06 Nov

Apa itu Container pada Virtual Data Center?

Linux Container adalah metode virtualisasi sistem operasi-level untuk menjalankan beberapa sistem Linux terisolasi (container) pada host kontrol menggunakan kernel Linux tunggal. Berbeda dengan Virtual Machine (VM), yang menggunakan keseluruhan resource hardware yang ada pada host. Sehingga jika diibaratkan, pada Virtual Machine host langsung menjalankan double sistem operasi sekaligus.

Dengan container, sebuah program ‘diikat’ beserta library-nya, file konfigurasi, dan seluruh hal yang dibutuhkannya. Perbedaan yang sangat terlihat dibandingkan dengan virtualisasi adalah container memiliki ukuran file yang jauh lebih kecil karena tidak perlu menyiapkan sistem operasi secara penuh.

Berikut ini merupakan contoh dari tipe-tipe pada Teknologi Container:

Linux Container

Pada gambar diatas, kita melihat bahwa terdapat 2 tipe container yaitu Container berbasis Sistem Operasi dan Container berbasis Aplikasi.

 

Container berbasis Sistem Operasi

Pada Container berbasis Sistem Operasi, Container memiliki fitur yang mirip virtualisasi namun dengan peningkatan performa yang cukup signifikan karena tidak ada overhead dari sistem virtualisasi dan memanfaatkan kernel dan hardware dari induk. Teknologi ini banyak dipakai sebagai infrastruktur pada shared hosting dan virtual private server karena sifatnya yang high performance serta terisolasi antara container satu dengan yang lain.

 

Container berbasis Aplikasi

Container jenis ini, menawarkan teknologi dengan fitur-fitur yang memudahkan para pengguna, khususnya developer operation dalam membuat dan memaksimalkan suatu aplikasi yang dikelola nya. Container berbasis aplikasi ini selain memanfaatkan hardware sang induk, kernel induk, juga dapat memanfaatkan service-service lain dari container-container lain yang berjalan pada sistem yang saling berhubungan.
Dengan container jenis ini, kita dapat mendeploy banyak service yang bergantung pada service-service pendukungnya secara efisien karena tidak perlu menciptakan sistem operasi sendiri serta tidak ada duplikasi service.

Namun, walaupun dalam segi penggunaan dan performa lebih ringan dengan menggunakan Teknologi Container dibandingkan dengan Virtual Machine. Akan tetapi, setiap teknologi tersebut pasti memiliki kelebihannya masing-masing yang tentunya tidak dimiliki oleh salah satu dari teknologi tersebut.

Share this
10 Okt

Apakah yang dimaksud dengan Pay as your use?

Pay as your use adalah salah satu kelebiihan dari platform kami, dimana para pengguna Cloud kami hanya membayar sesuai dengan resources yang digunakan.

Apakah pay as your use sudah by default aktif?

Tidak, Pay as your use harus anda aktifkan secara manual menggunakan feature Autoscale pada Cloud Dashboard anda. Perlu di perhatikan, dalam melakukan konfigurasi untuk batas minimal dari autoscale harus sesuai dengan minimum requirement dari aplikasi anda. Hal ini dilakukan agar server anda tetap berjalan dan berfungsi dengan baik.

Share this
11 Sep

Perbedaan Hosting, VPS, dan Cloud Server/Virtual Data Center

Perkembangan zaman tak luput dari perkembangan ilmu teknologi yang ada di dunia ini. Salah satu teknologi yang saat ini terus berkembang di Indonesia yaitu teknologi Cloud Computing. Dengan teknologi ini, kita tidak lagi merasa sulit untuk mencari, menyimpan, dan mengelola data dan sistem informasi.

