02 Jul

2 Rumah Sakit Di Indonesia Lumpuh Akibat Ancaman Ransomware, Jangan Abaikan Serangan Oleh Ransomware

Berbagai serangan cyber baik  terhadap individu & bisnis  pada zaman modern ini merupakan sebuah bentuk  kejahatan serius. Pada  beberapa tahun terakhir ada beberapa  hal  terburuk yang  terjadi salah satunya  serangan ransomware.

Masih hangat dalam ingatan kita, serangan ransomware WannaCrypt atau WannaCry sempat membuat heboh masyarakat dunia, tak ketinggalan Indonesia. Bagaimana tidak, WannaCry sampai membuat salah satu perusahaan otomotif ternama di Indonesia  sampai menghentikan produksi di salah satu fasilitas produksinya selama sehari.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudiantara kala itu mengatakan bahwa ada ribuan alamat IP di Indonesia yang terjangkit WannaCry. Salah satu contoh nyata yang mencuat ke publik adalah dua rumah sakit di wilayah Jakarta disebut kena serangan ransomware ini. Serangan Wanna Cry ini membuat pelayanan kedua rumah sakit tersendat.

Berdasarkan  laporan  Symantec, sejak tahun 2013  jumlah infeksi ransomware terus   meningkat setiap tahunnya. Sementara serangan terhadap pengguna individu telah menurun sejak 2018, tetapi terjadi hasil  yang mengejutkan justru disektor perusahaan terdapat kenaikan hingga  12%. Oleh karena itu Cloudmatika akan membagikan beberapa informasi mengenai modete pencegahan ransomware.

Perusahaan-Perusahaan besar kehilangan hingga  50 Juta USD  akibat Ransomware

Penyerang ransomware cenderung menargetkan perusahaan. Dikarenakan suatu perusahaan cenderung membayar tebusan yang lebih tinggi agar tidak kehilangan data- data mereka. Perusahaan yang menjadi korban baru-baru ini adalah pabrikan aluminium di Norwegia, Norsk Hydro. Pada bulan Maret tahun ini Mereka mengalami serangan ransomware yang mengakibatkan lumpuhnya jaringan komputer. Hasilnya ? mereka mengalami  kerugian luar biasa sebanyak  50 Juta USD.  


Apa Yang Terjadi Selama Infeksi Ransomware?

Saat infeksi ransomware terjadi, semua karyawan tidak dapat mengoperasikan komputer perusahaan, termasuk membuka file dan folder.Sebagai gantinya, akan ada sebuah pesan yang menuntut tebusan hingga dibayar, sehinga  semua akses untuk pekerjaan akan ditangguhkan.Namun, kemungkinan yang paling meresahkan adalah bahwa data anda tidak akan dipulihkan bahkan setelah tebusan dibayarkan.Tidak ada jaminan bahwa penyerang akan melakukan apa yang mereka katakan. Bahkan, sering ada kasus di mana data tidak dipulihkan bahkan setelah membayar sejumlah uang yang lumayan.Untuk perusahaan kecil dan menengah, kehilangan data  dapat merusak  kelangsungan bisnis mereka.

Layanan Baru Pencegahan Penyerang Mengakses Data


Karena ancaman ransomware telah berkembang, banyak layanan baru mulai menawarkan perlindungan terhadap pembajakan data.Fitur-fiturnya cenderung mencakup pemantauan log akses, firewall yang memblokir aktivitas yang  mencurigakan, deteksi kerentanan OS, dan perlindungan tambahan virtual tanpa biaya tambahan. Siapkan diri & perusahaan Anda  terhadap kerusakan yang berpotensi tidak dapat dipulihkan dengan  mempertimbangkan alat anti-ransomware ini.

Bersiap Dengan Segala Kemungkinan Yang Terjadi Dan Cadangkan Data Anda Ke Cloud  


Sangat penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan melindungi terhadap segala kemungkinan yang disebabkan  serangan ransomware, dan sadari pentinganya untuk membackup data setiap hari. Jika serangan ransomware terjadi, memiliki cadangan data ada kemungkianan  antara tetap bertahan dan gagal. Jika penyerang menahan sandera data anda, anda tidak perlu membayar uang tebusan dikarenakan ada telah menyimpan data di tempat lain. Operasi dapat dilanjutkan segera dengan menggunakan data yang telah  dicadangkan di cloud anda.

