Mengenal RPO untuk Disaster Recovery Plan Bisnis Anda!

By 08 December, 2022

Recovery Point Objective adalah salah satu hal penting dalam menentukan Disaster Recovery Plan. Untuk memahami RPO, simak artikel berikut untuk lebih lanjut!

RPO adalah bagian yang sangat penting jika membicarakan Disaster Recovery Plan sebuah perusahaan. Di dalam teorinya, Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO) adalah dua hal yang mampu menunjang Disaster Recovery Plan. Tujuan utama keduanya sama, yaitu untuk menganalisa dan mengidentifikasi mana strategi yang layak untuk dimasukkan ke dalam daftar Disaster Recovery perusahaan tertentu.

Namun, sebenarnya apa yang menjadikan Recovery Point Objective (RPO) dibedakan dengan Recovery Time Objective (RTO)? Mari baca artikel ini untuk mengetahui perbedaannya dari Recovery Time Objective (RTO) dan penjelasan lebih jauh tentang Recovery Point Objective (RPO)!

Apa itu Recovery Point Objective (RPO)?

Recovery Point Objective (RPO) adalah analisis dan identifikasi berdasarkan batas waktu maksimal yang masih bisa diterima atau ditoleransi pada kasus kehilangan data di suatu perusahaan. Dalam kata lain, RPO cenderung mempertimbangkan berapa banyak data yang hilang dalam satuan waktu.

Baca Juga: Pengertian Disaster Recovery serta Langkah, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Perusahaan Anda

Satuan waktu ini akan menentukan berapa banyak data yang hilang, seperti halnya suatu perusahaan akan kehilangan satu jam data yang mana data di setiap perusahaan tentunya berbeda. Maka dari itu, estimasi utama adalah berapa banyak data yang hilang pada satuan waktu tertentu dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan data yang hilang untuk menuju ke pencadangan berikutnya.


Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Durasi RPO?

Ada beberapa faktor yang harus dipahami mengenai Recovery Point Objective (RPO), salah satunya adalah durasi untuk Recovery Point Objective (RPO) ini sendiri. Beberapa hal di antaranya adalah: 


1. Berapa Kali Pencadangan Data pada Suatu Perusahaan

Berapa kali pencadangan data pada suatu perusahaan dapat menentukan durasi dari Recovery Point Objective (RPO). Apakah perusahaan itu hanya menjadwalkan pencadangan satu kali dalam satu hari, atau bisa dua sampai tiga kali dalam sehari. Karena berapa kali pencandangan data suatu perusahaan dapat memberikan sebuah pandangan mengenai strategi apa yang harus dilakukan bila terjadi kegagalan pencadangan data di antara jam pencadangan.

Baca Juga: Metode Backup yang Tepat untuk Menjaga Keamanan Data dalam Lingkungan Masyarakat Digital


2. Batas Toleransi Maksimal Kehilangan Data pada Suatu Perusahaan

Setiap perusahaan lagi-lagi memiliki kebijakan yang berbeda-beda, selain berapa kali pencadangan data yang ditetapkan, batas toleransi maksimal kehilangan data pun juga menjadi salah satunya. Dalam satu jam tiap perusahaan bisa kehilangan data yang berbeda-beda. Terkadang setiap data juga memiliki waktu pencadangan yang berbeda. Maka dari itu batas toleransi maksimal juga menjadi pertimbangan dalam Recovery Point Objective (RPO).


3. Penyimpanan Data

Penyimpanan data  yang dimaksud adalah kedua penyimpan, baik secara fisik maupun cloud (awan, melalui internet). Keduanya mampu memengaruhi kecepatan dari Recovery Point Objective (RPO).


4. Biaya Pemulihan 

Perusahaan juga harus memperhitungkan biaya pemulihan kegagalan pencadangan. Yang mana makin lama durasi Recovery Point Objective (RPO), maka biaya akan keluar makin banyak untuk pemulihan data.


5. Biaya Kehilangan Data dan Operasi yang Hilang

Dari banyaknya data yang hilang sama dengan biaya yang hilang sebanyak dengan data-data tersebut. Perusahaan harus mampu melakukan estimasi ada tidak makin banyak data yang hilang agar segera bisa dipulihkan.


Mengapa RPO yang Rendah Sangat Penting Bagi Bisnis?

Recovery Point Objective (RPO) yang rendah sangatlah penting pada suatu bisnis. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai mengapa hal tersebut bisa penting bagi suatu bisnis.

Proses pencadangan suatu perusahaan tentunya berbeda-beda. Jika pada suatu perusahaan melakukan pencadangan dalam dua hari sekali, misalkan pada pukul 7 pagi dan 7 sore, dan pada saat berjalan waktu setelah pencadangan terakhir pada 7 pagi terjadilah kegagalan yang pada pukul 11 siang. Interval dari waktu terakhir kegagalan pencadangan dengan pencadangan berikutnya adalah yang harus diminimalisir. 

Recovery Point Objective (RPO) akan menghitung waktu yang diperlukan pada sebuah perusahaan agar jumlah data yang hilang tidak melebihi toleransi dari perusahaan. Jika melebihi, tentunya ini akan memakan banyak faktor salah satunya adalah biaya. Baik biaya kehilangan data maupun biaya pemulihan data. 

Setelah memahami lebih jelas apa itu Recovery Point Objective (RPO) tentunya Anda para pemilik bisnis akan berusaha meminimalisir kejadian terburuk yang akan terjadi seperti kegagalan pencadangan data. Untuk meningkatkan keamanan data bisnis, Anda dapat menggunakan layanan Cloud Backup dari Cloudmatika yang akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan!
 
Jadi, apalagi yang Anda cari? Segera minimalisir kegagalan data bisnis, dengan Cloud Backup dari Cloudmatika!

Whatsapp Chat Chat Kami Disini