23 Jul

Dukung 10 Bali Baru , Cloudmatika Siap Kunjungi Negeri Laskar Pelangi

Hai Cloud User! Saat ini, travelling atau berlibur sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan kita. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki banyak keanekaragaman alam & budaya, memiliki potensi untuk mendapatkan devisa dari sektor non-migas, salah satunya adalah di bidang pariwisata. Tidak salah jika pemerintah Indonesia mulai fokus untuk mengembangkan pariwisata Indonesia demi menggenjot pendapatan devisa dari sektar non-migas.

Indonesia memiliki banyak tempat dan destinasi pariwisata untuk dikunjungi, Tetapi pada saat ini Bali masih mendominasi sebagai pilihan utama wisatawan asing selama berkunjung ke Indonesia. Maka dari itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata memiliki program untuk memperkenalkan 10 Destinasi Bali Baru

Berikut adalah 10 Bali Baru yang diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia:

1. Danau Toba, Sumatera Utara
2. Tanjung Kelayang, Bangka Belitung
3. Tanjung Lesung, Banten
4. Pulau Seribu, DKI Jakarta
5. Candi Borobudur, Jawa Tengah
6. Mandalika, Lombok
7. Gunung Bromo, Jawa Timur
8. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
9. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
10. Morotai , Maluku Utara

Kali ini kita akan membahas salah satu destinasi yang merupakan salah satu 10 Bali Baru yaitu Bangka Belitung.

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya laskar pelangi takkan terikat waktu bebaskan mimpimu di angkasa warnai bintang di jiwa menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surge bersyukurlah pada Yang Kuasa cinta kita di dunia”

Laskar Pelangi-Nidji “

Masih ingat penggalan lirik lagu tersebut ? Ya lagu tersebut adalah salah satu penggalan lirik film Laskar Pelangi (2008) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 26 September 2008Film Laskar Pelangi merupakan karya adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata.Film Laskar Pelangi menjadi salah satu film dengan jumlah penonton  terbanyak di Indonesia. Hampir 11 tahun berlalu keindahan pulau Belitung masih terparti dibenak kita. Tidak hanya kekayan alamnya tetapi kekayaan budaya & tradisinya. Tidaklah salah jika Belitung menjadi salah satu 10 Bali baru.

Bangka Belitung yang memiliki potensi untuk mendatangakan kunjungan wisatawan mancanegara  ke daerahnya masih membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak oleh karena itu Institut Pertanian Bogor Departement Biology akan mengadakan workshop tentang pariwisata untuk stakeholder pariwisata provinsi Bangka Belitung, Rencananya kegiatan ini akan diadakan di Hotel Grand Hatika pada Jumaát 26 Juli 2019. Cloudmatika turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Ted Hilbert, CEO dari Cloudmatika dan Lukman Nur Hakim, Cloud Engineer Team Leader Cloudmatika akan mengisi salah satu sesi workshop dengan tema “Enhancing Tourist Experience Through Digital Tourism”. Pada sesi tersebut, mereka akan melakukan diskusi dan pemaparan mengenai pemanfaatan teknologi digital pada industri pariwisata mulai dari pemanfaatan website , aplikasi , search engine optimize pada google dan lainnya .Cloudmatika berharap, teknologi digital dapat membantu para pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan juga kegiatan ekonomi di daerah tersebut.

Follow us on

Facebook         : Cloudmatika

Linkedin          : Cloudmatika

Instagram        : Cloudmatika          

Website           : www.cloudmatika.co.id

Share this
04 Jul

Cloudmatika Turut Berpartisipasi Pada Singapore Cloud & Data Center Convention 2019

Singapore Cloud & Data Center Convention 2019 yang rencananya akan digelar di Sands Expo Centre pada tanggal 11 Juli 2019  acara yang  diorganiser oleh W Media merupakan event dimana para pelaku bisnis di dunia cloud untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai industri cloud

Dalam rangka mendukung industri Cloud agar terus berkembang, CEO Cloudmatika|Part Of Tsukaeru Group (Ted Hilbert)  turut berpartisipasi sebagai pembicara pada salah satu panel dengan topik  diskusi ASEAN Cloud & Datacenter Regulatory Dialogue – Data Sovereignty, Cloud Computing, Investments and more! bersama dengan pembicara lainnya. Dan CEO Tsukaeru Group (Jason Frisch) juga akan turut menghadiri kegiatan ini.

Pada kegiatan Singapore Cloud & Data Center Convention 2019 terdapat banyak kegiatan menarik yang dapat cloud user ikuti, mulai dari berbagai sesi panel diskusi dari pembicara-pembicara di dunia cloud, pameran & presentasi produk dari perusahaan-perusahaan teknologi cloud  dan Private Executive Forum dimana akan ada diskusi dengan topik Data Center Innovations: Discussions around Green Data Centers, Standards and Challenges. Untu susunan kegiatan Singapore Cloud & Data Center Convention 2019 dapat diakses diwebsite berikut ini https://w.media/cdc-sg-2019/agenda/

Dapatkan Update Selanjutnya Mengenai Kegiatan Singapore Cloud & Data Center Convention 2019 di website & media social kami.