Banyak para pelaku bisnis di Indonesia yang sudah mulai mengembangkan bisnis nya dengan menggunakan sistem Cloud, karena lebih mudah dan lebih cepat serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Ada banyak sekali yang dapat di temukan pada sistem Cloud ini, seperti: Web Hosting, Virtual Private Server (VPS), dan Cloud Server/Virtual Data Center (Dedicated Server)

Namun, tahukan Anda perbedaan diantara ketiga nya itu? Jika tidak, Cloud Users tidak perlu khawatir, Cloudmatika akan memberikan penjelasan mengenai ketiganya. Berikut ini penjelasan dan perbedaan Web Hosting, Virtual Private Server (VPS), dan Cloud Server/Virtual Data Center.

Web Hosting merupakan tempat atau pusat untuk menampung semua file dan data yang dibutuhkan untuk membuat website agar dapat diakses melalui internet. File dan data tersebut dapat berupa gambar, script, email, database, domain, dan lainnya. Dengan webhosting, para pengembang bisnis dapat membuat Website untuk bisnis atau perusahaan mereka agar dapat dilihat dan dibaca oleh orang lain melalui internet.

Virtual Private Server bekerja layaknya Cloud Server/VDC (Dedicated Server) dan dapat dijadikan sebagai Web Hosting. Virtual Private Server merupakan virtual server yang memungkinkan pembagian sumber daya ke dalam virtual mesin pada server. Yang membedakan dengan Web Hosting yaitu Anda bebas menentukan Sistem Operasi yang ingin digunakan dan mendapatkan akses sebagai root. Di dalam VPS, Anda bebas menginstall program aplikasi apapun, dan dapat diinstall panel sebagai induk dari Web Hosting yang dapat membagi resource ke beberapa hosting.

Cloud Server/Virtual Data Center (Dedicated Server) merupakan server cloud yang sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk kebutuhan berskala besar. Anda dapat menentukan kebutuhan resource sesuai keinginan Anda, seperti RAM, CPU, Hardisk, dll. Dengan Cloud Server/VDC, Anda dapat membuat virtual mesin, container, ataupun docker dengan banyak pilihan sistem operasi.

Dengan Cloud Server/VDC, pengguna bisa menggunakan sumber daya/resource server secara leluasa karena adminstrasi server dikelola atau dimiliki oleh pemilik server. Dedicated server biasa digunakan oleh penyedia layanan hosting (VPS/Shared Hosting), application service provider atau website yang memiliki trafic tinggi dan membutuhkan resource yang tinggi.

Share this
17 Jun

Perbedaan Antara VM (Virtual Machine) dengan Container

Bagi para pengguna Virtual Data Center tentu sudah tidak asing lagi dengan dua kata diatas. VM (Virtual Machine) dan Container. Namun masih sedikit yang mengetahui bedanya VM dengan Container. Oleh karena itu, saya akan membahas perbedaan antara VM dengan Container. Namun, sebelum membahas perbedaan pada keduanya, saya akan memberitahukan apa itu VM dan apa itu Container.

 

VM (Virtual Machine) adalah perangkat lunak yang dapat mengisolasi sebuah mesin komputer serta dapat menjalankan semua program yang sama seperti pada komputer aslinya atau biasa disebut duplikat dari sebuah mesin komputer asli.

Sedangkan, Container dalam bahasa komputer adalah suatu teknologi yang dapat mengisolasi sebuah proses dari proses yang lainnya yang akan mengisolasi library dan aplikasi yang digunakan saja tanpa mengisolasi seluruh komponen seperti perangkat keras, kernel, sistem operasi, dan lain – lain.

 

VM (Virtual Machine)

CONTAINER

 

 

 

Walaupun keduanya sama-sama berjalan pada virtualisasi, namun VM dan Container ini memiliki beberapa perbedaan. Diantaranya yaitu:

  • Container lebih efektif dan ringan dibandingkan dengan VM (Virtual Machine)

Mengapa Container bisa lebih efektif dan lebih ringan dibanding dengan VM (Virtual Machine)? Jawabannya karena container hanya mengisolasi library dan aplikasi yang akan dijalankan saja. Berbeda dengan Virtual Machine yang mengharuskan untuk mengisolasi seluruh komponen seperti, perangkat keras, kernel, sistem operasi, dan lain – lain.

