30 Mei

Pemilihan Data Center yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Dalam mengelola sistem IT perusahaan, ada hal sangat penting yang harus dipertimbangkan, yakni pemilihan data center (pusat data). Pemilihan data center merupakan bagian penting untuk bisnis perusahaan Anda, apalagi bisnis yang bergerak dalam  bidang e-commerce. Data Center yang merupakan lokasi penyimpanan sever dan data yang berkaitan dengan operasional dan bisnis dari sebuah perusahaan haruslah sesuai dengan standarisasi data center yang ada di Indonesia.

Dalam menentukan data center, perusahaan memiliki dua opsi yaitu membangun sebuah data center sendiri atau menyewa data center di penyedia data center yang ada di Indonesia. Namun, jika sebuah perusahaan ingin membangun sebuah data center sendiri, maka harus siap untuk mempersiapkan biaya, tenaga kerja, dan harus memenuhi standarisasi data center di Indonesia. Perusahaan yang ingin membangun data center sendiri harus memastikan ketersediaan pasokan listrik, pendingin, dan sarana lain yang memastikan sistem IT yang berada di dalam data center tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu kontinuitas operasi perusahaan.

Namun pada opsi lain, perusahaan dapat mengelola sistem IT perusahaan dengan menyewa sebuah data center kepada penyedia data center yang ada di Indonesia. Mulai dari data center TIER I, TIER II, TIER III, sampai TIER IV yang perbedaan pada umumnya ialah berkaitan dengan kelistrikan. TIER III harus mempunyai dua jalur listrik berbeda, tidak boleh melalui gardu yang sama. Sehingga, apabila terdapat satu jalur listrik yang mengalami permasalahan atau tidak menyala, masih dapat menggunakan satu jalur lainnya.

Data Center yang baik setidaknya telah dilengkapi dengan Dynamic Rotary UPS (DRUPS), sehingga suplai listrik masih tetap berjalan saat listrik putus hingga genset mengambil alih fungsi listrik. Kemungkinan adanya jeda antara putusnya listrik dengan aktifnya genset dapat ditutup dengan sistem DRUPS. Lokasi data center pun menjadi perhatian penting bagi sebuah bisnis untuk kedepannya, sehingga setiap proses transaksi dan keberlangsungan bisnis tidak terganggu.

Menyewa data center lebih efektif dari segi biaya dan masalah pencurian data pun juga terjamin. Data center menjadi penting bagi suatu perusahaan karena sangat berkaitan dengan produktivitas, pendapatan, peluang, dan kepercayaan pelanggan.

Adapun kriteria dalam pemilihan data center yang tepat untuk bisnis Anda apabila perusahaan Anda ingin melakukan sewa data center untuk sistem IT perusahaan Anda:

  1. Selalu Tersedia

    Setiap perusahaan selalu mengharapkan agar bisnisnya selalu beroperasi setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi pada perusahaan yang bergerak dalam sebuah bisnis online atau e-commerce. Untuk itu, ketersediaan data center sebagai pusat penyimpanan data maupun transaksi sangat diperlukan untuk memenuhi bisnis perusahaan agar tidak terjadi kerugian. Pilihlah data center yang telah memiliki sertifikasi baik TIER III ataupun TIER IV yang memiliki lebih dari satu jalur listrik untuk sebagai pengganti jalur utama apabila terjadi permasalahan

  2. Letak Data Center

    Hal yang perlu di pikirkan dan tidak bisa dilewatkan adalah letak data center. Data center yang baik pada umumnya haruslah memiliki kriteria seperti berada diluar jalur gempa bumi dan tsunami, tidak berada pada wilayah rawan banjir, biasanya dibangun diatas permukaan setinggi lebih dari 2 meter, jauh dari jalur penerbangan pesawat, mudah di akses, dan sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa tempat tersebut dapat dijadikan lokasi data center

  3. Keamanan

    Data center yang baik harus memiliki sistem pengamanan yang baik, mulai dari segi infrastruktur, akses karyawan, maupun akses pengunjung. Sistem pengamanan gedung biasanya menggunakan sensor biometrik mulai dari masuk lift sampai ke ruangan data center dan demikian pula pengamanan secara software dan perangkat jaringan yang ada pada data center tersebut, karena sebuah data center menyimpan banyak data dan sistem aplikasi untuk melayani jutaan orang sehingga point ini harus diperhatikan agar setiap data bisnis Anda tetap terjaga

 

Dari kriteria diatas, Anda sudah dapat menentukan data center yang tepat untuk bisnis Anda. Ada banyak penyedia data center di Indonesia terutama di Jakarta yang telah memiliki kriteria diatas.

