Kenali Apa itu Vulnerability dan Elemen yang Harus Anda Waspadai pada Sistem

By 24 November, 2022

Sudahkah Anda tahu apa itu vulnerability? Vulnerability merupakan kelemahan dalam sistem TI yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk memberikan serangan.

Anda mungkin pernah mendengar tentang vulnerability di bidang teknologi informasi atau bahkan sering mendengarnya. Apa itu vulnerability? Kata vulnerability berarti "kerentanan" dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, dapat diartikan sebagai kelemahan.

Vulnerability dapat mengancam keamanan jaringan. Oleh karena itu, Anda perlu memahami apa itu vulnerability dan juga elemen-elemen yang harud diwaspadai guna menjaga keamanan jaringan di perusahaan. Simak penjelasan lengkapnya melalui pembahasan lengkap yang akan Cloudmatika sajikan di bawah ini.

Apa yang Dimaksud Vulnerability pada Keamanan Jaringan?

Cacat sistem atau infrastruktur yang dikenal sebagai vulnerability memungkinkan akses tanpa izin/ilegal dengan memanfaatkan kelemahan sistem. Vulnerability ini dapat terjadi pada perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), aplikasi yang diproduksi secara komersial, atau bahkan dalam kelemahan manusia sekalipun.

Contoh vulnerability pada hardware seperti celah keamanan di prosesor, kelemahan pada aplikasi contohnya seperti kemampuan untuk mengakses user administratif, kelemahan pada software seperti serangan injeksi SQL, dan kelemahan dalam manusia seperti menggunakan kata sandi yang sederhana/lemah.

Baca Juga: Pahami Apa Itu SQL Injection, Tujuan, dan Cara Mencegahnya Pada Website Anda

Peretas atau hacker membuat exploit berdasarkan kerentanan sebagai sarana untuk membobol sistem tanpa izin. Biasanya, hacker akan membuat exploit yang dirancang khusus untuk vulnerability yang mereka temukan.

Setiap program (service, desktop, atau web base) pasti memiliki kekurangan atau kelemahan; hanya saja, peretas belum atau tidak menemukannya. Dibalik itu semua, tidak semua peretas jahat. Ada juga peretas yang baik atau biasa disebut sebagai white-hat hacker.

Peretas jahat atau black-hat hacker akan meretas jaringan untuk keuntungannya sendiri atau vulnerability tersebut akan dijual di "dark web" dan dijual kepada penawar tertinggi. Sedangkan white-hat hacker akan sering memberi tahu pengembang program tentang kelemahan keamanan sehingga dapat diperbaiki.


Di Mana Vulnerability Dapat Terjadi?

Vulnerability yang sering di-exploit biasanya ada di tingkat perangkat lunak atau software karena dapat dilakukan dari jarak jauh, hal itu menjadikannya target yang disukai oleh para hacker. Berikut ini contoh-contoh software yang rentan diretas karena memiliki vulnerability.


1. Firmware (Hardcore Software)

Firmware adalah perangkat lunak atau sistem operasi kecil yang langsung terpasang (hardcoded) ke dalam chip pada beberapa perangkat, termasuk router, kamera, pemindai, printer, telepon, mouse, keyboard, dan lain-lain. Karena kapasitasnya terbatas, mesin yang menggunakan firmware biasanya tidak memiliki sistem operasi sehingga menjadikannya sebagai vulnerability yang rentan diretas.


2. Software (Aplikasi)

Perangkat lunak atau aplikasi yang telah diinstal di komputer Anda, terutama yang terhubung langsung ke internet seperti browser, document reader, dan download manager, dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang oleh para hacker.


3. Brainware (Operator Komputer)

Brainware merupakan seseorang yang mengoperasikan komputer, jika pengguna komputer tersebut tidak mengerti cara menggunakannya, akan lebih mudah bagi hacker untuk meretas sistem dan mengakses informasi yang ada di dalamnya.


4. Operating System (Sistem Operasi)

Sistem operasi dengan keamanan tingkat tinggi mana pun, seperti Linux dan Mac, tetap memiliki kelemahan keamanan yang akan ditemukan suatu waktu. Untuk memastikan bahwa sistem operasi diperbarui setiap kali pembaruan baru tersedia, cobalah untuk mengaktifkan fungsi pembaruan otomatis.


5. Vulnerability Pada Aplikasi Web

Jika Anda memiliki situs web, waspadalah terhadap potensi exploit yang dapat terjadi. Exploit ini bergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan, server web, dan database yang telah digunakan.

Baca Juga: 
Mengenal Aplikasi Web serta Jenis dan Kelebihannya dibanding Aplikasi Desktop


Bagaimana Cara Mengatasi Vulnerability Pada Sistem Jaringan Bisnis Anda?