 

  • Container dapat melakukan efisiensi resource dengan sebaik – baiknya pada system

Berbeda dengan VM, Container ini dapat melakukan efisiensi penggunaan resource dengan sangat baik. Sehingga, ketika salah satu container sedang siap, maka container yang satunya bisa menggunakan resource milik container yang sedang iddle, begitupun sebaliknya.

 

  • VM (Virtual Machine) menggunakan seluruh resource yang ada pada host, sedangkan Container hanya menggunakan sedikit resource dari host

 

  • VM (Virtual Machine) menggunakan kernel tersendiri yang kemungkinan akan diproses langsung pada host

 

  • Container tidak diizinkan untuk mengakses kernel, sedangkan Virtuam Machine dapat menggunakan kernel tersendiri

 

Dari perbedaan-perbedaan diatas, anda dapat menentukan sistem virtualisasi yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya dengan mudah. Untuk anda yang ingin mencoba menggunakan VM (Virtual Machine) atau Container dari Cloudmatika. Anda harus memiliki Virtual Data Center yang bisa anda order disini.

Untuk langkah-langkah serta cara pembuatan VM (Virtual Machine) maupun Container, anda bisa lihat pada artikel bantuan disini.

Share this
05 Jun

Menjadi Reseller Cloudmatika dan Dapatkan Keuntungan Melimpah

Cloudmatika menghadirkan program Reseller bagi pengguna yang mempunyai pelanggan-pelanggan dan ingin menjual produk Cloud, tanpa waktu yang lama, biaya rendah, mudah, dan kualitas yang terbaik.

Cloudmatika menghadirkan 3 paket reseller yang sesuai dengan bisnis anda. Jika anda adalah satu dari System Integrator, Web Developer, Mobile App Developer atau bahkan Operator Telekomunikasi dan Intenet Service Provider maka sangatlah besar kemungkinan bahwa pelanggan anda membutuhkan produk dan layanan berbasis Cloud. Cloudmatika memiliki Paket Reseller yang akan cocok dengan kebutuhan dan profil bisnis anda. Anda bisa memilih diantara 3 pilihan berikut:

  • Reseller Lite
    Dengan pilihan ini, anda bisa memulai secepatnya. Tidak ada contract dan tanpa minimum commitment. Reseller lite sangat cocok untuk para System Integrators yang mengatur semua layanan untuk pelanggan mereka dan tidak perlu melakukan penjualan secara online

 

  • Fully Branded Reseller
    Dengan sistem Cloud untuk bisnis yang lengkap untuk anda, out-of-the-box tanpa ada investasi

 

  • Service Provider Partner
    Sebagai Mitra Service Provider, Anda biasanya memiliki jaringan IIX anda sendiri dan/atau konektivitas ke OpenIXP, begitu juga dengan IP public. Kami menawarkan benefit yang sama seperti “Fully Branded Reseller”, dengan tambahan:

    • Dedicate Server anda sendiri (yang di sediakan oleh Cloudmatika)
    • Akses Internet bisa anda sediakan sendiri langsung terhubung dengan Data Center kami dan terhubung langsung ke dedicated server yang di peruntukan untuk anda
    • Anda bisa menggunakan IP Public anda, sehingga customer anda dapat melihat informasi WHOIS dari IP tersebut adalah milik anda
    • Memiliki service yang exclusive, Dimana anda dapat memilih 400 Cloud Service di “APS Catalogue” (http://dev.appstandard.org/apps/) dan kami akan melakukan instalasi khusus untuk anda

 

Cloudmatika Reseller menjadi pilihan tepat untuk Anda yang ingin menjual Cloud kepada pelanggan Anda, karena memiliki banyak keuntungan yang akan anda dapatkan ketika menjadi Reseller Cloudmatika, diantaranya:

  • Konfigurasi yang mudah
  • Biaya yang murah
  • Proses yang cepat
  • Kecepatan stabil dengan kualitas cloud terbaik
  • Pelayanan 24/7
  • Tanpa ada biaya investasi
  • Mendatangkan benefit yang besar
  • Whitelabel dengan brand dan logo anda sendiri

 

Untuk anda yang ingin menjadi Reseller Cloudmatika bisa langsung menghubungi kami melalui Form Contact disini atau telepon ke +62 21 28565201

Share this
25 Apr

Hemat Uang Anda Dengan Menggunakan Container di Virtual Data Center

Container adalah salah satu infrastruktur cloud yang di berikan pada Virtual Data Center. Dengan berbagai keuntungan-keuntungan yang dimiliki Container dibandingkan dengan Virtual Machine. Anda kini dapat menghemat pengeluaran keuangan anda dengan menggunakan Container pada VDC. Di Cloudmatika, kami memberikan panel dengan pengaturan-pengaturan lengkap yang lebih mempermudah anda dalam mengatur Virtual Data Center anda.

Container sendiri hanya akan membebankan sedikit resource dalam menjalankan segala aktivitas. Sehingga dapat mengurangi beban biaya yang tinggi pada kebutuhan server anda.
Lalu, bagaimana caranya anda dapat menghemat uang anda untuk membuat sebuah virtual server atau Virtual Data Center? Jawabannya sangat mudah. Anda dapat menggunakan Container yang telah tersedia didalam produk Cloud Infrastruktur Cloudmatika.

 

Mengapa container dapat menghemat uang anda untuk sebuah virtual data center?

  • Penggunaan resource yang lebih kecil

Berbeda jika kita menggunakan Virtual Machine. Dengan Container, resource yang akan digunakan lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan VM. Sehingga beban pemakaiaan yang akan digunakan akan tetap stabil dan tidak terlalu berdampak pada pengeluaran.

  • Membayar sesuai dengan yang anda pakai (Pay as your use)

Pay as your use adalah salah satu kelebiihan dari platform kami, dimana para pengguna Cloud kami hanya membayar sesuai dengan resources yang digunakan.

Apakah pay as your use sudah by default aktif?

Tidak, Pay as your use harus anda aktifkan secara manual menggunakan feature Autoscale pada Cloud Dashboard anda. Perlu di perhatikan, dalam melakukan konfigurasi untuk batas minimal dari autoscale harus sesuai dengan minimum requirement dari aplikasi anda. Hal ini dilakukan agar server anda tetap berjalan dan berfungsi dengan baik.

  • Lebih ringan dan lebih cepat

Kita tahu, bahwa container lebih ringan dan juga lebih cepat dibanding menggunakan VM. Karena container hanya menjalankan library dan aplikasi nya saja, dan tidak menjalankan semua perangkat. Jika sebuah server berjalan dengan cepat dan ringan, maka akan memperlancar segala aktivitas yang berjalan pada server anda. Sehingga akan mendatangkan pendapatan/benefit yang besar.

 

Jika anda ingin membuat sebuah Container pada Virtual Data Center Cloudmatika, anda bisa melihat artikel bantuan disini.

Share this
17 Apr

Membuat Load Balancer di Cloud Virtual Data Center

Load Balancer sangat membantu ketika website atau toko online anda sudah memiliki traffic kunjungan yang sangat banyak, dengan menggunakan load balancer anda dapat membagi beban server anda ke beberapa server sehingga memberikan response time yang baik.

