12 Des

Perlindungan Ekstra Ransomware Active Protection pada Cloud Backup

Hi Cloud Users,

Tahukan Anda jika Cloud Backup telah memberikan perlindungan ekstra dari serangan virus Ransomware seperti Petya, WannaCry dan Osiris? Jika belum, simak artikel berikut ini!

Active Protection Cloud Backup

Active Protection merupakan sebuah fitur yang memiliki kemampuan lebih untuk melawan virus ransomware yang membantu melindungi data Anda dari ancaman modifikasi data modern yang sangat berbahaya. Active protection sangat diperlukan untuk melindungi data Anda dari virus Ransomware seperti Petya, WannaCry dan Osiris.

 

Apa itu Ransomware?

Ransomware adalah jenis virus malware yang dapat menginfeksi komputer bahkan Android. Ransomware disebarkan melalui internet dan akan melakukan enkripsi data melalui jaringan internet juga. Ketika Ransomware menginfeksi sistem Anda, maka virus tersebut akan memblokir akses ke data Anda sampai Anda melakukan pembayaran/tebusan untuk membuka kembali data Anda yang terenkripsi.

 

Bagaimana Active Protection Bekerja?

Acronis Active Protection adalah teknologi perlindungan ransomware yang canggih. Dengan menggunakan sistem Cloud Backup, Active Protection secara aktif melindungi semua data di sistem Anda termasuk dokumen, file media, program dan lainnya. Serta melindungi data yang Anda Backup.

Active Protection selalu mendeteksi setiap perubahan data pada seluruh sistem Anda dan akan mencegah perubahan data yang terdeteksi membahayakan untuk sistem file dan data Anda. Hal ini sangat membantu Anda untuk mengidentifikasi serangan dari semua virus Ransomware, bahkan untuk jenis Ransomware yang belum muncul ke public. Selain itu, Active Protection memonitor Master Boot Record komputer berbasis Windows tidak akan membiarkan ada perubahan yang ilegal yang dilakukan untuk mencegah Anda agar bisa melakukan booting komputer dengan benar serta mengamankan proses aplikasi Acronis atau konten file yang dicadangkan.


Active Protection mampu mendeteksi ancaman  dari serangan virus yang sudah terindentifikasi maupun yang belum dikenal.
Deteksi tersebut dapat memastikan bahwa data Anda aman dari serangan Ransomware atau tidak. Active Protection mempertahankan whitelist – program yang digunakan untuk mencegah aktifitas yang di black list sehingga file back list tersebut tidak dapat diback-up.

 

Semua jenis file yang dibackup dapat di amankan dengan perlindungan ekstra Ransomware Active Protection pada Cloud Backup. Mulai dari file pengolah kata (txt, doc, xlxs, dll), gambar (jpg, jpeg, png, dll), aplikasi (exe, bin, dll), dan sistem-sistem file lainnya.

Segera lakukan Backup dan hindari terjadinya serangan malware yang akan membahayakan perangkat dan merugikan Anda. Dengan perlindungan ekstra Ransomware Active Protection, pekerjaan Anda tidak terganggu dengan malware yang berbahaya dan menyebar dengan cepat. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Cloud Backup, silahkan lihat pada link berikut ini:

Cloud Backup

Share this
28 Jun

Hati-Hati Ransomware Petya! Antisipasi Dengan Cloud Backup Segera!

Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan oleh Virus Ransomware WannaCry yang menyerang ke beberapa Rumah Sakit di Indonesia.
Dan kali ini, kita dikejutkan oleh Virus serupa yang bernama Ransomware Petya. Cara kerja Virus ini hampir sama dengan Virus Ransomware WannaCry, yaitu dengan mengunci semua data dan mengharuskan pemilik data yang terserang Virus tersebut untuk membayar melalui Bitcoin. Ransomware Petya ini sudah menyebar dengan cepat ke beberapa negara di Eropa.

Yang lebih menakutkan, Ransomware Petya ini telah menyerang Sistem Perbankan, Telekomunikasi, dan Sistem Keuangan lainnya. Seperti yang telah di informasikan oleh ID-SIRTII dan Kementerian Kominfo bahwa, untuk mengantisipasi serangan Virus Ransomware Petya dan Virus-virus yang lainnya salah satunya yakni dengan melakukan Backup Data. Backup Data tidak hanya menggunakan Hardisk Eksternal, tetapi juga dapat dilakukan di Cloud (Awan) yang selalu tersedia setiap saat serta memiliki keamanan tinggi.

