Vulnerability Assessment dan Pentingnya untuk Perusahaan Anda

By 25 November, 2022

Vulnerability assessment adalah proses identifikasi mengenai kerentanan sistem keamanan dan sangat bagi perusahaan. Simak sampai akhir artikel berikut ini!

Peningkatan keamanan tidak hanya dilakukan dengan menambahkan faktor eksternal saja, faktor internal pun juga harus masuk ke dalam pantauan dalam perjalanan prosesnya. Melakukan analisis terkait sistem dan perangkat yang akan dilindungi juga menjadi salah satu acuan dan berhasil tidaknya perbaikan proteksi tersebut, selain menambahkan fasilitas atau fitur dari luar. Salah satunya dengan melakukan Vulnerability Assessment.

Vulnerability Assessment dinilai penting dalam proses meningkatkan proteksi terkait sistem komputer, jaringan, dan perangkat. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi ke dalam tubuh perangkat dan isinya agar mendapatkan hasil proteksi yang optimal dan mengetahui celah sehingga dapat diperbaiki.

Secara tidak langsung, melakukan proses Vulnerability Assessment dinilai sangat penting bagi suatu usaha. Mengapa Vulnerability Assessment bisa sepenting itu? Artikel ini akan memberi tahu Anda alasannya!

Apa yang Dimaksud Vulnerability Assessment?

Vulnerability Assessment adalah suatu proses untuk meningkatkan keamanan data penting Anda. Hal ini sangat penting untuk dilakukan demi meningkatkan keamanan data bisnis atau suatu perusahaan.

Baca Juga: Kenali Apa itu Vulnerability dan Elemen yang Harus Anda Waspadai pada Sistem

Tujuan dari Vulnerability Assessment adalah untuk melakukan proses identifikasi, evaluasi, dan klasifikasi tingkat kerentanan pada sistem keamanan yang ada pada ekosistem informasi teknologi. Hasil dari identifikasi, evaluasi, dan klasifikasi melalui Vulnerability Assessment akan memberikan pandangan kepada suatu entitas yang mengadakan proses tersebut agar entitas tersebut tahu bahwa ada celah yang bisa disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab terkait data penting entitas tersebut.

Vulnerability Assessment akan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan secara terperinci dan sistematis pada infrastruktur komputasi suatu bisnis atau perusahaan untuk menentukan kelemahan atau celah yang mungkin bisa ditembus oleh pihak tidak bertanggung jawab dalam desai, implantasi atau prakteknya.


Apa Saja Jenis-Jenis Vulnerability Assessment? 

Vulnerability Assessment memiliki banyak jenis yang harus diketahui sebelum Anda melakukan prosesnya. Ketahui jenis-jenis Vulnerability Assessment ada artikel ini agar Anda melakukan langkah yang tepat!


1. Host Assessment 

Seperti namanya, Vulnerability Assessment yang satu ini akan melakukan pemindaian mengacu pada host, atau yang dimaksud adalah sistem komputasi itu sendiri. Assessment akan dilakukan pada server, workstation, jaringan host lainnya dan keseluruhan infrastruktur digital milik perusahaan.

Pada umumnya, Vulnerability Assessment ini akan melakukan pemeriksaan kembali apa semua yang dilakukan di dalam infrastruktur digital perusahaan sudah sesuai atau mungkin tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga: Berbagai Macam Keamanan Jaringan dan Fungsinya Yang Harus Anda Pahami


2. Network Assessment

Assessment yang satu ini mengacu pada jaringan perusahaan. Network assessment ini dilakukan hingga pemeriksaan kabel maupun nirkabel. Tujuan dari jenis Vulnerability Assessment ini adalah untuk memastikan jaringan publik atau jaringan pribadi diakses oleh orang yang tidak berwenang.

Hal yang ditakutkan apabila ada orang yang tidak bertanggung jawab berhasil mengakses jaringan pribadi maupun jaringan publik yang dipindai, pihak yang tidak bertanggung jawab ini mampu membahayakan sistem yang terhubung ke jaringan itu dan akan meningkat secara signifikan.

Baca Juga: 
Memahami Apa itu Network Security, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Perusahaan


3. Application Assessment

Vulnerability Assessment yang satu ini akan mengidentifikasi pada aplikasi perusahaan, yang dimaksud adalah semacam web application dan data source code yang digunakan. Pada assessment ini agar perangkat lunak yang berjalan di server, workstation, atau perangkat seluler yang terhubung ke jaringan akan memiliki hak istimewa dan akses ke sumber daya milik perusahaan.

Application assessment ini akan memeriksa kerentanan dalam aplikasi. Baik yang beroperasi secara otomatis atau tidak atas permintaan pengguna, agar dapat memberikan arah untuk masuk ke infrastruktur.


4. Database Assessment

Vulnerability Assessment jenis ini mengacu pada database perusahaan. Assessment ini dilakukan untuk mengidentifikasi titik lemah di dalam database. Pada jenis Vulnerability Assessment yang satu ini tidak hanya pada databasenya saja, namun pemeriksaan akan dilakukan pada big data perusahaan juga. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan dan titik kesalahan konfigurasi. 