Share this
25 Mei

SaaS: Solusi Document Management Pertama di Indonesia!

Document Management System merupakan sebuah layanan aplikasi yang digunakan untuk menyimpan maupun berbagi file serta dokumen dalam suatu perusahaan yang di kelola pada satu pusat data sehingga mempermudah user atau karyawan untuk mengelola file atau dokumen tersebut.

Cloudmatika Document Management System adalah Software as a Service (SaaS) pertama di Indonesia yang berjalan di atas platform Cloud. Dengan adanya Document Management ini, Cloudmatika berharap agar setiap perusahaan di Indonesia dapat dengan mudah dalam memberikan akses, menyimpan, maupun mengelola suatu dokumen kepada para pengguna/karyawan yang diizinkan. Document Management System (DMS) sangat bermanfaat dalam mengefektifkan dan mengefisienkan proses bisnis. Manfaat yang utama adalah pengguna dapat menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat, sehingga dapat membantu proses menjadi lebih cepat, baik dan murah.

Secara lebih spesifik lagi, DMS memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan produktivitas proses bisnis
    DMS dapat membantu penambahan produktivitas pekerja dimana pekerja dapat mengakses dan berinteraksi dengan informasi yang lebih cepat dan tepat

 

  • Meningkatnya response time proses bisnis
    Pencarian file dokumen, update dokumen, dan pendistribusian dokumen digital dapat dilakukan jauh lebih cepat dengan DMS

 

  • Menghemat total biaya dokumen dan meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan
    Terbayangkah Anda berapa banyaknya ruangan yang tersita di kantor Anda untuk tempat dokumen. Berapa jumlah kertas, filling cabinet, ruangan dan tenaga yang digunakan untuk sistem manajemen dokumen Anda sekarang. DMS dapat menghemat biaya – biaya tersebut, karena dimensi penyimpanan file digital yang jauh lebih kecil dan lebih murah daripada sistem penyimpanan file konvensional. DMS Secara dramatis menurunkan ukuran ruang penyimpanan dokumen, menggantikan gudang dokumen dengan media penyimpanan elektronis yang jauh lebih kecil seperti harddisk, disket dan CD

 

  • Menurunkan biaya tambahan
    Dengan menerapkan DMS, maka biaya-biaya overhead untuk penyimpanan dokumen konvensional seperti : kertas, foto-copy, filing cabinet, dan lain sebagainya dapat ditekan sampai dengan 0 Rupiah

 

  • Mengurangi resiko kehilangan ataupun kerusakan dokumen
    Dengan menyimpan dokumen secara digital, gangguan rayap jelas akan dinihilkan 100%. Gangguan yang lain seperti kebakaran dapat diminimalisasi dengan sistem penyimpanan yang lebih canggih daripada sekedar dokumen kertas konvensional

 

  • Document sharing dan password management
    Melalui DMS, pemakaian dokumen dapat dilakukan secara bersamaan oleh beberapa user sekaligus, serta memberikan sebuah password untuk sebuah dokumen penting perusahaan sehingga membuat sebuah dokumen lebih aman dan tidak dapat dibaca maupun diubah oleh seseorang yang tidak diizinkan
Share this
26 Mar

Amankan Segera Website Anda dari Serangan DDOS Attack dengan DDOS Protection

Apa itu DDoS Attack (Distributed-Denial-of-Service attack)?

DDoS Attack merupakan sebuah usaha penyerangan dengan cara mengirimkan ribuan bahkan jutaan permintaan sekaligus kepada suatu server untuk membuat sumber daya pada server menjadi tidak bekerja secara efisien atau bahkan lumpuh (down). Tidak hanya menyerang sebuah website, biasanya DDoS juga dapat dikirimkan oleh seseorang kedalam berbagai jenis dari jaringan seperti router, mail server, web server, dan berbagai aplikasi server lainnya.