Cloudmatika Backup merupakan layanan Backup Data di Cloud yang didukung oleh Acronis Backup Cloud dengan sistem keamanan tinggi dan memiliki Pusat Data di Indonesia, tepatnya di Bogor. Amankan data Anda segera sebelum Ransomware mengunci data-data milik Anda.

Klik link berikut untuk mulai mem-backup data-data Anda:
https://www.cloudmatika.co.id/cloud-backup/

Share this
16 Mei

Takut Terkena Virus Ransomware? Gunakan Cloud Backup Gratis 31 Hari

Beberapa hari ini, Indonesia dan beberapa negara lainnya sedang dihebohkan oleh serangan Virus jenis Malware yang bernama Ransomware WannaCry. Virus ini menyebar sangat cepat dan langsung menyerang ke komputer-komputer yang rata-rata menggunakan sistem Operasi Windows.

Untuk itu, Cloudmatika memberikan solusi bagaimana cara agar terhindar dari ancaman Virus Ransomware ini, yaitu dengan menggunakan Cloud Backup dari Cloudmatika. Dalam rangka untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari serangan Virus Ransomware Wannacry ini, Cloudmatika memberikan Gratis Cloud Backup selama 31 hari.

Ted Hilbert selaku CEO Cloudmatika sangat peduli terhadap keamanan data-data seluruh masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, Cloudmatika memberikan layanan Cloud Backup gratis selama 31 hari bagi Anda yang ingin mengamankan data-data penting Anda dari serangan Virus maupun kehilangan data. Dengan menggunakan Cloud Backup, maka Anda tidak perlu khawatir lagi akan Virus yang bernama Ransomware Wannacry ini. Mengapa demikian? karena Anda telah memiliki cadangan data yang tersimpan dengan aman di Cloud Backup Cloudmatika.

Tidak perlu khawatir lagi terhadap serangan Virus Ransomware! Amankan data anda segera di Cloud Backup Cloudmatika GRATIS 31 Hari!

Cloudmatika adalah satu-satunya dan pertama di Indonesia yang memberikan gratis Cloud Backup selama 31 hari untuk menyelamatkan semua orang agar data-data yang dimilikinya tetap aman. Apabila ancaman “cyber crime” ini berlanjut, kami akan membuka layanan gratis ini lebih lama.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Cloud Backup, silahkan langsung mengunjungi link berikut ini: https://www.cloudmatika.co.id/cloud-backup/

Share this
15 Mei

Bahaya Virus Ransomware dan Cara Mencegahnya

Virus Ransomware saat ini sudah menyerang ke beberapa negara dengan sangat cepat, salah satunya Indonesia. Virus ini tergolong virus yang berbahaya dan dapat merugikan semua yang terkena virus ini. Virus Ransomware termasuk kedalam Malware yaitu sebuah virus yang dapat merusak seluruh file sistem pada sebuah komputer yang menggunakan Sistem Operasi Windows. Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan pencegahan terhadap ancaman virus malware khususnya ransomware jenis wannacry.

Di Indonesia sendiri, virus ini sudah banyak menyerang ke berbagai Rumah Sakit. Cara kerja dari virus ini yaitu dengan menyusup dan menduplikasi dirinya ke dalam file sistem Windows dan mengenkripsikan seluruh file dengan cepat hanya dalam hitungan menit bahkan hitungan detik. Setelah mengunci seluruh file dalam komputer, virus ini akan memberikan sebuah notice atau peringatan berupa tata cara membuka seluruh file dengan melakukan pembayaran melalui Bitcoin. Apabila tidak memberikan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, ada kemungkinan seluruh data Anda akan terhapus dan hilang.

Biasanya virus ini masuk melalui SMB File Protocol/SMB Server, IIS Web Server, dan kesalahan pengguna komputer dalam membuka file yang merupakan virus ransomware. Virus ini masuk melalui salah satu komputer atau server yang terhubung ke internet, lalu dapat menyebar ke seluruh komputer dalam satu jaringan yang sama dan mengunci seluruh file dalam setiap komputer dengan cepat.

