30 Mei

Pemilihan Data Center yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Dalam mengelola sistem IT perusahaan, ada hal sangat penting yang harus dipertimbangkan, yakni pemilihan data center (pusat data). Pemilihan data center merupakan bagian penting untuk bisnis perusahaan Anda, apalagi bisnis yang bergerak dalam  bidang e-commerce. Data Center yang merupakan lokasi penyimpanan sever dan data yang berkaitan dengan operasional dan bisnis dari sebuah perusahaan haruslah sesuai dengan standarisasi data center yang ada di Indonesia.

Dalam menentukan data center, perusahaan memiliki dua opsi yaitu membangun sebuah data center sendiri atau menyewa data center di penyedia data center yang ada di Indonesia. Namun, jika sebuah perusahaan ingin membangun sebuah data center sendiri, maka harus siap untuk mempersiapkan biaya, tenaga kerja, dan harus memenuhi standarisasi data center di Indonesia. Perusahaan yang ingin membangun data center sendiri harus memastikan ketersediaan pasokan listrik, pendingin, dan sarana lain yang memastikan sistem IT yang berada di dalam data center tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu kontinuitas operasi perusahaan.

Namun pada opsi lain, perusahaan dapat mengelola sistem IT perusahaan dengan menyewa sebuah data center kepada penyedia data center yang ada di Indonesia. Mulai dari data center TIER I, TIER II, TIER III, sampai TIER IV yang perbedaan pada umumnya ialah berkaitan dengan kelistrikan. TIER III harus mempunyai dua jalur listrik berbeda, tidak boleh melalui gardu yang sama. Sehingga, apabila terdapat satu jalur listrik yang mengalami permasalahan atau tidak menyala, masih dapat menggunakan satu jalur lainnya.

Data Center yang baik setidaknya telah dilengkapi dengan Dynamic Rotary UPS (DRUPS), sehingga suplai listrik masih tetap berjalan saat listrik putus hingga genset mengambil alih fungsi listrik. Kemungkinan adanya jeda antara putusnya listrik dengan aktifnya genset dapat ditutup dengan sistem DRUPS. Lokasi data center pun menjadi perhatian penting bagi sebuah bisnis untuk kedepannya, sehingga setiap proses transaksi dan keberlangsungan bisnis tidak terganggu.

Menyewa data center lebih efektif dari segi biaya dan masalah pencurian data pun juga terjamin. Data center menjadi penting bagi suatu perusahaan karena sangat berkaitan dengan produktivitas, pendapatan, peluang, dan kepercayaan pelanggan.

Adapun kriteria dalam pemilihan data center yang tepat untuk bisnis Anda apabila perusahaan Anda ingin melakukan sewa data center untuk sistem IT perusahaan Anda:

  1. Selalu Tersedia

    Setiap perusahaan selalu mengharapkan agar bisnisnya selalu beroperasi setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi pada perusahaan yang bergerak dalam sebuah bisnis online atau e-commerce. Untuk itu, ketersediaan data center sebagai pusat penyimpanan data maupun transaksi sangat diperlukan untuk memenuhi bisnis perusahaan agar tidak terjadi kerugian. Pilihlah data center yang telah memiliki sertifikasi baik TIER III ataupun TIER IV yang memiliki lebih dari satu jalur listrik untuk sebagai pengganti jalur utama apabila terjadi permasalahan

  2. Letak Data Center

    Hal yang perlu di pikirkan dan tidak bisa dilewatkan adalah letak data center. Data center yang baik pada umumnya haruslah memiliki kriteria seperti berada diluar jalur gempa bumi dan tsunami, tidak berada pada wilayah rawan banjir, biasanya dibangun diatas permukaan setinggi lebih dari 2 meter, jauh dari jalur penerbangan pesawat, mudah di akses, dan sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa tempat tersebut dapat dijadikan lokasi data center

  3. Keamanan

    Data center yang baik harus memiliki sistem pengamanan yang baik, mulai dari segi infrastruktur, akses karyawan, maupun akses pengunjung. Sistem pengamanan gedung biasanya menggunakan sensor biometrik mulai dari masuk lift sampai ke ruangan data center dan demikian pula pengamanan secara software dan perangkat jaringan yang ada pada data center tersebut, karena sebuah data center menyimpan banyak data dan sistem aplikasi untuk melayani jutaan orang sehingga point ini harus diperhatikan agar setiap data bisnis Anda tetap terjaga

 

Dari kriteria diatas, Anda sudah dapat menentukan data center yang tepat untuk bisnis Anda. Ada banyak penyedia data center di Indonesia terutama di Jakarta yang telah memiliki kriteria diatas.

Share this
25 Mei

SaaS: Solusi Document Management Pertama di Indonesia!

