Mengenal TLD serta Fungsi dan Cara Memilihnya

By 22 June, 2022

TLD adalah nama domain yang berada di bagian akhir URL. Untuk lebih jelasnya, silakan simak artikel dari Cloudmatika berikut ini mengenai TLD.

TLD adalah salah satu komponen yang digunakan dalam sebuah URL website. Ketika memasukkan sebuah alamat web, Anda pasti sering melihat bagian akhir dari alamat web seperti .co.id, .com, .org, .edu, dan lain sebagainya. Bagian tersebut yang termasuk ke dalam TLD.

Apabila saat ini Anda ingin membuat sebuah website bisnis sendiri, maka sangat penting untuk memahami apa itu TLD. Oleh karena itu, simak langsung pembahasan lengkapnya di bawah ini mengenai TLD mulai dari pengertian, fungsi, hingga tips untuk memilih TLD yang tepat.

Apa yang Dimaksud Dengan TLD (Top-Level Domain)?

Jadi, apa itu TLD? TLD merupakan singkatan dari Top-Level Domain yang merupakan nama domain dari setiap website. Posisi TLD ini sendiri berada di bagian akhir dari suatu URL.

Agar Anda dapat memahami apa yang dimaksud dengan TLD secara lebih jelas, pertama-tama perhatikan terlebih dahulu struktur dari sebuah alamat website. Anda dapat mengambil contoh dari URL kami sendiri yaitu www.cloudmatika.co.id. Dari tersebut, Anda dapat melihat 3 bagian, yaitu:
  • Subdomain: Bagian “www” dapat dikategorikan sebagai subdomain. Subdomain tidak selalu terdiri dari “www” saja. Ada juga bentuk subdomain lainnya yang akan Anda temui pada sebagian URL. Intinya, subdomain selalu berada pada bagian kiri URL.
  • Second-Level domain: “cloudmatika” termasuk ke dalam Second-Level Domain. Bagian tengah dari suatu URL disebut sebagai Second-Level domain.
  • Top-Level Domain: Terakhir ada Top-Level Domain di mana posisinya berada pada bagian akhir URL. Dari contoh di atas, “.co.id” termasuk ke dalam Top-Level Domain.
Melalui penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami secara lebih jelas mengenai Top-Level Domain? Perlu Anda ketahui juga bahwa Top-Level Domain terdiri dari berbagai macam jenis. Adanya ragam jenis TLD ditujukan untuk mengklasifikasi sebuah website berdasarkan tujuan dan isi website.

Penggunaan TLD tidak dapat sembarangan. Semua aturan mengenai penggunaan TLD sudah diatur oleh ICANN atau yang kepanjangannya adalah The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Badan ini yang akan mengawasi penggunaan TLD untuk seluruh website yang sudah terdaftar di dalam internet.


Apa Fungsi dari Top-Level Domain?

TLD memiliki berbagai macam fungsi yang perlu Anda pahami. Berikut ini, ada 3 fungsi utama dari TLD.


1. Mengklasifikasi Website

Seperti yang telah disampaikan pada poin-poin pembahasan sebelumnya, TLD berfungsi untuk mengklasifikasi website ke dalam beberapa kategori. Hal ini merujuk pada banyaknya jenis-jenis TLD yang memang sudah dibuat dan disesuaikan dengan berbagai macam fungsi website.

Contohnya, TLD yang berbentuk.edu ditujukan untuk website yang dibuat oleh lembaga pendidikan, entah itu sekolah, perguruan tinggi, dan lain sebagainya. Lalu, contoh TLD yang paling umum seperti .com berfungsi untuk mengategorikan website komersial.


2. Memperkuat Identitas Website

TLD juga berfungsi untuk memperkuat identitas website. Setiap website memiliki tujuan dan isi yang berbeda-beda. Penggunaan TLD ini dapat membantu pengguna internet untuk langsung mengetahui identitas dari website yang akan mereka kunjungi.


3. Menunjukkan Isi Website

Pemilihan TLD yang tepat juga dapat membantu Anda dalam menunjukkan isi website secara lebih jelas. Pengguna internet bisa mendapatkan gambaran terkait isi dari sebuah website yang akan mereka kunjungi.


Apa Saja Jenis-Jenis TLD?

TLD memiliki beragam jenis berdasarkan 3 kategori utama, yaitu:


1. Generic Top-Level Domain

Jenis TLD yang paling sering digunakan adalah Generic Top-Level Domain atau yang biasa disingkat menjadi gTLD. Umumnya, jenis domain ini digunakan untuk keperluan bisnis, organisasi, hingga individual. Berikut ini beberapa contoh dari gTLD, yaitu:
  • .com:  Domain untuk situs komersial.
  • .net: Domain untuk jaringan.
  • .info: Domain untuk platform informasi.
  • .org: Domain untuk organisasi.
  • .xyz: Domain untuk umum.
  • .name: Domain untuk individual.