DDoS Attack sendiri sangat populer dan paling sering digunakan untuk menyerang dan membuat suatu web server down seketika atau bahkan lumpuh dan tidak dapat diakses. Ada banyak sekali jenis-jenis serangan DDoS yang sering digunakan oleh penyerang, diantaranya:

  • TCP SYN Floods
  • TCP FIN Floods
  • TCP RST Floods
  • TCP Fragment attacks
  • TCP Syn Spoofed
  • HTTP GET Floods
  • HTTP Post Floods
  • HTTP XMLRPC PingBack attacks
  • HTTP HEAD Floods
  • HTTP Cache Control
  • HTTP SSL Saturation
  • Slowloris
  • ICMP Floods
  • Brute Force
  • TCP Ack FloodsPing of Death
  • DNS NXDomain Floods
  • Amplified DNS DDoS
  • RUDY
  • Smurf and other attack

 

Mengantisipasi Serangan DDoS dengan DDoS Protection

Terkadang, seseorang tidak memperdulikan sisi keamanan sebuah website mereka dan cenderung merasa bahwa website mereka telah aman dari serangan DDoS tanpa fitur DDoS Protection. Pada nyatanya, sebuah serangan DDoS tidak hanya mengacu kepada resource yang dimiliki oleh server, namun juga kerentanan atau celah yang terdapat pada suatu website.

Cloudmatika sendiri bekerja sama dengan Cloudbric dalam menyediakan sebuah proteksi dari serangan DDoS untuk masyarakat di Indonesia dalam mengamankan websitenya dari segala serangan DDoS. Cloudbric DDoS Protection atau biasa disebut Anti DDoS dihadirkan di Indonesia untuk membuat masyarakat merasa lebih mudah dalam mengantisipasi dan juga mencegah segala bentuk serangan DDoS yang datang. Dengan fitur yang lengkap dan juga keamanan yang terjamin, membuat para developer tidak perlu takut lagi akan serangan-serangan DDoS yang ditujukan kepada websitenya.

 

Keunggulan Cloudbric DDoS Protection

Beberapa keunggulan Cloudbric DDoS Protection yang harus diketahui oleh masyarakat di Indonesia untuk melengkapi sistem keamanan pada website mereka, diantaranya:

 

  • Identifikasi DDoS Lebih Awal dan Block Aktivitas Mencurigakan

Memiliki sistem real-time protection yang menjadikan website Anda melakukan identifikasi setiap saat terhadap serangan-serangan yang datang dan melakukan blok secara langsung apabila teridentifikasi sebagai serangan. Pada Cloudbric DDoS Protection juga terdapat live monitor dari serangan yang datang dan juga serangan yang telah terblok. Sehingga Anda akan mengetahui detail serangan yang terjadi terhadap website Anda

 

  • Latency Rendah dan Pusat Data di Indonesia

Menggunakan DDoS Protection Cloudmatika akan membuat Anda memiliki proteksi serangan DDoS dengan latency yang rendah karena server kami berada di Indonesia. Jika Anda menggunakan DDoS Protection yang memiliki server di luar Indonesia, maka akan menyebabkan layanan Anda sedikit terganggu akan latency yang ada. Sehingga mengakibatkan performa layanan Anda menjadi menurun dan sedikit lebih lambat

 

  • Gratis SSL Support

Apabila Anda menggunakan DDoS Protection, Anda juga dapat melakukan Custom SSL langsung secara gratis. SSL sangat penting bagi sebuah website untuk melindungi informasi pengunjung dan data aplikasi lainnya, sehingga enkripsi semua komunikasi melalui SSL membuat data hanya dapat dibaca oleh pihak yang diinginkan

 

  • Termasuk Web Application Firewall

Tidak hanya sekedar proteksi dari serangan DDoS saja, kami juga memberikan tambahan fitur Firewall untuk meningkatkan sisi keamanan website Anda. Anda dapat dengan mudah mengatur konfigurasi Firewall langsung dalam Dashboard

 

  • Biaya Yang Murah

Anda tidak perlu takut akan biaya yang mahal untuk melakukan proteksi terhadap website Anda. Dengan Cloudbric DDoS Protection dari Cloudmatika, Anda akan mendapatkan biaya yang sangat terjangkau dan tentunya dengan fitur serta sistem keamanan yang canggih. Silahkan dilihat pada halaman DDoS Protection kami untuk melihat detail harga yang kami berikan

 

Fitur Yang Didapat dari DDoS Protection

FeaturesCloudbricIncapsulaCloudflare
DDoS ProtectionFree$299$200
SSL SupportFree$59Free
Custom SSLFree$299$200
OWASP Core Rule SetFree$59$20
Login ProtectionFreeFree$200
PCI – CertifiedFree$59$200
Logic based WAFFree$59
ReportFreeEnterprise
 