Share this
14 Feb

Rumah Sakit AS Membayar 55.000 US Dollar kepada Peretas Setelah Terkena Ransomware

Hancock Health telah membayar peretas sebesar $ 55.000 untuk membuka sistem yang telah terkena infeksi ransomware yang meminta tebusan melalui bitcoin seperti dilansir pada laman berikut ini:
http://www.zdnet.com/article/us-hospital-pays-55000-to-ransomware-operators/

Rumah sakit yang berbasis di Greenfield, Ind, mengungkapkan bahwa serangan ransomware yang sukses pada hari Kamis telah menyandera sistem TI di rumah sakit, meminta pembayaran uang tebusan dengan Bitcoin (BTC) sebagai pengganti kunci pembuka Ransomware.

Chief Strategy Officer (CSO) Hancock Health, Rob Matt mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut terjadi sekitar pukul 9.30, dan sementara karyawan segera menyadari adanya malware, sudah terlambat untuk mencegah penyebaran virus ke sistem email rumah sakit, kesehatan elektronik, catatan, dan sistem operasi internal. Menurut media lokal , pemilik ransomware di balik serangan tersebut menargetkan lebih dari 1.400 file dan mengganti namanya menjadi “I’m sorry” sebagai bagian dari serangan tersebut.

CEO Kesehatan Hancock Steve Long percaya bahwa para peretas berada di Eropa Timur, memperoleh akses ke sistem rumah sakit dengan masuk dengan kredensial vendor pihak ketiga ke dalam portal akses jarak jauh Rumah Sakit Hancock. Sistem kemudian terinfeksi dengan uang tebusan SamSam Ransomware. Jenis malware tertentu ini menargetkan server yang rentan dan setelah dipasang pada satu mesin merambat dan menyebar ke orang lain di jaringan yang sama.

Long mengatakan bahwa sementara backup bisa digunakan untuk memulihkan sistem yang terinfeksi dan file yang dienkripsi oleh ransomware, mungkin dibutuhkan “hari, bahkan mungkin berminggu-minggu,” untuk memulihkan sistem tersebut. Sementara, rumah sakit diberi waktu tujuh hari untuk membayar infeksi file-file yang secara permanent dienkripsi dan tidak dapat diakses.

Ransomware ini dapat digunakan dalam penyebaran shell web, penggunaan script batch untuk menjalankan malware pada beberapa mesin, akses jarak jauh, dan tunneling. Ketika sebuah bisnis membayar tuntutan semacam itu, mereka tidak hanya mendanai operasi ransomware lebih jauh, tetapi juga mengambil risiko. Kunci dekripsi yang dijanjikan mungkin tidak akan diberikan atau bekerja, sehingga membuat korban kehabisan uang dan malah tanpa mendapatkan akses ke file mereka. Namun dalam kasus ini, setelah Hancock Health membayar peretas menyerahkan kunci dekripsi yang bekerja begitu mereka menerima pembayaran sesuai keinginan mereka.

“Melalui kerja tim tim teknologi Hancock yang efektif, sebuah kelompok konsultasi teknologi ahli, dan tim klinis kami, Hancock dapat memulihkan penggunaan komputernya, dan saat ini, tidak ada bukti bahwa informasi pasien pun terpengaruh” menurut pernyataan Hancock Health.

 

Share this
28 Jun

Hati-Hati Ransomware Petya! Antisipasi Dengan Cloud Backup Segera!

Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan oleh Virus Ransomware WannaCry yang menyerang ke beberapa Rumah Sakit di Indonesia.
Dan kali ini, kita dikejutkan oleh Virus serupa yang bernama Ransomware Petya. Cara kerja Virus ini hampir sama dengan Virus Ransomware WannaCry, yaitu dengan mengunci semua data dan mengharuskan pemilik data yang terserang Virus tersebut untuk membayar melalui Bitcoin. Ransomware Petya ini sudah menyebar dengan cepat ke beberapa negara di Eropa.

Yang lebih menakutkan, Ransomware Petya ini telah menyerang Sistem Perbankan, Telekomunikasi, dan Sistem Keuangan lainnya. Seperti yang telah di informasikan oleh ID-SIRTII dan Kementerian Kominfo bahwa, untuk mengantisipasi serangan Virus Ransomware Petya dan Virus-virus yang lainnya salah satunya yakni dengan melakukan Backup Data. Backup Data tidak hanya menggunakan Hardisk Eksternal, tetapi juga dapat dilakukan di Cloud (Awan) yang selalu tersedia setiap saat serta memiliki keamanan tinggi.

Cloudmatika Backup merupakan layanan Backup Data di Cloud yang didukung oleh Acronis Backup Cloud dengan sistem keamanan tinggi dan memiliki Pusat Data di Indonesia, tepatnya di Bogor. Amankan data Anda segera sebelum Ransomware mengunci data-data milik Anda.

