Memahami Apa itu Second Level Domain serta Tips Memilihnya untuk Website Anda

By 26 July, 2022

Second-Level Domain adalah salah satu bagian dari kerangka domain. Ingin tahu lebih jelasnya mengenai Second-Level Domain (SLD)? Simak langsung infonya di sini.

Second-Level Domain adalah salah satu bagian dari kerangka domain. Domain itu sendiri dapat diartikan sebagai URL atau alamat website seperti www.google.com, www.gmail.com, dan masih banyak lagi.

Sebuah domain disusun oleh 3 kerangka yaitu subdomain, Second-Level Domain atau yang biasa disingkat dengan SLD, kemudian terakhir ada Top-Level Domain atau TLD. Secara khusus, Anda akan mempelajari secara lebih mendalam mengenai Second-Level Domain. Simak langsung pembahasan lengkapnya di bawah ini.
 

Apa yang Dimaksud dengan Second-Level Domain?

Untuk memahami apa itu Second-Level Domain, pertama-tama Anda perlu memahami terlebih dahulu struktur domain secara keseluruhan. Seperti yang telah Anda baca pada awal artikel ini, domain terdiri dari 3 kerangka sebagai berikut:
  • Subdomain: Bagian paling depan atau sisi kiri alamat URL disebut dengan subdomain, contohnya yaitu “www”.
  • Second-Level Domain: SLD berada di bagian tengah dan menjadi bagian yang paling penting dari sebuah domain. Setiap nama website yang berada di tengah seperti google, facebook, twitter, dan lainnya merupakan contoh dari SLD.
  • Top-Level Domain: Terakhir, sebuah domain akan ditutup dengan TLD. Contoh dari TLD seperti.com,.co.id,.org.

Dari pembahasan di atas, jika diterapkan ke dalam satu contoh URL seperti www.google.com, maka Anda dapat langsung melihat bahwa “www” termasuk ke dalam subdomain, kemudian “google” adalah SLD-nya, dan terakhir “.com” termasuk ke dalam TLD. Apakah sejauh ini Anda sudah memahami struktur domain secara keseluruhan?

SLD memiliki peranan penting di dalam suatu website. Anda perlu mencari nama yang tepat untuk dijadikan sebagai SLD dan nantinya didaftarkan sebagai domain. Kadangkala, nama domain yang dipilih bisa saja tidak tersedia atau sudah dipakai oleh website lain sehingga Anda pun harus mencari nama SLD yang baru.

Selain menentukan nama, Anda juga perlu mendaftarkan SLD melalui perusahaan penyedia domain atau server seperti Cloudmatika. Ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan SLD dan setiap tahunnya Anda harus memperpanjang SLD tersebut.

Sistem penggunaan SLD mirip dengan sistem berlangganan di mana Anda harus melakukan perpanjangan setiap tahunnya. Tentu saja, Anda juga perlu membayar biaya tambahan setiap tahun sekali untuk dapat terus menggunakan SLD yang sudah dipilih.
 

Apa Saja Tips Menentukan Nama Second-Level Domain?

Pemilihan nama Second-Level Domain tidak dapat asal. Apabila Anda benar-benar ingin meningkatkan penjualan dari website, maka pertimbangkanlah nama SLD yang tepat dan baik.

Bagaimana cara menentukan nama SLD? Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda ikut.
 

1. Pilih Nama Domain yang Mudah Diingat

Tips pertama dan yang paling penting dalam menentukan nama SLD adalah dengan memilih nama domain yang mudah diingat. Anda pasti pernah menemukan berbagai nama domain yang terlalu panjang sehingga sulit untuk diingat, bukan? Apalagi jika nama domain tersebut mengandung kata-kata yang memiliki huruf ganda sehingga rentan terhadap risiko typo.

Untuk memudahkan pengguna internet dalam mencari website, Anda perlu membuat domain yang mudah diingat. Buatlah nama domain yang terdiri dari paling banyak tiga kata. Anda dapat menggunakan nama perusahaan sebagai nama domain untuk melakukan branding.
 