Untuk mengetahui detail DDoS Protection di Indonesia yang disediakan oleh Cloudmatika, silahkan lihat pada link berikut ini:
Share this
27 Feb

Fitur Terbaru ESXi VMWare Replication untuk Mempermudah Disaster Recovery

Cloud Backup & Disaster Recovery merupakan salah satu layanan yang ada di Cloudmatika untuk mempermudah pengguna untuk melakukan Backup dan Recovery secara Online. Jika sebelumnya Cloudmatika telah menjelaskan mengenai Perlindungan Ekstra Ransomware Active Protection pada Cloud Backup, kali ini Cloudmatika akan menjelaskan mengenai fitur terbaru dari Acronis Cloud Backup & Recovery yaitu Acronis ESXi VMWare Replication.

Kita tahu bahwa rata-rata teknologi yang digunakan di perusahaan yang berada di Indonesia ini menggunakan teknologi VMWare untuk Virtualisasi. Namun, apabila hanya mempunyai satu pusat data Virtualisasi, pastinya Anda akan khawatir jika terjadi sesuatu terhadap pusat data Anda tersebut. Dengan adanya ketakutan masyarakat akan hal tersebut, akhirnya mendorong semangat Acronis untuk menciptakan fitur terbaru yang akan membuat masyarakat atau perusahaan yang menggunakan teknologi VMWare khususnya di Indonesia ini tidak khawatir lagi akan hal-hal yang membuat pusat data utama tidak dapat beroperasi.

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya tentang pembahasan kali ini, fitur baru tersebut di namakan Acronis ESXi VMWare Replication. Berbeda dengan kebanyakan software-software replikasi pada umumnya, Acronis lebih memiliki keunggulan dan perbedaan signifikan yang akan membuat pelanggan merasa puas akan teknologi tersebut.

Dengan begitu, pelanggan tidak perlu lagi pusing terhadap penggunaan terlalu banyak aplikasi ataupun vendor yang berbeda-beda. Anda juga akan lebih mudah dalam melakukan perlindungan terhadap data Anda hanya dengan satu Control Panel. Menggunakan Acronis ESXi VMWare Replication sebagai solusi Disaster Recovery Anda merupakan langkah yang tepat untuk membuat sebuah Disaster Recovery yang mudah dan aman.

Keunggulan Acronis ESXi VMWare Replication

Biaya Yang Murah

Pastinya sebagian orang tidak ingin membayar lebih dan cenderung mementingkan kepada harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik. Dengan Cloud Backup & Disaster Recovery dari Cloudmatika, Anda cukup membayar biaya tambahan yang terjangkau akan tetapi mendapatkan kualitas dan pelayanan yang sama atau bahkan lebih baik dengan replikasi serupa, seperti contohnya VMWare Replication dan Veeam Backup & Replication.

Keamanan

Pelanggan diidentifikasi dengan nama pengguna (alamat e-mail) dan kata sandi untuk mendeteksi pemilik data. Semua informasi otentikasi dikirim dengan aman melalui SSL.

Dan semua data cadangan beserta server yang di restore akan dienkripsi menggunakan kelas AES 256-bit sebelum melewati Internet untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data dan VM pelanggan.

Kemudahan

Kemudahan dalam melakukan replikasi terhadap ESXi Virtual Machine semakin mudah hanya dengan melakukan beberapa kali klik pada Control Panel yang dimiliki. Interface dari Control Panel yang user friendly membuat pelanggan akan semakin nyaman dan mempermudah dalam melakukan pekerjaannya.

Berbeda dengan VM Replication pada umumnya, ESXi VM Replication yang ada di Cloudmatika akan semakin mempermudah teknologi Disaster Recovery as a Service yang ada. Sehingga, kami dapat mengkolaborasi penggunaan Disaster Recovery as a Service kami dengan ESXi VM Replication.

Waktu

Tidak butuh waktu lama untuk melakukan Disaster Recovery dengan ESXi VM Replication. Apabila telah melakukan pengaturan yang tetap, maka akan mempersingkat waktu terjadi nya RTO (Recovery Time Objective). Acronis ESXi VM Replication ini akan melakukan replikasi sangat cepat dibandingkan dengan aplikasi replikasi lainnya.