 

Berikut cara-cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah virus Ransomware:

  • Melakukan update pada SMB Server
    Salah satu cara virus ini dapat menyebar yaitu dengan memanfaatkan celah yang ada pada MBS Server. Oleh karena itu, anda harus rutin melakukan maintenance dan mengupdate MBS Server. Untuk dapat melakukan update pada MBS Server, silahkan anda kunjungi langsung link berikut ini: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx

 

  • Menonaktifkan fitur SMB jika tidak digunakan
    Jika anda merasa bahwa anda tidak perlu mengaktifkan fitur SMB ini, maka akan lebih baik jika menonaktifkannya. Untuk menonaktifkannya, Anda bisa langsung lihat artikel nya disini

 

  • Blok port 139/445 & 3389 jika tidak digunakan dengan firewall
    Blok Port 139/445 & 3389 dengan menggunakan firewall adalah salah satu cara yang tepat untuk mencegah virus ransomware masuk. Jika anda merasa bahwa tidak perlu menggunakan Windows Share dan juga Remote Desktop (TCP/UDP), maka langkah terbaik untuk mencegah virus ransomware masuk adalah dengan melakukan blok pada port 139/445 & 3389 dengan Windows Firewall.

 

  • Memisahkan komputer yang digunakan sebagai IIS Web Server dengan jaringan yang lainnya
    Kemungkinan penyebaran virus ransomware salah satunya dari celah yang ada pada IIS Web Server anda. Beberapa orang ada yang menjadikan IIS Web Server dalam satu jaringan dengan komputer lainnya, bahkan satu server dengan data-data penting didalamnya. Jadi, untuk menghindari penyebaran virus Ransomware ke seluruh komputer, alangkah lebih baik dengan memisahkan server untuk IIS Web Server dengan server atau komputer yang berisi data-data penting.

 

  • Selalu update Anti Virus
    Setiap perusahaan security Anti Virus pasti akan selalu berusaha mengupdate dan mencegah virus-virus masuk ke dalam komputer korban. Jadi, ketika terdapat jenis virus baru, setiap perusahaan security Anti Virus akan bergerak cepat untuk menambahkan list database virus nya dan melakukan kill pada setiap virus yang sudah ada di daftar database tersebut. Maka dari itu, dalam Anti Virus kita harus selalu melakukan update setiap saat agar terhindar dari serangan virus-virus lama maupun jenis virus baru.

 

  • Aktifkan Turn On Password Protected Sharing
    Jika server yang Anda gunakan mengharuskan untuk melakukan sharing file, sebaiknya aktifkan password protected sharing pada Windows untuk menghindari masuk dan menyebarnya Virus Ransomware ini.

 

  • Hati-hati dalam mendownload dan menginstall file yang ber-ekstensi .exe atau ekstensi installer lain
    Dalam mendownload dan menginstall file ber-ekstensi .exe, .bat dan ekstensi installer lainnya, sebaiknya selalu memperhatikan alamat website yang di download. Pastikan Anda mendownloadnya langsung dari website developer asli. Jika mendownload pada website lain, pastikan isi file tersebut benar-benar bebas dari virus. Anda bisa cek virus pada suatu aplikasi disini: https://www.virustotal.com/

 

  • Cek address email dan isi email saat menerima Email
    Dalam menerima email, pastikan melakukan pengecekan terhadap address pengirim. Hindari email-email yang berisikan address pengirim palsu dan sesegera mungkin untuk menandakan email tersebut sebagai spam, lalu laporkan sebagai phising.

 

  • Menonaktifkan fitur Autoplay Hardware
    Untuk menghindari penyebaran virus dari berbagai media penyimpanan diluar komputer yang digunakan. Alangkah baiknya untuk menonaktifkan fitur Autoplay Hardware. Caranya:
    Masuk ke Control Panel > Klik Hardware > Autoplay > hilangkan centang pada Use Autoplay for All Media

 

  • Gunakan Cloud Backup untuk mem-backup seluruh data
    Ini merupakan cara terbaik yang wajib di lakukan untuk mengamankan seluruh file anda dari serangan Virus Ransomware. Dengan melakukan Backup pada seluruh data pada Cloud Backup, anda tidak perlu khawatir lagi jika komputer anda terkena virus ransomware. Karena, jika komputer dan seluruh file terkena Virus Ransomware, anda sudah memiliki cadangan pada Cloud Backup Cloudmatika yang berisikan seluruh file-file penting maupun seluruh sistem pada komputer tersebut. Anda hanya perlu melakukan restore dan komputer yang terkena Ransomware akan pulih kembali dan aktivitas dapat berjalan normal. Cloud Backup dari Cloudmatika merupakan Cloud Backup terbaik yang ada di Indonesia dengan pusat data di Indonesia. Tepatnya di Bogor.