2. Country Code Top-Level Domain

Setiap negara memiliki TLD-nya masing-masing. TLD yang dibuat berdasarkan nama lokasi disebut dengan Country Code Top-Level Domain atau bisa juga disingkat sebagai ccTLD.

Baca Juga: Beragam Syarat Domain.co.id serta Biaya Yang Dibutuhkan

Sebagai contoh, jika Anda membuat sebuah website dengan menggunakan nama domain wilayah di Indonesia, maka URL-nya akan menggunakan .id. Untuk wilayah lainnya, Anda dapat melihat daftarnya sebagai berikut:
  • .ru: Rusia
  • .es: Spanyol
  • .jp: Jepang
  • .in: India
  • .us: Amerika Serikat
  • .ca: Kanada
  • .fr: Prancis
  • .cn: Tiongkok
  • .de: Jerman


3. Sponsored Top-Level Domain

Website yang dibuat oleh organisasi privat harus menggunakan Sponsored Top-Level Domain atau sTLD. Untuk mendaftarkan domain ini pun diperlukan serangkaian persyaratan yang harus disediakan oleh pemilik website karena tidak semua website dapat menggunakan domain ini sembarangan.

Website dengan domain sTLD biasanya bersifat resmi dari suatu lembaga atau pemerintahan seperti:
  • .edu: Domain untuk institusi pendidikan.
  • .gov: Domain untuk situs pemerintahan (khusus negara Amerika Serikat).
  • .asia: Domain untuk website yang berada di area domisili APAC (Asia-Pacific).
  • .int: Domain untuk website yang ditujukan untuk perjanjian internasional dengan beberapa organisasi tertentu.
  • .tel: Domain untuk website yang menyediakan layanan komunikasi internet.


Bagaimana Cara Memilih TLD dengan Tepat?

Sebagai pemilik website, Anda tentu harus dapat memilih TLD dengan tepat. Namun, bagaimana cara memilih TLD yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini, Anda dapat menyimak berbagai cara memilih TLD yang tepat.


1. Melakukan Identifikasi Website yang Akan Dibuat

Apa tujuan Anda membuat website tersebut? Apa saja isi yang akan dimasukkan ke dalam website Anda? Hal apa saja yang dapat dilakukan oleh user di dalam website Anda?

Langkah pertama dalam pemilihan TLD yang perlu Anda lakukan adalah dengan melakukan identifikasi website yang akan dibuat. Jika Anda tidak mengetahui tujuan dari pembuatan suatu website, maka akan sulit untuk mengetahui TLD mana yang tepat.


2. Sesuaikan dengan Anggaran yang Dimiliki

Penggunaan TLD membutuhkan biaya. Bahkan, setiap TLD memiliki kisaran harga yang bervariasi. Ada TLD dengan harga yang cukup tinggi, namun ada juga TLD dengan kisaran harga standar atau cenderung rendah.

Anda perlu mencari TLD sesuai dengan anggaran yang dimiliki saat ini. Perlu diingat juga, TLD perlu diperpanjang setiap tahunnya. Oleh karenanya, Anda juga perlu menyiapkan tambahan biaya untuk melakukan perpanjangan TLD. Apabila tidak diperpanjang, maka website Anda akan ditutup atau ditarik dari internet.


3. Memilih Jasa Penyedia TLD Tepercaya

Cara terakhir untuk dapat memilih TLD yang tepat adalah dengan mencari jasa penyedia TLD tepercaya. Ada banyak oknum nakal yang melakukan kecurangan dengan menawarkan TLD kepada pemilik website lalu website tersebut tidak dapat diakses kembali karena penggunaan TLD palsu.

Jadi, apakah Anda sudah memahami apa itu TLD dan juga fungsi serta jenisnya? Pastikan Anda memilih TLD yang tepat sesuai dengan bisnis yang dijalankan saat ini.

Di dalam pembuatan website, Anda juga perlu menyiapkan banyak hal lainnya seperti ruang penyimpanan dan juga layanan hosting. Oleh karena itu, silakan hubungi Cloudmatika sekarang juga yang merupakan jasa penyedia storage cloud dan layanan hosting tepercaya sehingga website Anda dapat memiliki performa yang lebih baik serta membantu meningkatkan penjualan bisnis secara online.