Mendukung Semua Versi VMWare ESXi

ESXi VM Replication mendukung semua jenis VMWare, seperti:

VMWare ESXi 4.x
VMWare ESXi 5.x
VMWare ESXi 6.0
VMWare ESXi 6.5

Share this
05 Jan

Meltdown dan Spectre: Bug CPU berbahaya yang terdapat pada Processor Intel, AMD, dan ARM

Meltdown dan Spectre akhir-akhir ini sempat menggegerkan dunia teknologi modern dengan Bug CPU yang sangat membahayakan. Peneliti keamanan telah mengungkap dua eksploitasi baru yang bisa menyerang prosesor modern. Meltdown dan Spectre menggunakan metode eksploitasi serupa yang menyasar pada semua perangkat yang menggunakan processor Intel, AMD, dan ARM. Bug ini menyasar hampir semua mulai dari PC, perangkat mobile, serta komputasi awan (cloud).

Meltdown and Spectre keduanya merupakan serangan yang berbeda, namun keduanya memungkinkan penyerang untuk memecahkan isolasi antara aplikasi untuk mengakses informasi.

Meltdown

Meltdown merupakan celah keamanan pada processor yang dapat melakukan isolasi antara Sistem Operasi dengan Aplikasi yang memungkinkan untuk mengakses memory dan seluruh data yang tersimpan didalamnya. Peneliti mengatakan, pihaknya berhasil menguji Meltdown pada generasi prosesor Intel yang dirilis awal 2011. “Saat ini, kami hanya telah memverifikasi Meltdown pada prosesor Intel. Saat ini, tidak jelas apakah prosesor ARM dan AMD juga terpengaruh oleh Meltdown,” ujar peneliti.

Meltdown ditemukan oleh Jann Horn dari Google Project Zero, Werner Haas dan Thomas Prescher dari Cyberus Technology, serta Daniel Gruss, Moritz Lipp, Stefan Mangard, dan Michael Schwarz dari Graz University of Technology.

Spectre

Spectre merupakan celah keamanan pada processor yang dapat melakukan isolasi antara aplikasi yang satu dengan aplikasi lainnya. untuk mengelabui aplikasi normal untuk memberikan data sensitif yang diproses di sana, seperti kata kunci. Berbeda dengan Meltdown yang baru diverifikasi bekerja pada processor Intel, bug Spectre ini tampaknya memiliki jangkauan yang lebih luas. Menurut peneliti, hampir semua jenis perangkat dipengaruhi oleh Spectre ini telah diverifikasi bekerja di prosesor Intel, AMD, dan ARM.

Rincian Kerentanan

Terdapat 3 kerentanan yang telah ditemukan dalam Meltdown dan Spectre, yaitu:

  • Variant 1: bounds check bypass (CVE-2017-5753)
  • Variant 2: branch target injection (CVE-2017-5715)
  • Variant 3: rogue data cache load (CVE-2017-5754)

Silahkan lihat pada paper berikut untuk mengetahui bagaimana Meltdown dan Spectre bekerja:

Untuk saat ini, sistem operasi Linux, Windows, dan macOS, serta Microsoft telah mengeluarkan patch darurat untuk masalah bug ini.

Share this
12 Des

Perlindungan Ekstra Ransomware Active Protection pada Cloud Backup

Hi Cloud Users,

Tahukan Anda jika Cloud Backup telah memberikan perlindungan ekstra dari serangan virus Ransomware seperti Petya, WannaCry dan Osiris? Jika belum, simak artikel berikut ini!

Active Protection Cloud Backup

Active Protection merupakan sebuah fitur yang memiliki kemampuan lebih untuk melawan virus ransomware yang membantu melindungi data Anda dari ancaman modifikasi data modern yang sangat berbahaya. Active protection sangat diperlukan untuk melindungi data Anda dari virus Ransomware seperti Petya, WannaCry dan Osiris.

 

Apa itu Ransomware?

Ransomware adalah jenis virus malware yang dapat menginfeksi komputer bahkan Android. Ransomware disebarkan melalui internet dan akan melakukan enkripsi data melalui jaringan internet juga. Ketika Ransomware menginfeksi sistem Anda, maka virus tersebut akan memblokir akses ke data Anda sampai Anda melakukan pembayaran/tebusan untuk membuka kembali data Anda yang terenkripsi.

 

Bagaimana Active Protection Bekerja?