    Silahkan kunjungi link berikut ini untuk melihat lebih lanjut tentang produk Cloud Backup: https://www.cloudmatika.co.id/cloud-backup/
Share this
17 Apr

Menggunakan Initial Seeding Service Pada Cloud Backup

Initial Seeding adalah sebuah pilihan yang dapat membantu jika kita memiliki koneksi internet yang lambat dalam melakukan backup data dalam Jumlah yang besar atau backup seluruh mesin ke cloud storage. Dengan service ini kita dapat melakukan penyimpanan full backup secara lokal dan kemudian mengirimnya ke provider service backup (Cloudmatika) untuk proses upload. Setelah melakukan upload intitial seeding backup, hanya bagian yang incremental dari full backup yang di upload ke dalam cloud.

Bagaimana membuat initial seeding backup

Sebelum membuat sebuah initial seeding backup, cek pada provider service backup untuk availability, ketentuan dan prosedur untuk initial seeding backup ini.

  1. Jalankan Backup Management console.

  2. Pilih mesin yang akan dibackup dan buat sebuah backup plan baru. Initial seeding backup tidak akan bisa dibuat pada backup plan yang sudah ada, maka harus dibuat sebuah backup plan baru.

  3. Pilih data yang akan di back up, tujuan/tempat backup dan jadwal backup.

  4. Pada layar Backup options, pilih Use initial seeding:

  5. Pilih tujuan untuk initial seeding backup, dapat berupa folder lokal atau folder network.

  6. Apply backup plan dan jalankan

Pada saat dijalankan pertama kali, agent backup akan membuat backup lokal pada tujuan yang dipilih. Setelah backup selesai, kita dapat mengirim backup ke provider service untuk dilakukan upload.

Jangan melakukan penghapusan initial seeding backup plan. Tanpa backup plan incremental backup tidak akan bisa ditambahkan ke dalam seeded full backup.

 

Pemilihan media penyimpanan untuk pengiriman backup

Sebelum memilih media penyimpanan, cek untuk hard drive yang didukung. Mungkin kondisinya akan berbeda dari penjelasan dibawah.

Acronis-based backup service mendukung semua hard drive lokal atau hard drive network untuk membuat initial seeding backup. Tipe hard drive dibawah untuk initial seeding dapat digunakan untuk mengirim initial seeeding backup ke provider service backup:

  • external HDD dengan koneksi USB

  • SATA HDD

  • eSATA HDD

HDD dengan koneksi ATA, IDE, and SCSI tidak dapat digunakan.

HDD harus mempunyai satu volume dan menggunakan FAT32 atau NTFS file system.

Kita dapat melakukan backup secara langsung ke dalam drive yang akan dikirim atau salin backup ke dalam HDD setelah selesai dibuat.

Share this
17 Apr

Syarat Perangkat Lunak yang Dapat Digunakan pada Cloud Backup

Web browser

Cloud Backup Portal web interface supports the following web browsers:

  • Google Chrome 29 atau yang lebih baru
  • Mozilla Firefox 23 atau yang lebih baru
  • Opera 16 atau yang lebih baru
  • Windows Internet Explorer 10 atau yang lebih baru
  • Untuk sistem operasi OS X atau iOS gunakan Safari 5.1.7 atau yang lebih baru

Apabila menggunakan web browser yang lain (termasuk Safari dengan sistem operasi selain OS X dan iOS), akan menemukan kejanggalan pada user interface, dimana anda akan menemukan beberapa fungsi yang tidak tampil atau berkerja dengan baik.

Backup Agent untuk Windows

Windows XP Professional SP2+ (x86, x64)

Windows Server 2003/2003 R2 – Standard and Enterprise editions (x86, x64)

Windows Small Business Server 2003/2003 R2

Windows Vista – all editions

Windows Server 2008 – Standard, Enterprise, Datacenter, and Web editions (x86, x64)

Windows Small Business Server 2008

Windows 7 – all editions

Windows Server 2008 R2 – Standard, Enterprise, Datacenter, Foundation, and Web editions

Windows MultiPoint Server 2010/2011/2012

Windows Small Business Server 2011 – all editions

Windows 8/8.1 – all editions except for the Windows RT editions (x86, x64)

Windows Server 2012/2012 R2 – all editions

Windows Storage Server 2003/2008/2008 R2/2012/2012 R2

Windows 10 – Home, Pro, Education, and Enterprise editions

Windows Server 2016 – Technical Preview 4

Backup Agent untuk SQL, Exchange dan Active Directory

Setiap agen dapat diinstal pada mesin yang menjalankan sistem operasi apapun yang tercantum di atas dan versi yang didukung aplikasi yang terkait.