Untuk membuat load balancer silahkan mengikuti langkah berikut:

  • login di https://cloudmatika.com
  • Apabila anda membuat load balancer untuk pertama kalinya, Pada Tab Home menu Cloud pilih Create New Http Load Balancers

 

  • Masukkan Nama untuk load balancer anda

 

  • Pilih server yang ingin di balance lalu klik tombol add

Share this
21 Mar

Membuat Cloud Virtual Data Center (VDC)

Virtual Data Center (VDC) adalah sebuah teknologi komputasi awan yang digunakan untuk menyimpan data secara aman dan terjaga. Dengan Infrastruktur Cloudmatika, anda akan mendapatkan Virtual Data Center yang lengkap tanpa biaya bulanan yang tinggi. Anda bisa memiliki sebuah virtual server dengan ukuran kecil sampai dengan ratusan virtual server untuk menunjang infrastruktur yang lebih kompleks dengan fungsi, sistem operasi dan spesifikasi virtual mesin yang berbeda.

 

Keuntungan menggunakan Virtual Data Center dari Cloudmatika:

  • Tanpa biaya bulanan yang tinggi
  • Konfigurasi server yang instan dan fleksibel
  • Jaringan yang privat dan aman
  • Terdapat fitur autoscale
  • Tersedia fungsi load balancer
  • Pelayanan 24/7
  • Infrastruktur dan kecepatan tingkat tinggi

 

Berikut ini cara membuat virtual data center pada panel akun Cloudmatika. Untuk yang belum memiliki akun panel Cloudmatika, bisa langsung mengunjungi link berikut: https://www.cloudmatika.co.id/virtual-datacenter-order/

 

  1. Kita masuk terlebih dahulu kedalam akun panel Cloudmatika
  2. Isikan username dan password akun anda

  3. Setelah masuk kedalam akun panel, lihat pada menu Store dan klik “Buy More Service
  4. Pilih “Cloud Infrastructure” lalu klik Next

  5. Pada pilihan “Service Plan” lanjutkan dengan klik Next
  6. Klik Next pada “Subscription Periods
  7. Setelah itu anda diminta untuk memasukan nama domain anda, lalu klik Next
  8. Setelah selesai anda klik “Place Order” dan anda akan mendapatkan invoice Order dan instruksi pembayaran pada alamat email anda seperti gambar berikut:
  9. Silahkan lakukan pembayaran untuk mengaktifkan Virtual Data Center anda
  10. Setelah melakukan pembayaran, anda akan mendapatkan pemberitahuan pada email anda bahwa Virtual Data Center anda sudah aktif
Share this
21 Mar

Menambahkan Linux Container Pada Virtual Data Center

Apa sih Linux Container?

Linux Container adalah metode virtualisasi sistem operasi-level untuk menjalankan beberapa sistem Linux terisolasi (kontainer) pada host kontrol menggunakan kernel Linux tunggal. Berbeda dengan Virtual Machine (VM), yang menggunakan keseluruhan resource hardware yang ada pada host. Sehingga jika diibaratkan, pada Virtual Machine host langsung menjalankan double sistem operasi sekaligus.

 

Sebelum menambahkan Linux Container pada Virtual Data Center di Cloudmatika, pastikan anda sudah memiliki akun panel di Cloudmatika. Jika belum, silahkan daftar melalui link berikut ini: https://www.cloudmatika.co.id/?p=4997

 

Berikut ini adalah cara menambahkan Linux Container pada Virtual Data Center (VDC) di Cloudmatika

  • Pertama anda masuk ke website Cloudmatika
  • Kemudian anda klik “Login” yang terdapat di sebelah kanan atas
  • Setelah itu, anda masukan username dan password login anda
  • Setelah login, pastikan menu Subscription anda berada pada “CloudServer VDC (namadomain.com)
  • Klik “Cloud” pada bar menu, lalu klik “New Server”
  • Silahkan isi data sesuai dengan yang anda inginkan, lalu klik Next. Berikut adalah penjelasan dari kolom yang ada pada menu New Server:

    Parameter

    Description

    Server Name

    Nama yang akan diberikan untuk server tersebut. Nama Server harus unik tidak boleh sama.

    Nama dari server bisa mengandung huruf, angka, hyphens dan tidak boleh melebihi 63 karakter.