2. Memastikan Ketersediaan Domain

Sebelum memantapkan pilihan terhadap satu domain, Anda perlu memastikan terlebih dahulu apakah nama yang sudah dipilih tersedia atau tidak. Mungkin saja nama domain yang dipilih ternyata sudah dipakai oleh website lain. Jika demikian, maka Anda perlu memilih nama domain baru, bukan?

Baca Juga: Beragam Syarat Domain.co.id serta Biaya Yang Dibutuhkan

Supaya Anda tidak perlu khawatir jika satu nama domain tidak tersedia, buatlah beragam pilihan nama domain sebagai opsi cadangan. Opsi ini dapat digunakan apabila nama domain utama yang sudah Anda pilih tidak tersedia.
 

3. Menggunakan Nama Domain yang Relevan

Terkadang ada banyak nama perusahaan yang mirip atau sama dengan perusahaan lainnya. Anda tentu tidak dapat menghindari hal ini. Akan tetapi, nama perusahaan yang sama tentu akan berujung pada kesamaan nama domain.

Sebagai cara alternatif, Anda dapat menggunakan nama domain yang tidak langsung menggunakan nama perusahaan, namun masih memiliki relevansi terhadap bisnis yang dijalankan. Sebagai contoh, Anda memiliki perusahaan dengan nama PT. Anugerah Jaya Sentosa yang menjalankan bisnis di bidang pakan ternak. Anda dapat berfokus pada pakan ternak sebagai nama domain.

Apabila dijadikan sebagai SLD, Anda bisa saja membuat www.pakanternakmurah.com atau sejenisnya. Jadi, Anda masih memiliki beragam opsi untuk membuat nama domain yang mudah diingat dan juga sesuai dengan bisnis yang dijalankan. Ingat, domain akan memengaruhi terhadap hasil pencarian website Anda di SERP (Search Engine Result Page).
 

4. Mencantumkan Nama Daerah

Di daerah mana Anda menjalankan bisnis? Apabila Anda menjalankan bisnis di luar daerah ibukota atau mungkin berada di daerah tertentu, maka nama daerah tersebut dapat dicantumkan sebagai nama domain.

Penggunaan nama daerah dapat membantu pengguna internet untuk mengetahui lokasi bisnis Anda. Jadi, mereka dapat langsung mempertimbangkan jarak pengiriman produk yang dibeli atau jika ingin berkunjung ke lokasi Anda.
 

5. Hindari Penggunaan Simbol yang Tidak Perlu

Simbol seperti (-) atau (.) yang berlebihan akan membuat domain menjadi susah diketik dan mungkin akan ada banyak pengguna internet yang keliru ketika memasukkan domain tersebut. Oleh karenanya, sebisa mungkin hindari penggunaan simbol untuk penamaan SLD. 
 

6. Menyisipkan Kata Kunci

SEO memiliki peranan penting untuk meningkatkan nama brand atau website Anda pada halaman pertama Google. Jika memungkinkan, Anda dapat menyisipkan kata kunci yang sesuai untuk membantu meningkatkan skor SEO.
 

7. Lengkapi dengan Top-Level Domain yang Sesuai

Selain SLD, Anda juga perlu memilih TLD yang tepat dan sesuai dengan tujuan dari pembuatan website. TLD tidak selalu harus menggunakan.com. Anda bisa menggunakan.co.id untuk kegiatan bisnis yang memang dijalankan di Indonesia. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan.net jika website yang dijalankan berhubungan dengan teknologi.

Apabila Anda sudah memiliki beberapa nama domain yang ingin dipilih untuk website bisnis, silakan cek ketersediaannya langsung melalui Cloudmatika. Cloudmatika merupakan perusahaan cloud provider yang dapat membantu segala kebutuhan website bisnis Anda.

Kami menyediakan layanan Cloud Virtual Private Server untuk setiap pengusaha yang ingin merevolusi bisnisnya ke dalam bentuk website. Untuk itu, hubungi Cloudmatika sekarang juga jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan kami dan ini saatnya untuk meningkatkan performa bisnis di dunia digital.