Klik link berikut untuk mulai mem-backup data-data Anda:
https://www.cloudmatika.co.id/cloud-backup/

Share this
23 Mar

Cloudmatika Meluncurkan BaaS di Indonesia dengan dukungan Acronis Backup Cloud

Cloudmatika Meluncurkan BaaS di Indonesia dengan dukungan Acronis Backup Cloud

Jakarta, 25 November 2015 — Acronis®, pemimpin global di bidang perlindungan data generasi baru, hari ini mengumumkan ketersediaan Acronis Backup Cloud di Indonesia melalui kemitraan baru dengan Cloudmatika, penyedia layanan komputasi awan yang didukung oleh perusahaan Jepang untuk UKM, perusahaan, dan organisasi pemerintah.

Layanan ini disediakan dari dua pusat data yang terpisah secara geografis di Jakarta Pusat, untuk memastikan ketersediaan dan keamanan semua data pelanggan yang tersimpan di dalam jaringan Cloudmatika secara maksimal. Pelanggan Acronis Backup Cloud menjalin koneksi secara langsung dengan pusat data, dan tidak ada data yang ditransfer keluar dari negara ini. Filosofi perusahaan adalah untuk menghadirkan solusi komputasi awan terbaik dari seluruh dunia dan mengelola serta meng-hosting-nya secara penuh di Indonesia, untuk pasar negara Indonesia.

“Setelah penerapan Acronis Backup Cloud yang sukses di Jepang, kelompok perusahaan kami mencatat angka pertumbuhan penjualan yang pesat dan peningkatan pada tingkat kepuasan pelanggan. Menjadi jelas bagi kami bahwa kami perlu meningkatkan kesuksesan tersebut lebih lanjut dengan meluncurkan layanan awan (cloud) Acronis di Indonesia juga. Meskipun target pelanggan utama kami adalah UKM, kami sudah mendapat banyak perhatian dan permintaan dari para pelanggan Perusahaan dan Pemerintah di masa pra-peluncuran layanan ini. Ada permintaan yang tinggi terhadap layanan kami dan kami sangat gembira bisa menawarkan Pencadangan sebagai Layanan (Backup-as-a-Service) dalam kemitraan kami bersama dengan Acronis,” ungkat Ted Hilbert, CEO dari Cloudmatika.

Menurut penelitian Wawasan Awan UKM yang dirilis oleh Odin pada awal tahun ini, pasar layanan awan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia diperkirakan meningkat pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 30 persen dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, dari Rp. 15 Triliun (USD 1,2 Miliar) pada tahun 2015 hingga Rp. 33 Triliun (USD 2,7 Miliar) pada tahun 2018. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh para UKM yang memindahkan fungsi usahanya ke awan, dengan didorong oleh ketersediaan alat bantu dan solusi yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan seperti Cloudmatika.

Acronis berkomitmen untuk mendukung para penyedia layanan dalam menawarkan solusi perlindungan data secara lengkap, yang mencakup pencadangan, pemulihan bencana, dan sinkronisasi serta pembagian berkas. Acronis percaya bahwa perlindungan data secara menyeluruh tidak hanya membutuhkan keamanan data yang paling canggih, tetapi juga keamanan data untuk melindungi perusahaan dari ancaman luar, dan privasi data untuk memastikan bahwa mereka tetap bisa mengendalikan data mereka setiap saat –dalam perjalanan, pada perangkat mobile dan di awan. Untuk mencapai hal ini, Acronis memanfaatkan arsitektur yang sangat fleksibel dan terbuka yang mendukung integrasi secara mudah dengan solusi pihak ke-3 terkemuka lainnya, standar enkripsi global terbaru, termasuk AES256, dan pencarian yang bersifat pribadi dan aman.

Acronis Backup Cloud dirancang untuk memenuhi kebutuhan beban kerja dan sumber data secara luas yang dikelola oleh para penyedia layanan dan pengguna akhir dewasa ini, termasuk Windows®, Mac®, Linux, Hyper-V, VMware®, RHEV, XEN, KVM, Oracle® VM, Microsoft Exchange®, dan SQL, serta XEN®, KVM, Linux®, Virtuozzo, Docker®, Open-Xchange, dan MySQL®.

“Solusi perlindungan data Acronis dirancang untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan privasi data, serta membuatnya terlihat sederhana bagi para penyedia layanan dan distributor agar bisa dijual sebagai layanan baru untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ungkap Rudy Rangkuti, Acronis Country Manager di Indonesia. “Kami bertujuan untuk menjadi yang terbaik dalam hal keamanan untuk perlindungan data awan, dan kemitraan dengan para pemimpin di bidang industri setempat mendukung tujuan kami ini.”

Tentang Cloudmatika:

Cloudmatika merupakan merek terdaftar dari PT Awan Solusi Informatika, sebuah perusahaan Indonesia yang berbasis di Jakarta dan dimiliki oleh Iska Group of Companies. Layanan Komputasi Awan yang disediakan oleh Cloudmatika merupakan kerjasama teknologi dengan Tsuakeru Group dari Jepang. Filosofi Cloudmatika adalah untuk menghadirkan solusi Komputasi Awan terbaik dari seluruh dunia dan mengelola serta meng-hosting-nya secara penuh di Indonesia, untuk pasar negara Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://cloudbackup.co.id/

Sumber : http://www.acronis.com/en-sg/pr/2015/11/25-07-31.html

Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top