    Description

    Deskripsi dari Server.

    Backup Schedule

    Schedule untuk melakukan backup server.

    Specify custom hostname

    Menentukan hostname dari server. Anda dapat membuat hostname dengan FQDN contoh: server1.cloudmatika.com atau hanya depannya saja contoh server1.

    Catatan:

    Untuk membuat server bisa diakses dari external network , anda harus memilih domain pada kolom Register in domain. Apabila tidak, hanya server dari subnet yang sama saja yang bisa mengakses menggunakan hostname.

    Sebuah hostname dapat berisikan angka, huruf, hyphens, and titik serta tidak boleh lebih dari 63 karakter.

    Apabila kolom ini tidak diisi, maka nama yang anda masukkan di field Server Name akan digunakaan sebagai hostname.

    Preset Configurations

    Adalah list konfigurasi yang telah di definisikan sesuai dengan kebutuhan server pada umumnya. Meliputi jumlah Core CPU yang dibutuhkan, CPU Frequency, Disk dan seterusnya, sesuai dengan kebutuhan server yang yang dipilih.

    CPU Cores

    Jumlah CPU pada server

    CPU Frequency

    Besaran CPU power pada server.

    Disk Space

    Jumlah kapasitas Disk dalam gigabytes, yang akan dialokasilkan di server.

    RAM

    Jumlah memory yang akan dialokasikan di server.

    I will manage the OS kernel

    Adalah pilihan dimana anda dapat membuat virtual machine (dengan memilih opsi ini) atau container (biarkan pilihan ini kosong).

    Operating System

    Type operating system yang akan digunakan di server

    Register in domain

    Domain dimana server yang akan dibuat akan terdaftar. Field ini akan memiliki pilihan apabila anda mendaftarkan DNS anda.

    Apabila anda tidak memilih atau tidak memiliki domain pada pilihan tersebut maka hanya server yang berada di subnet yang sama yang bisa mengakses dengan menggunakan hostname dari server.

    Bandwidth

    Maximum bandwidth dalam Mbps.

    Number of IPv4 addresses

    Jumlah dari alamat IPv4 publik untuk server.

    Semua server anda sudah memiliki private IPv4 secara otomatis dengan kecepatan sampai dengan 10 Gbps. Semua server anda bisa saling berkomunikasi menggunakan private IP ini namun apabila anda tidak menambahkan IP Publik maka server anda tidak bisa diakses dari internet.

    Allow to configure the network settings from within the server

    Dengan memilih opsi ini, anda dapat melakukan konfigurasi semua network didalam server anda, kecuali IP address.

    Jika anda tidak memilih opsi ini, maka Cloud Infrastructure akan memberikan konfigurasi secara otomatis.

    Saat ini, opsi ini hanya bisa dilakukan pada:

    Linux virtual machine dan container

    Windows virtual machine

    Estimated Monthly Price

    Total harga yang harus dibayar perbulan untuk konfigurasi yang telah dipilih.

    Catatan: Harga yang tertera tidak termasuk discount dan harga per unit jika anda menggunakan Business Automation seperti halnya scale up atau scale down sehingga bisa saja terjadi perbedaan dengan harga tertagih yang akan anda terima.

    *Keterangan: Untuk “I will manage the OS kernel” jangan di centang untuk membuat container

  • Setelah selesai mengisi semua kolom, lanjutkan dengan klik Next
  • Selanjutnya anda diminta memilih Sistem Operasi yang ingin anda install di Virtual Data Center anda, lalu klik Next untuk melanjutkan
  • Anda sudah selesai menginstall Linux Container pada Virtual Data Center anda
  • Silahkan tunggu beberapa saat sampai state nya menjadi “Running“, seperti gambar berikut:
  • Untuk informasi login berupa username dan password, silahkan anda periksa alamat email yang anda daftarkan pada Cloudmatika
Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top