit untuk bisa mendapatkan datanya kembali yang telah terenkripsi akibat ransomware atau untuk tidak menyebarkan informasi rahasia mereka yang telah diketahui oleh hacker yang menyerangnya. 

Faktanya, menurut data yang dirilis oleh Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo pada bulan September, serangan ransomware pada paruh pertama tahun 2021 meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan paruh kedua tahun 2020. Dari perusahaan yang terkena dampak, hampir 40% mengeluarkan total lebih dari Rp.125 juta untuk biaya investigasi dan pemulihan.

Menjaga Data Anda Tetap Aman

Informasi di atas adalah pengingat tentang betapa besarnya ancaman yang dihadapi oleh perusahaan pada tahun 2021 terhadap keamanan data mereka.

Namun, perusahaan tidak boleh membiarkan kondisi diatas menggagalkan rencana mereka untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. Sebaliknya, mereka harus segera mengambil tindakan proaktif dan preventif sekarang.

Pencegahan Bencana

Salah satu cara terbaik untuk bersiap menghadapi bencana alam adalah dengan menyimpan data perusahaan di cloud. Dengan menyimpan data di lokasi yang hampir tidak terpengaruh oleh bencana dan yang terlindungi jika terjadi bencana, perusahaan dapat dengan mudah memulihkan data mereka ke komputer atau ke perangkat yang baru. Selain itu, dimungkinkan untuk mengambil file atau folder yang diperlukan saja dari data yang sudah dicadangankan di cloud supaya bisnis Anda bisa segera aktif kembali.

Pencegahan Ransomware

Pada umumnya, pertahanan terbaik terhadap serangan cyber harus berlapis-lapis. Karena jenis serangannya sangat beragam dan selalu berubah, sangat disarankan untuk menggunakan pertahanan berlapis. Secara khusus, firewall dan WAF harus dipasang untuk mencegah gangguan dari luar dan sistem keamanan internal juga harus dibuat.

Untuk lebih siap menghadapi ransomware, salah satu serangan cyber yang paling mengkhawatirkan, ikuti tiga langkah berikut.

Mencegah Intrusi
Selalu upgrade software keamanan, sistem operasi, dan software utama.
Jangan klik tautan atau pop-up yang mencurigakan dan jangan buka email yang mencurigakan.
Gunakan situs web tepercaya.

Mencegah Serangan
Gunakan produk dan prosedur keamanan terbaru.
Jangan libatkan mereka yang memiliki otoritas administrator dalam kegiatan operasional sehari-hari jika memungkinkan.

Pemulihan
Cadangkan data dan sistem secara teratur.
​Memiliki setidaknya satu cadangan data offline.


Cloudmatika Cloud Backup

Akhirnya, inilah solusi efektif untuk melindungi data Anda dari dua ancaman yang selalu mengintai perusahaan dan keamanan data Anda: bencana alam dan serangan dunia maya.

Cloud Backup Melindungi Data Anda dengan Keamanan yang Terbaik.

Cloudmatika Cloud Backup adalah solusi paling ampuh yang menggabungkan backup sebagai langkah antisipasi bencana alam dan keamanan sebagai penanggulangan serangan cyber.

Protokol pencadangan menyediakan pemulihan yang cepat dan andal untuk semua insiden yang memengaruhi aplikasi, sistem, dan data di perangkat apa pun.

Protokol keamanan mendeteksi ancaman sebelum terjadi dan melindungi data dengan langkah-langkah keamanan penuh.

Dengan biaya rendah sebesar Rp. 1,1 jutaan per bulan (kontrak dua tahun), Cloudmatika Cloud Backup menyediakan layanan berkapasitas 200GB untuk satu komputer pribadi dan tiga perangkat seluler.