23 Apr

Ransomware Wannacry menyerang pabrik Boeing dan menginfeksi fasilitas produksi milik Boeing

Masih ingat dengan Virus Ransomware WannaCry yang menyerang ke lebih dari 70 negara? Belakangan ini, virus tersebut kabarnya belum berhenti menyerang. Bahkan, korban terbarunya yaitu sebuah pabrik pembuatan dan pengujian Pesawat Boeing yang berada di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat.

Kejadian tersebut, kabarnya terjadi pada hari Rabu, 28 Maret 2018 lalu. Virus WannaCry yang pertama kali muncul dalam serangan dunia maya pada Mei 2017 lalu sempat menghebongkan seluruh dunia karena virus ini dapat menginfeksi salah satu komputer, dan kemudian dapat menyebar ke semua komputer Windows yang berada dalam satu jaringan.

Seperti dikutip oleh Seattle Times, Mike VanderWel, Chief engineer Boeing Commercial Airplane, memberikan peringatan kepada seluruh karyawan untuk menghadapi serangan cyber ini. “Hal ini menyebar secara cepat di North Charleston dan saya baru mendengar 777 (alat otomatisasi perakitan) kemungkinan sudah tidak berfungsi” tulis VanderWel kepada Seattle Times.

Berbicara pada Rabu malam, kepala komunikasi untuk Boeing Commercial Airplanes, Linda Mills, mengatakan spekulasi dalam pesan VanderWel bahwa beberapa alat produksi 777 mungkin tidak berfungsi ternyata tidak benar. “Pusat operasi cybersecurity kami mendeteksi penyebaran malware yang terbatas yang hanya mempengaruhi sejumlah kecil sistem,” katanya. Dia menambahkan bahwa serangan itu terbatas pada komputer di divisi Commercial Airplanes dan bahwa unit militer dan layanan tidak terpengaruh.

Microsoft sebenarnya telah mengeluarkan patches untuk menutup kerentanan ini. Namun ternyata ransomware ini masih bisa menginfeksi, seperti yang terjadi di pabrik Boeing tersebut. Microsoft pun menolak berkomentar tentang serangan cyber Boeing ini.

Share this
16 Mei

Takut Terkena Virus Ransomware? Gunakan Cloud Backup Gratis 31 Hari

Beberapa hari ini, Indonesia dan beberapa negara lainnya sedang dihebohkan oleh serangan Virus jenis Malware yang bernama Ransomware WannaCry. Virus ini menyebar sangat cepat dan langsung menyerang ke komputer-komputer yang rata-rata menggunakan sistem Operasi Windows.

Untuk itu, Cloudmatika memberikan solusi bagaimana cara agar terhindar dari ancaman Virus Ransomware ini, yaitu dengan menggunakan Cloud Backup dari Cloudmatika. Dalam rangka untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari serangan Virus Ransomware Wannacry ini, Cloudmatika memberikan Gratis Cloud Backup selama 31 hari.

Ted Hilbert selaku CEO Cloudmatika sangat peduli terhadap keamanan data-data seluruh masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, Cloudmatika memberikan layanan Cloud Backup gratis selama 31 hari bagi Anda yang ingin mengamankan data-data penting Anda dari serangan Virus maupun kehilangan data. Dengan menggunakan Cloud Backup, maka Anda tidak perlu khawatir lagi akan Virus yang bernama Ransomware Wannacry ini. Mengapa demikian? karena Anda telah memiliki cadangan data yang tersimpan dengan aman di Cloud Backup Cloudmatika.

Tidak perlu khawatir lagi terhadap serangan Virus Ransomware! Amankan data anda segera di Cloud Backup Cloudmatika GRATIS 31 Hari!

Cloudmatika adalah satu-satunya dan pertama di Indonesia yang memberikan gratis Cloud Backup selama 31 hari untuk menyelamatkan semua orang agar data-data yang dimilikinya tetap aman. Apabila ancaman “cyber crime” ini berlanjut, kami akan membuka layanan gratis ini lebih lama.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Cloud Backup, silahkan langsung mengunjungi link berikut ini: https://www.cloudmatika.co.id/cloud-backup/

Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top