Acronis Active Protection adalah teknologi perlindungan ransomware yang canggih. Dengan menggunakan sistem Cloud Backup, Active Protection secara aktif melindungi semua data di sistem Anda termasuk dokumen, file media, program dan lainnya. Serta melindungi data yang Anda Backup.

Active Protection selalu mendeteksi setiap perubahan data pada seluruh sistem Anda dan akan mencegah perubahan data yang terdeteksi membahayakan untuk sistem file dan data Anda. Hal ini sangat membantu Anda untuk mengidentifikasi serangan dari semua virus Ransomware, bahkan untuk jenis Ransomware yang belum muncul ke public. Selain itu, Active Protection memonitor Master Boot Record komputer berbasis Windows tidak akan membiarkan ada perubahan yang ilegal yang dilakukan untuk mencegah Anda agar bisa melakukan booting komputer dengan benar serta mengamankan proses aplikasi Acronis atau konten file yang dicadangkan.


Active Protection mampu mendeteksi ancaman  dari serangan virus yang sudah terindentifikasi maupun yang belum dikenal.
Deteksi tersebut dapat memastikan bahwa data Anda aman dari serangan Ransomware atau tidak. Active Protection mempertahankan whitelist – program yang digunakan untuk mencegah aktifitas yang di black list sehingga file back list tersebut tidak dapat diback-up.

 

Semua jenis file yang dibackup dapat di amankan dengan perlindungan ekstra Ransomware Active Protection pada Cloud Backup. Mulai dari file pengolah kata (txt, doc, xlxs, dll), gambar (jpg, jpeg, png, dll), aplikasi (exe, bin, dll), dan sistem-sistem file lainnya.

Segera lakukan Backup dan hindari terjadinya serangan malware yang akan membahayakan perangkat dan merugikan Anda. Dengan perlindungan ekstra Ransomware Active Protection, pekerjaan Anda tidak terganggu dengan malware yang berbahaya dan menyebar dengan cepat. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Cloud Backup, silahkan lihat pada link berikut ini:

Cloud Backup

Share this
08 Des

Apa itu File Transfer Protocol (FTP)?

File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protokol internet yang memungkinkan untuk melakukan transfer file antar perangkat dalam suatu jaringan yang menggunakan koneksi TCP. Didalam FTP terdapat dua komponen utama yang dapat digunakan, yakni FTP Server dan FTP Client.

FTP Server merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk memberikan akses file, mendownload, dan menambah suatu file didalamnya.

FTP Client berfungsi untuk mengakses FTP Server dengan menggunakan akun yang sudah diberikan akses oleh FTP Server.

FTP ini pada umumnya menggunakan port TCP 21. Namun, apabila sudah menentukan nama host untuk FTP Server yang dimiliki, maka untuk dapat mengakses cukup dengan memasukan nama host pada URL Address bar di browser yang digunakan dan menambahkan ftp:// sebelum nama host. Sehingga akan muncul seperti berikut:
ftp://namahost.com

Bagi yang belum mengetahui cara menggunakan FTP pada sistem operasi berbasis Linux, silahkan lihat pada artikel bantuan berikut ini:

https://support.cloudmatika.com

Share this
21 Nov

Apa itu Secure Shell (SSH)?

Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman dan diberikan akses untuk melakukan perintah dari jarak jauh (remote) antara dua jaringan komputer.
Setiap server yang dibuat pada Virtual Private Server (VPS) dan Virtual Data Center (VDC) yang menggunakan Sistem Operasi Linux serta memiliki IP Publik, sudah terdapat fitur SSH secara otomatis. SSH ini berfungsi untuk mengakses ke dalam server dari perangkat apa saja yang mendukung penggunaan SSH ini.

Secure Shell (SSH) dirancang sebagai pengganti Telnet dan Protokol Remote Shell lainnya yang tidak aman seperti RSH Berkeley dan Protokol REXEC, yang mengirim informasi, terutama kata sandi dalam bentuk teks, yang menyebabkan rentan terhadap intersepsi dan menggunakan penganalisa paket. Enkripsi yang digunakan oleh SSH bertujuan untuk memberikan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman, seperti Internet.