Agent for Office 365

Windows Server 2008 – Standard, Enterprise, Datacenter, and Web editions (x64 only)

Windows Small Business Server 2008

Windows Server 2008 R2 – Standard, Enterprise, Datacenter, Foundation, and Web editions

Windows Small Business Server 2011 – all editions

Windows 8/8.1 – all editions except for the Windows RT editions (x64 only)

Windows Server 2012/2012 R2 – all editions

Windows Storage Server 2008/2008 R2/2012/2012 R2 (x64 only)

Windows 10 – Home, Pro, Education, dan Enterprise editions (x64 only)

Windows Server 2016 – Technical Preview 4 (x64 only)

Backup Agent untuk Linux

Linux yang menggunakan kernel mulai dari 2.6.9 to 4.4 dan glibc 2.3.4 atau lebih

Linux x86 dan x86_64 :

Red Hat Enterprise Linux 4.x, 5.x, 6.x, 7.0, 7.1, dan 7.2

Ubuntu 9.10, 10.04, 10.10, 11.04, 11.10, 12.04, 12.10, 13.04, 13.10, 14.04, 14.10, 15.04, dan 15.10

Fedora 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, dan 23

SUSE Linux Enterprise Server 10 and 11

SUSE Linux Enterprise Server 12 – supported on file systems, except for Btrfs

Debian 4, 5, 6, 7.0, 7.2, 7.4, 7.5, 7.6, 7.7, 8.0, 8.1, 8.2, and 8.3

CentOS 5.x, 6.x, 7, and 7.1

Oracle Linux 5.x, 6.x, 7.0, 7.1, and 7.2 – both Unbreakable Enterprise Kernel and Red Hat Compatible Kernel

CloudLinux 5.x, 6.x, 7, and 7.1

ClearOS 5.x, 6.x, 7, and 7.1

Sebelum melakuakan instalasi agent pada system yang tidak memiliki RPM Package Manager, seperti halnya ubuntu, anda harus menginstal secara maual. Sebagai contoh dengan menggunakan: sudo apt-get install rpm

Backup Agent untuk Mac

OS X Mountain Lion 10.8

OS X Mavericks 10.9

OS X Yosemite 10.10

OS X El Capitan 10.11

Backup Agent untuk VMware

Backup agent diperuntukkan sebagai aplikasi Windows yang bisa di jalankan pada semua windows operating system namun terkecuali dengan list dibawah ini:

  • 32-bit operating systems are not supported.
  • Windows XP, Windows Server 2003/2003 R2, and Windows Small Business Server 2003/2003 R2 are not supported.

VMware ESXi 4.1, 5.0, 5.1, 5.5, and 6.0

 

Backup Agent untuk Hyper-V

Windows Server 2008 (x64) with Hyper-V

Windows Server 2008 R2 with Hyper-V

Microsoft Hyper-V Server 2008/2008 R2

Windows Server 2012/2012 R2 with Hyper-V

Microsoft Hyper-V Server 2012/2012 R2

Windows 8, 8.1 (x64) with Hyper-V

Windows 10 – Pro, Education, and Enterprise editions with Hyper-V

Windows Server 2016 with Hyper-V – Technical Preview 4

Backup Agent untuk Virtuozzo

Virtuozzo 6.0.10

Share this
13 Apr

Mengatasi Backup status is unknown pada Cloud Backup

Jika anda melihat Backup Machine anda memiliki status OFFLINE pada saat anda login kedalam Backup Managment Console Cloud Backup Cloudmatika dan mendapat sebuah pemberitahuan seperti gambar berikut ini:

 

Maka dapat dipastikan bahwa hal tersebut terjadi karena:

  • Pada saat waktu yang telah ditentukan untuk Backup, Server yang anda backup dalam keadaan tidak menyala
  • Pada saat waktu yang telah ditentukan untuk Backup, Server tidak terhubung ke internet
  • Pada saat waktu yang telah ditentukan untuk Backup, program aplikasi Cloud Backup Agent tidak berjalan