Vulnerability tentu saja dapat diatasi. Bagaimana caranya? Anda bisa mencoba beberapa rekomendasi cara berikut ini:


1. Menggunakan Layanan Keamanan Siber Cloudmatika

Solusi Cloudmatika Cyber​protection mengintegrasikan pencadangan, pemulihan bencana, perlindungan berbasis AI terhadap malware dan ransomware, desktop jarak jauh, dan alat keamanan dalam satu layanan perlindungan saja.

Baca Juga: Pahami Apa Itu Cyber Security dan Perannya Untuk Perusahaan Anda

Benefit lain yang akan didapatkan ialah panel kontrol sederhana dan intuitif yang menyederhanakan operasi, dapat memantau status kesehatan hard disk dan menanggapi sebelum rusak, penanggulangan malware tingkat lanjut, menemukan dan mengatasi kerentanan dan masalah manajemen patch, dapat memanajemen terpadu dari semua perangkat dan dapat menghemat waktu juga biaya operasional dengan pemantauan dan manajemen jarak jauh.


2. Update Sistem Operasi, Firmware dan Aplikasi

Memperbarui sistem operasi, firmware, dan aplikasi secara teratur adalah kunci untuk mencegah kekurangan atau cacat apa pun. Ketiga komponen ini perlu diperbarui secara berkala karena hacker sering menyerang mereka dan menggunakannya sebagai pintu gerbang ke dalam sistem. Oleh karena itu, memperbarui perangkat lunak sangat penting untuk menjaga keamanan sistem komputer.

Penting untuk memeriksa situs web dan tetap mengikuti perkembangan topik terkait keamanan web, terutama untuk para webmaster. Seperti diketahui, bahwa hacker akan meretas situs web yang dioperasikan jika Anda melewatkan update terbaru.


3. Vulnerability Assessments dan Penetration Tests

Perlunya konsultan keamanan komputer atau ethical hacker dalam perusahaan yang menggunakan komputer sebagai alat pendukung bisnis untuk melakukan Vulnerability Assessment dan Penetration Tests.

Jika perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap risiko yang dapat ditimbulkan oleh kelemahan sistem pada masa depan maka dapat menggunakan Vulnerability Assessments. Vulnerability Assessments itu sendiri merupakan proses mendefinisikan, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan memprioritaskan kelemahan dalam sistem komputer, aplikasi, dan infrastruktur jaringan.

Lingkungan IT perusahaan seringkali melakukan penetration testing oleh ethical hacker yang telah terlibat dan diberi izin untuk melakukannya, guna menguji ketahanan juga menemukan vulnerability. Ethical hacker biasanya menggunakan alat peretasan yang terkenal secara online, seperti metasploit, nmap, wireshark, aircrack-ng, netcat, BeEF, dan lainnya untuk membantu proses pen testing.


4. Vulnerability Management System

Vulnerability Management System adalah menemukan dan mengurangi faktor kelemahan dalam network secara sistematis. Tahapan Vulnerability Management System adalah sebagai berikut:
  1. Mengawasi daftar kerentanan dan memproses hasilnya.
  2. Setelah mengambil tindakan, manajer tingkat atas akan menyetujui dan mengevaluasinya.
  3. Mendapatkan status kerentanan terbaru.


5. Pemasangan Antivirus

Perangkat lunak antivirus mungkin dapat efektif atau tidak, tergantung pada payload yang dikirimkan hacker ke komputer milik korban. Antivirus dapat memindai payload yang diberikan oleh hacker tetapi tidak dapat menutup lubang atau celah (vulnerability) yang mampu men-scan payload yang dikirim oleh attacker.

Sistem Anda akan tetap aman meskipun antivirus mendeteksi payload karena antivirus akan menghapus payload sebelum dijalankan. Solusi yang ideal adalah dengan menggunakan layanan keamanan siber yakni Cloudmatika Cyberprotection dan terus memperbarui program untuk memperbaiki kekurangan di versi sebelumnya juga.


Melindungi Bisnis Anda dari Serangan Hacker dengan Cloudmatika Cyberprotection

Pastikan saat ini perusahaan Anda sudah aman dari serangan siber. Jika perusahaan Anda belum memilikinya, jangan khawatir. Segera konsultasikan secara gratis dengan tim Cloudmatika untuk mendapatkan informasi tentang Cyber ​​Protection. Cloudmatika Cyberprotection merupakan layanan yang berfokus pada perlindungan ransomware.

Hubungi kami sekarang juga di sini atau bisa juga menghubungi WhatsApp kami untuk berkonsultasi dengan tim profesional Cloudmatika. Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda hanya bersama Cloudmatika.

cloudmatika cyberprotection

Whatsapp Chat Chat Kami Disini