Penggunaan SSH

  • Sebagai kombinasi SFTP (Secure File Transfer Protocol), yakni alternatif yang aman untuk FTP transfer file
  • RSYNC untuk menyalin dan mentransfer file secara efisien dan aman (hampir sama dengan FTP)
  • Browsing web melalui koneksi proxy yang dienkripsi dengan Client SSH yang mendukung protokol SOCKS
  • Melakukan remote monitoring dan pengelolaan server melalui satu atau lebih dari mekanisme

SSH pada umumnya menggunakan port 22 untuk dapat mengakses nya. Pada Sistem Operasi Linux, kita dapat mengakses SSH ini dengan memanfaatkan terminal dan aplikasi pendukung seperti OpenSSH. Bagi yang belum mengetahui bagaimana caranya mengakses SSH pada sistem operasi Linux dan Mac OS, silahkan baca pada artikel yang ada di link berikut:

https://support.cloudmatika.com/hc/id/

Berbeda dengan Linux & Mac yang mengandalkan terminal untuk mengakses SSH ini. Windows menggunakan third party software untuk dapat menggunakan fitur dari SSH ini. Sebagai contoh, aplikasi third party yang biasanya digunakan untuk mengakses server pada SSH yakni Putty

 

Share this
06 Nov

Apa itu Container pada Virtual Data Center?

Linux Container adalah metode virtualisasi sistem operasi-level untuk menjalankan beberapa sistem Linux terisolasi (container) pada host kontrol menggunakan kernel Linux tunggal. Berbeda dengan Virtual Machine (VM), yang menggunakan keseluruhan resource hardware yang ada pada host. Sehingga jika diibaratkan, pada Virtual Machine host langsung menjalankan double sistem operasi sekaligus.

Dengan container, sebuah program ‘diikat’ beserta library-nya, file konfigurasi, dan seluruh hal yang dibutuhkannya. Perbedaan yang sangat terlihat dibandingkan dengan virtualisasi adalah container memiliki ukuran file yang jauh lebih kecil karena tidak perlu menyiapkan sistem operasi secara penuh.

Berikut ini merupakan contoh dari tipe-tipe pada Teknologi Container:

Linux Container

Pada gambar diatas, kita melihat bahwa terdapat 2 tipe container yaitu Container berbasis Sistem Operasi dan Container berbasis Aplikasi.

 

Container berbasis Sistem Operasi

Pada Container berbasis Sistem Operasi, Container memiliki fitur yang mirip virtualisasi namun dengan peningkatan performa yang cukup signifikan karena tidak ada overhead dari sistem virtualisasi dan memanfaatkan kernel dan hardware dari induk. Teknologi ini banyak dipakai sebagai infrastruktur pada shared hosting dan virtual private server karena sifatnya yang high performance serta terisolasi antara container satu dengan yang lain.

 

Container berbasis Aplikasi

Container jenis ini, menawarkan teknologi dengan fitur-fitur yang memudahkan para pengguna, khususnya developer operation dalam membuat dan memaksimalkan suatu aplikasi yang dikelola nya. Container berbasis aplikasi ini selain memanfaatkan hardware sang induk, kernel induk, juga dapat memanfaatkan service-service lain dari container-container lain yang berjalan pada sistem yang saling berhubungan.
Dengan container jenis ini, kita dapat mendeploy banyak service yang bergantung pada service-service pendukungnya secara efisien karena tidak perlu menciptakan sistem operasi sendiri serta tidak ada duplikasi service.

Namun, walaupun dalam segi penggunaan dan performa lebih ringan dengan menggunakan Teknologi Container dibandingkan dengan Virtual Machine. Akan tetapi, setiap teknologi tersebut pasti memiliki kelebihannya masing-masing yang tentunya tidak dimiliki oleh salah satu dari teknologi tersebut.

Share this
10 Okt

Ini Dia Perbedaan Antara cPanel dengan Plesk. Mana yang Anda Pilih?

Hi Cloud Users,
Kali ini, Cloudmatika ingin memberikan info mengenai perbedaan antara kedua Control Panel yang sering digunakan di Indonesia, yaitu cPanel & Plesk. Masih banyak user di Indonesia yang masih belum tahu perbedaan antara keduanya itu.
Sebelumnya, buat Cloud Users yang belum tahu apa itu cPanel & Plesk, berikut ini pengertian cPanel & Plesk

cPanel/Plesk merupakan sebuah control panel web hosting yang memberikan tampilan grafis dan peralatan automasi yang dibuat untuk memudahkan proses hosting di sebuah situs web. cPanel/Plesk dibuat untuk memudahkan pengguna atau pengelola hosting atau situs web dalam membuat, menginstall, dan memanajemen database, aplikasi, ataupun script.