 

Untuk mengatasi hal tersebut dan membuat Cloud Backup anda kembali normal, berikut ini adalah cara yang dapat anda lakukan:

  1. Pastikan SERVER yang terpasang Cloud Backup Agent menyala
  2. Jika SERVER sudah dipastikan menyala, cek koneksi internet pada Server tersebut. Dan pastikan anda sudah terhubung ke internet
  3. Cek program aplikasi Cloud Backup Agent yang terpasang pada Server tersebut sudah berjalan atau belum, jika belum, jalankan program aplikasi Cloud Backup Agent pada Server anda
Share this
06 Apr

PROMO SPESIAL! Gunakan Cloud Backup Hanya Bayar Setengah Harga

Tingkatkan strategi perlindungan data bisnis Anda dengan menggunakan Cloud Backup dari Cloudmatika. Spesial untuk anda yang ingin menggunakan Cloud Backup dari Cloudmatika, cukup bayar setengah harga. Gunakan kode promo berikut untuk mendapatkan promo spesial setengah harga Cloud Backup dari Cloudmatika: 504EVER

Berikut ini cara penggunaan kode promo 504EVER Cloud Backup dari Cloudmatika:

  1. Buka website Cloudmatika
  2. Pada menu Produk, klik Cloud Backup
  3. Scroll ke bawah, lalu pilih paket produk Cloud Backup yang anda inginkan
  4. Tentukan jangka waktu dan additional features
  5. Klik Continue, lalu isikan kode promo: 504EVER pada kolom Promotion Code, lalu klik OK
  6. Pada kolom berikutnya, isikan data yang dibutuhkan dengan benar
  7. Klik Place Order, dan silahkan lakukan pembayaran sesuai dengan nominal yang tertera

 

Syarat & Ketentuan

  • Kode promo hanya berlaku pada layanan Cloud Backup
  • Promo dapat digunakan kapanpun
  • Berlaku untuk semua Paket Cloud Backup
  • Tidak dapat digunakan untuk Cloud Backup Trial
Share this
27 Mar

Cara Recovery Data dari Cloud Backup

Recovery merupakan proses mengembalikan file/data dari suatu tempat ke tempat yang lain atau ke tempat semula. Suatu proses recovery membutuhkan file/data yang sudah di backup terlebih dahulu. Jika Anda belum membackup file/data Anda, maka file/data Anda tidak dapat di recovery. Untuk mengaktifkan fitur Backup pada Cloud Backup dari Cloudmatika, silahkan lihat disini

Setelah kita mengetahui cara menggunakan fitur Backup pada Cloud Backup dari Cloudmatika, mari kita lihat cara untuk recovery file/data yang sudah di Backup pada Cloud Backup Cloudmatika. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Buka website Cloud Backup dengan alamat: https://backup.cloudmatika.com
  • Kemudian Login menggunakan username & password yang sudah dibuat pada Backup User
  • Setelah masuk, Anda klik nama Mesin yang ingin Anda Recovery file/data nya, lalu klik Recovery. Seperti gambar berikut ini:

 

  • Setelah itu, pastikan data/file yang ingin Anda recovery sudah sesuai, lalu klik RECOVER XXXXXXX (X = Nama Mesin/Files/Folders/System)
  • Disini saya memberikan contoh dalam me-recovery files/folders:

 

  • Lalu Anda akan diminta memasukkan password yang sudah Anda buat pada Backup Anda
  • Masukkan password Anda, lalu tentukan lokasi file/data yang ingin Anda Recovery
  • Disini Anda dapat memilih beberapa files/folders atau Anda ingin memilih semua dalam satu Mesin/Disk/Folder, seperti contoh berikut ini:

 

  • Anda klik Recover, lalu pilih lokasi penyimpanan pada pilihan PATH untuk file/data yang akan Anda recovery
    • Pilih Original location = Untuk menggunakan lokasi sesuai dengan lokasi yang Anda backup sebelumnya
    • Pilih Custom location = Untuk menggunakan lokasi penyimpanan sesuai dengan keinginan Anda

 

  • Klik START RECOVERY, lalu klik PROCEED
  • Tunggu sampai proses Recovery selesai, dan Anda akan melihat hasil nya pada lokasi penyimpanan atau PATH yang telah Anda tentukan
Share this
24 Mar

Mengaktifkan Fitur Backup di Cloudmatika Cloud Backup

Dengan menggunakan Cloud Backup dari Cloudmatika, berarti Anda termasuk orang yang pintar dalam mengamankan data Anda. Sebelum memulai mengaktifkan fitur Backup pada Cloud Backup dari Cloudmatika, pastikan Anda sudah mempunyai akun Cloudmatika yang sudah memiliki subscription Cloud Backup. Jika belum, silahkan klik disini.