Ketika anda mempertimbangkan layanan perlindungan ransomware, cloud adalah solusi paling aman karena penyimpanan data dilakukan di server eksternal. Cloudmatika  merupakan layanan yang dilengkapi sepenuhnya dengan Perlindungan Aktif, teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melindungi  data dari serangan ransomware. Jika ada masalah, pemulihan data dapat diselesaikan hanya dalam beberapa menit.

Dapatkan Layanan Terbaik Cloud Di https://www.cloudmatika.co.id/

Share this
23 Apr

Ransomware Wannacry menyerang pabrik Boeing dan menginfeksi fasilitas produksi milik Boeing

Masih ingat dengan Virus Ransomware WannaCry yang menyerang ke lebih dari 70 negara? Belakangan ini, virus tersebut kabarnya belum berhenti menyerang. Bahkan, korban terbarunya yaitu sebuah pabrik pembuatan dan pengujian Pesawat Boeing yang berada di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat.

Kejadian tersebut, kabarnya terjadi pada hari Rabu, 28 Maret 2018 lalu. Virus WannaCry yang pertama kali muncul dalam serangan dunia maya pada Mei 2017 lalu sempat menghebongkan seluruh dunia karena virus ini dapat menginfeksi salah satu komputer, dan kemudian dapat menyebar ke semua komputer Windows yang berada dalam satu jaringan.

Seperti dikutip oleh Seattle Times, Mike VanderWel, Chief engineer Boeing Commercial Airplane, memberikan peringatan kepada seluruh karyawan untuk menghadapi serangan cyber ini. “Hal ini menyebar secara cepat di North Charleston dan saya baru mendengar 777 (alat otomatisasi perakitan) kemungkinan sudah tidak berfungsi” tulis VanderWel kepada Seattle Times.

Berbicara pada Rabu malam, kepala komunikasi untuk Boeing Commercial Airplanes, Linda Mills, mengatakan spekulasi dalam pesan VanderWel bahwa beberapa alat produksi 777 mungkin tidak berfungsi ternyata tidak benar. “Pusat operasi cybersecurity kami mendeteksi penyebaran malware yang terbatas yang hanya mempengaruhi sejumlah kecil sistem,” katanya. Dia menambahkan bahwa serangan itu terbatas pada komputer di divisi Commercial Airplanes dan bahwa unit militer dan layanan tidak terpengaruh.

Microsoft sebenarnya telah mengeluarkan patches untuk menutup kerentanan ini. Namun ternyata ransomware ini masih bisa menginfeksi, seperti yang terjadi di pabrik Boeing tersebut. Microsoft pun menolak berkomentar tentang serangan cyber Boeing ini.

Share this
16 Mei

Takut Terkena Virus Ransomware? Gunakan Cloud Backup Gratis 31 Hari

Beberapa hari ini, Indonesia dan beberapa negara lainnya sedang dihebohkan oleh serangan Virus jenis Malware yang bernama Ransomware WannaCry. Virus ini menyebar sangat cepat dan langsung menyerang ke komputer-komputer yang rata-rata menggunakan sistem Operasi Windows.

Untuk itu, Cloudmatika memberikan solusi bagaimana cara agar terhindar dari ancaman Virus Ransomware ini, yaitu dengan menggunakan Cloud Backup dari Cloudmatika. Dalam rangka untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari serangan Virus Ransomware Wannacry ini, Cloudmatika memberikan Gratis Cloud Backup selama 31 hari.

Ted Hilbert selaku CEO Cloudmatika sangat peduli terhadap keamanan data-data seluruh masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, Cloudmatika memberikan layanan Cloud Backup gratis selama 31 hari bagi Anda yang ingin mengamankan data-data penting Anda dari serangan Virus maupun kehilangan data. Dengan menggunakan Cloud Backup, maka Anda tidak perlu khawatir lagi akan Virus yang bernama Ransomware Wannacry ini. Mengapa demikian? karena Anda telah memiliki cadangan data yang tersimpan dengan aman di Cloud Backup Cloudmatika.

Tidak perlu khawatir lagi terhadap serangan Virus Ransomware! Amankan data anda segera di Cloud Backup Cloudmatika GRATIS 31 Hari!

Cloudmatika adalah satu-satunya dan pertama di Indonesia yang memberikan gratis Cloud Backup selama 31 hari untuk menyelamatkan semua orang agar data-data yang dimilikinya tetap aman. Apabila ancaman “cyber crime” ini berlanjut, kami akan membuka layanan gratis ini lebih lama.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Cloud Backup, silahkan langsung mengunjungi link berikut ini: https://www.cloudmatika.co.id/cloud-backup/

Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top