Selain itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi database yang berbahaya, dan sekaligus mengklasifikasikan data yang dinilai sensitif untuk mengoptimalkan sistem keamanan. Beberapa langkah yang dilakukan dalam database assessment ini bertujuan untuk mencegah serangan seperti SQL Injection.

Baca Juga: Pahami Apa Itu SQL Injection, Tujuan, dan Cara Mencegahnya Pada Website Anda


Mengapa Bisnis Anda Perlu Melakukan Vulnerability Assessment?

Setiap bisnis atau perusahaan pasti membutuhkan Vulnerability Assessment. Setiap perusahaan tentunya memiliki data penting yang harus dilindungi, namun terkadang bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Pelaksanaan Vulnerability Assessment dilakukan sebagai tindakan preventif perusahaan kedepannya yang menyangkut data-data penting perusahaan.

Vulnerability Assessment dibutuhkan secara berkelanjutan untuk mengidentifikasi ancaman atau kelemahan pada awal sebelum hal buruk yang berpotensial terjadi. Hal ini juga untuk meminimalisir pelanggaran data dan kemungkinan akses yang tidak sah.


Bagaimana Cara Melakukan Vulnerability Assessment?

Untuk mengadakan proses Vulnerability Assessment, ada langkah-langkah yang harus diperhatikan secara berurutan agar proses pemeriksaan bisa dilakukan secara optimal. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ketahui!


1. Identifikasi Perusahaan dan Kerentanannya

Pemeriksaan pada Vulnerability Assessment harus dan wajib memahami toleransi risiko suatu perusahaan serta model dan kelemahan bisnis pada suatu perusahaan. Kemudian akan dibuatkan daftar lengkap perihal kerentanan pada sistem keamanan yang ada pada sistem komputasi dan infrastruktur perusahaan.

Pengujian kerentanan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu authenticated scan dan unauthenticated scans.
  • Authenticated Scans adalah pengujian kerentanan dengan mengizinkan pemindai untuk mengakses sumber yang dialiri jaringan dengan menggunakan protokol administrasi. Pelaksanaan authenticated scans, secara tidak langsung mendapatkan keuntungan berupa akses ke low level data. 
  • Low level data yang dimaksud adalah sistem operasi, perangkat lunak yang yang dipasang pada sistem, masalah mengenai konfigurasi, kontrol mengenai akses dan keamanan, dan sebagainya.
  • Yang kedua adalah unauthenticated scans. Pemeriksaan ini adalah kebalikan dari authenticated scans, yaitu tidak menyediakan akses ke sumber yang dialiri jaringan, yang mana hasil dari unauthenticated scans tidak bisa dipercaya sepenuhnya perihal sistem operasi dan perangkat lunak yang dipasang.
Pada umumnya, pemindaian tidak autentik ini sering dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di dunia maya dengan tujuan untuk menyerang dan digunakan oleh analisis keamanan teknologi informasi dengan tujuan untuk mengetahui keamanan aset sistem dan untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran atau tidak.

Apabila suatu perusahaan ingin mengadakan Vulnerability Assessment dan mendapatkan hasil yang optimal. Ada baiknya perusahaan tersebut juga melakukan penetration testing.


2. Menentukan Titik Kerentanan

Setelah melakukan pemindaian, langkah selanjutnya adalah melakukan dan menentukan komponen mana yang bertanggung jawab atas kerentanan tersebut. Dalam pengertian lain adalah mencari akar kerentanan tersebut.


3. Menilai Risiko 

Tujuan dari penilaian risiko dilakukan adalah untuk mengetahui mana prioritas kerentanan. Maka seluruh kerentanan akan dipisahkan dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya dan dapat menentukan mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu,  menjadi high, medium, dan low.


4. Melakukan Remediasi

Remediasi adalah perbaikan atau tindakan penanganan terhadap kerentanan sistem keamanan. Jika kerentanan yang berhasil dideteksi tidak segera diremediasi, maka kerentanan-kerentanan ini dapat menjadi makin buruk dan meningkatkan peluang serangan siber.


5. Mitigasi

Mitigasi dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan buruk atau kerentanan yang akan terjadi di kemudian hari. Beberapa hal yang bisa dilakukan, contohnya seperti, mengganti perangkat lunak atau perangkat keras yang sudah tidak mampu mempertahankan keamanan, melakukan enkripsi, membuat dan mengenalkan kontrol keamanan baru, melakukan pemantauan keamanan yang bersifat berkelanjutan.

Untuk melakukan Vulnerability Assessment, Anda tidak perlu melakukan semuanya sendirian. Layanan Cloudmatika Cyber Protection dapat membantu Anda dalam melakukan Vulnerability Assessment sehingga bisa mengetahui celah yang harus diperbaiki.

Jadi, Anda tidak perlu bersusah payah lagi, bukan? Segera hubungi Cloudmatika dan lakukan Vulnerability Assessment perusahaan Anda agar data-data perusahaan makin aman!

cloudmatika cyberprotection
Whatsapp Chat Chat Kami Disini