Setelah Anda memiliki akun dan subscription Cloud Backup dari Cloudmatika, silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  • Masuk ke dalam akun anda pada website panel Cloudmatika
  • Isikan Username dan Password sesuai dengan akun yang sudah anda buat
  • Setelah masuk, pastikan menu subscription yang terdapat disebelah kanan atas menuju ke Cloud Backup
  • Lalu klik menu Backup, sepert pada gambar berikut:

 

  • Klik Log into Backup Console (Jika sudah membuat Backup User) atau klik Add New Backup User (Jika belum membuat Backup User)
  • Di sini saya langsung menuju Backup Console dengan meng-klik Log into Backup Console
  • Maka akan terbuka tab baru menuju website backup Cloudmatika
  • Anda akan masuk kedalam pilihan Add Machine, pilih Sistem Operasi yang diinginkan dan sesuai dengan milik anda.
  • Di sini saya menggunakan Servers Windows, karena saya menggunakan Windows Server 2012 R2

 

  • Download file nya, lalu jalankan file yang di download tersebut

 

Sebelum melakukan installasi, pastikan port TCP berikut tidak terhalang/terblok oleh firewall: 443, 8443, 7770 .. 7800, 44445

  • Klik Install untuk melakukan instalasi pada Windows Anda

 

  • Login dengan menggunakan akun Backup User Anda

 

  • Tunggu hingga proses instalasi selesai, lalu klik Close
  • Kembali kedalam Web Browser Anda.
  • Maka akan muncul tampilan seperti berikut pada akun Cloud Backup Anda:

 

  • Klik ENABLE BACKUP, lalu konfigurasi sesuai dengan keinginan Anda. Sebagai contoh, saya menggunakan konfigurasi sebagai berikut:

    Berikut adalah detail konfigurasi yang ada pada Backup Cloudmatika:

    Parameter

    Description

    WHAT TO BACK UP

    Ini merupakan pilihan tentang apa yang ingin Anda Backup


    Pilih Entire Machine – Untuk mem-backup satu mesin Server (sudah termasuk semua Disk).

    Pilih Disks/volume – Untuk mem-backup Disks/Volumes tertentu.
    Pilih Files/folders – Untuk mem-backup beberapa file atau folder pada Server anda.
    Pilih System State – Untuk mem-backup hanya System yang terdapat pada Server Anda.

    ITEMS TO BACK UP

    Pilihan ini hanya ada untuk Anda yang mem-backup Disks/volumes dan juga Files/folders.

    Silahkan tentukan lokasi Disk atau file yang akan Anda backup

    WHERE TO BACK UP

    Ini merupakan tempat Anda menyimpan hasil backup Anda pada Cloudmatika Cloud Backup

    SCHEDULE

    Fitur ini membuat backup berjalan sesuai dengan waktu yang telah di atur dan akan mem-backup Server Anda secara Otomatis.

    Pilih Monthly – untuk mem-backup setiap bulannya.

    Pilih Weekly – untuk mem-backup setiap minggu.

    Pilih Daily – untuk mem-backup setiap hari yang telah ditentukan

    Pilih Hourly – untuk mem-backup setiap jam yang telah di tentukan setiap harinya.

    HOW LONG TO KEEP

    Fitur untuk menentukan lama nya penyimpanan backup

    ENCRYPTION

    Digunakan untuk memberikan kata sandi agar data Anda lebih aman.

    Jadikan On dan isikan Password sesuai keinginan Anda

 

  • Setelah semua konfigurasi selesai dan sesuai keinginan, lanjutkan dengan klik APPLY
  • Lalu jalankan Backup dengan klik RUN NOW
  • Proses Backup akan berjalan untuk pertama kalinya, dan lama waktu yang berjalan pada proses backup sesuai dengan total size pada data Anda
  • Backup otomatis akan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada konfigurasi tadi
Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top