Lalu Control panel itu untuk apa?
Control Panel digunakan untuk mengelola website yang ada di dalam server atau hosting. Dengan control panel, kita bisa melihat statistik, menginstall ataupun menghapus website, mengelola email, dan masih banyak lagi, yang pastinya berhubungan dengan pengelolaan website yang dimiliki.

Berikut ini beberapa perbedaan dan kelebihan cPanel dengan Plesk:

  • User Interface / Antarmuka Pengguna

    Secara tampilan, plesk memiliki tampilan yang bersih dan terpusat, sehingga lebih mudah digunakan dan memiliki fungsi dan tools yang terpusat, seperti pada instalasi aplikasi.
    Pada cPanel, untuk yang tidak terbiasa akan merasa sulit dalam memanage cPanel. Akan tetapi, jika sudah terbiasa maka cPanel akan mudah digunakan.

 

  • Tools dan Installer

    Secara tools, Plesk dan cPanel sama-sama memiliki banyak sekali tools yang berfunsi untuk melihat statistik, mengelola email, database, dan yang lainnya.
    Untuk installer, Plesk memiliki fitur otomatis install aplikasi atau CMS yang sudah diberikan secara terpusat.
    Berbeda dengan cPanel, yang biasanya menggunakan softacolus untuk otomatis install aplikasi atau CMS dan harus memiliki softacolus license untuk mengaktifkannya. Namun biasanya, penyedia memberikan cPanel yang sudah include dengan softacolus. Jadi tidak lagi memerlukan softacolus license untuk menggunakan otomatis install aplikasi atau CMS di cPanel.

 

  • Akses User

    Plesk memiliki satu login untuk administrator dan pengguna. Jadi dengan Plesk Control Panel, kemudahan membuat e-mail dan subdomain akan lebih terasa. Panel Admin di Plesk terlihat lebih professional.
    Pada cPanel, terdapat Web Host Manager (WHM) yang dapat mempermudah dalam pembuatan user dan memisahkan login dan hak akses dari masing-masing user.

 

  • OS Support

    Plesk dapat dijalankan di Sistem Operasi Linux ataupun Windows. Sedangkan cPanel, hanya berjalan pada CentOS, RedHat dan CloudLinux dan tidak bisa dijalankan pada OS Windows.

 

  • Menghapus Panel

    Menghapus cPanel tidak memungkinkan. Hal ini membutuhkan memformat server dan menginstal ulang sistem operasi.
    Plesk dapat dilakukan penghapusan dengan menjalankan script uninstall yang tersedia untuk Plesk tapi itu tidak dianjurkan.

 

  • Migrasi

    Kedua control panel ini, cPanel dan Plesk Control Panel memiliki kemudahan migrasi yang sama. Tapi tentu migrasi ini biasanya berlaku untuk control panel yang sejenis. Missal :
    cPanel ke cPanel dan atau Plesk ke Plesk.
    Migrasi antar control panel juga mungkin terjadi, tapi tentu tidak semudah migrasi dengan control panel yang sama.

 

  • Permintaan Dukungan

    Plesk memiliki dukungan formulir permintaan yang cukup rinci yang membutuhkan informasi yang lebih luas termasuk produk, versi produk, versi OS, lingkungan kerja dan masalah.
    Dalam cPanel terdapat akses ke layanan dukungan dari host Web Anda melalui email dengan cara memasukkan nama, alamat email Anda dan masalah.

 

Jadi, sekarang Cloud Users tidak perlu ragu lagi memilih Control Panel mana yang cocok. Kedua Control Panel tersebut merupakan control panel yang paling sering digunakan oleh users di Indonesia. Dengan melihat beberapa perbedaan dan kelebihan masing-masing Control Panel diatas, diharapkan Cloud Users tidak salah memilih control panel untuk diinstall di server Anda. Seperti dalam kasus menggunakan ASP.NET, maka control panel yang kompatibel yaitu Plesk, karena OS yang digunakan adalah Windows.

Kami juga menyediakan VPS+Plesk yang tidak perlu dilakukan instalasi secara manual, yang dapat Anda lihat disini:
Cloud VPS Indonesia + Plesk

Bagi Cloud Users yang ingin memanage cPanel pada Cloud kami, kami juga memiliki layanan untuk cPanel tersebut. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi mengenai cPanel:
https://www.cloudmatika.co.id/contact/

Share this

Copyright © 2018 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top