Document Management System merupakan sebuah layanan aplikasi yang digunakan untuk menyimpan maupun berbagi file serta dokumen dalam suatu perusahaan yang di kelola pada satu pusat data sehingga mempermudah user atau karyawan untuk mengelola file atau dokumen tersebut.

Cloudmatika Document Management System adalah Software as a Service (SaaS) pertama di Indonesia yang berjalan di atas platform Cloud. Dengan adanya Document Management ini, Cloudmatika berharap agar setiap perusahaan di Indonesia dapat dengan mudah dalam memberikan akses, menyimpan, maupun mengelola suatu dokumen kepada para pengguna/karyawan yang diizinkan. Document Management System (DMS) sangat bermanfaat dalam mengefektifkan dan mengefisienkan proses bisnis. Manfaat yang utama adalah pengguna dapat menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat, sehingga dapat membantu proses menjadi lebih cepat, baik dan murah.

Secara lebih spesifik lagi, DMS memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan produktivitas proses bisnis
    DMS dapat membantu penambahan produktivitas pekerja dimana pekerja dapat mengakses dan berinteraksi dengan informasi yang lebih cepat dan tepat

 

  • Meningkatnya response time proses bisnis
    Pencarian file dokumen, update dokumen, dan pendistribusian dokumen digital dapat dilakukan jauh lebih cepat dengan DMS

 

  • Menghemat total biaya dokumen dan meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan
    Terbayangkah Anda berapa banyaknya ruangan yang tersita di kantor Anda untuk tempat dokumen. Berapa jumlah kertas, filling cabinet, ruangan dan tenaga yang digunakan untuk sistem manajemen dokumen Anda sekarang. DMS dapat menghemat biaya – biaya tersebut, karena dimensi penyimpanan file digital yang jauh lebih kecil dan lebih murah daripada sistem penyimpanan file konvensional. DMS Secara dramatis menurunkan ukuran ruang penyimpanan dokumen, menggantikan gudang dokumen dengan media penyimpanan elektronis yang jauh lebih kecil seperti harddisk, disket dan CD

 

  • Menurunkan biaya tambahan
    Dengan menerapkan DMS, maka biaya-biaya overhead untuk penyimpanan dokumen konvensional seperti : kertas, foto-copy, filing cabinet, dan lain sebagainya dapat ditekan sampai dengan 0 Rupiah

 

  • Mengurangi resiko kehilangan ataupun kerusakan dokumen
    Dengan menyimpan dokumen secara digital, gangguan rayap jelas akan dinihilkan 100%. Gangguan yang lain seperti kebakaran dapat diminimalisasi dengan sistem penyimpanan yang lebih canggih daripada sekedar dokumen kertas konvensional

 

  • Document sharing dan password management
    Melalui DMS, pemakaian dokumen dapat dilakukan secara bersamaan oleh beberapa user sekaligus, serta memberikan sebuah password untuk sebuah dokumen penting perusahaan sehingga membuat sebuah dokumen lebih aman dan tidak dapat dibaca maupun diubah oleh seseorang yang tidak diizinkan
Share this
07 Mei

Cloudmatika Turut Hadir Dalam Rapat Bersama Menanggapi Rencana Perubahan PP 82/2012

Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) merupakan asosiasi bagi para pelaku dan pemerhati Cloud Computing / Komputasi Awan di Indonesia dengan keanggotaan terbuka untuk para Cloud Provider (IaaS, PaaS, SaaS), Perusahaan pengguna layanan Cloud Computing, Lembaga Pendidikan, Profesional dan Pelajar. ACCI yang sebelumnya secara resmi meminta salinan draft dari rencana perubahan PP 82/2012 kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO), kemudian membagikan kepada Cloud Provider anggota ACCI yang tertarik untuk mempelajari dan ingin memberikan tanggapan terkait rencana regulasi yang ada.

Setelah mempelajari salinan draft dari rencana perubahan PP 82/2012, kemudian ACCI melaksanakan rapat bersama pada hari Kamis, 3 Mei 2018 untuk merumuskan bersama tanggapan resmi dari ACCI. Tercatat ada 9 Cloud Provider anggota ACCI yang turut memberikan tanggapan terkait hal diatas, yaitu:

  1. CBNCloud
  2. Cloudmatika
  3. Datacomm Cloud
  4. Indonesian Cloud
  5. Lintasarta
  6. Microsoft Indonesia
  7. Telkomtelstra
  8. VibiCloud 
  9. Zettagrid Indonesia

Cloudmatika yang merupakan salah satu anggota ACCI, turut memberikan tanggapan dalam rapat bersama yang dilaksanakan tersebut, guna mendukung pemerintah dalam rencana perubahan PP 82/2012 untuk membuat perubahan yang sesuai dengan para penyedia maupun pelaku dan pemerhati Cloud Computing / Komputasi Awan di Indonesia serta untuk membuat para pengguna Cloud di Indonesia merasa aman dengan data yang dimiliki nya.

Kami memahami bahwa saat ini draft rencana perubahan PP 82/2012 ini telah berada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk dilakukan harmonisasi, dengan alasan tersebut dari hasil rapat bersama, 9 butir kesepakatan bersama ini akan disampaikan ke KEMKOMINFO dan ditembuskan ke Presiden Republik Indonesia dan beberapa kementerian terkait dengan harapan bisa menjadi masukan sebelum disahkan.

Berikut ini adalah 9 tanggapan resmi dari anggota ACCI melalui ACCI yang pada hari ini telah kami sampaikan ke pemerintah:

  1. Pasal 1
    Dalam draft Rencana Perubahan PP 82/2012 Pasal 1 angka 27 disebutkan bahwa Data Elektronik terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
    a. Data Elektronik Strategis
    b. Data Elektronik Berisiko Tinggi
    c. Data Elektronik Berisiko Rendah
    Kami berpendapat bahwa walaupun dalam hal definisi dan klasifikasi terhadap apa itu Data Elektronik Strategis sudah cukup jelas, namun Klasifikasi Data Elektronik Berisiko Tinggi dan Data Elektronik Berisiko Rendah patut untuk diperjelas agar dalam pembuatan Peraturan Teknis pada masing-masing sektor (yang terdapat pada Pasal 83L draft Rencana Perubahan PP 82/2012) memiliki kejelasan, pun bagi Pelaku Usaha memiliki Kepastian dan Kejelasan Hukum.

  2. Pasal 17, 83M, 83N
    Kami sepakat bahwa Data Elektronik Strategis wajib disimpan, diproses dan dikelola di wilayah Indonesia. Selanjutnya, kami memberikan saran untuk Data Elektronik Berisiko Tinggi juga wajib berada di wilayah Indonesia, namun dapat mempunyai duplikasi diluar wilayah Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menjamin kedaulatan atas data dan juga memudahkan penegakan hukum di Indonesia.

  3. Pasal 83K
    Pada penjelasan Pasal 83K draft Rencana Perubahan PP 82/2012 terdapat istilah “Data Warga Negara Indonesia” dan “Data Kependudukan”, kami menyarankan agar definisi atau pembedaan antara keduanya diperjelas. Apakah “Data Kependudukan” juga merupakan “Data Warga Negara Indonesia” begitupun sebaliknya.

  4. Pasal 5
    Kami mengapresiasi perubahan dalam pasal ini, untuk mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk melakukan pendaftaran, namun kami memberikan masukan supaya PSE ini juga berlaku bagi pelaku penyedia jasa Cloud Computing dan OTT asing yang melakukan kegiatan usahanya dan atau menjual jasanya di Indonesia haruslah juga memiliki Badan Usaha di Indonesia, dan juga mencatatkan transaksinya ke Badan Usaha di Indonesia tersebut. Hal Ini sangat diperlukan untuk mempermudah Pemerintah dalam hal penegakan hukum dan juga untuk memperoleh pendapatan Negara dari pembayaran pajak atas transaksi elektronik yang terjadi.

  5. Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) haruslah memiliki sistem tersendiri berkaitan dengan kesiapannya membantu Pemerintah dan atau Pihak yang berwenang di wilayah hukum Indonesia apabila suatu saat ada kepentingan dalam hal penegakkan hukum.

  6. Kepentingan setiap entitas yang ada dalam lingkup wilayah Hukum Indonesia haruslah dilindungi berdasarkan pada Pasal 26 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bahwa penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami memberikan masukan bahwa Pemerintah haruslah mewajibkan setiap PSE mencantumkan informasi berkaitan penyimpanan, penggunaan dan lalu lintas data pribadi sebagai consent dan dituangkan dalam klausul ketentuan pengguna (users terms and conditions) dalam penggunaan jasa PSE.

  7. Kami juga menyarankan bahwa definisi berkaitan dengan istilah “Instansi” dan “Institusi’ dalam draft Rencana Perubahan PP 82/2012 diperjelas, dikarenakan sebagaimana juga terdapat Perundang-undangan lainnya seringkali kedua istilah ini saling tumpang tindih, sedangkan dalam kepastian hukum suatu definisi itu menjadi suatu hal yang cukup signifikan dalam implementasinya di lapangan.

  8. Industri dan bisnis Cloud Computing di Indonesia juga akan sangat bergantung pada implementasi regulasi perpajakan, walaupun ini di luar dari ruang lingkup draft Rencana Perubahan PP 82/2012. Kami memberikan saran agar penerapan pajak haruslah adil dan setara baik itu untuk pemain lokal (local provider) dengan OTT asing (global provider).

  9. Atas dasar masukan-masukan di atas, kami juga berharap bahwa draft Rencana Perubahan PP 82/2012 ini dimatangkan terlebih dahulu sebelum disahkan, terutama dengan adanya masukan yang telah kami sampaikan. Kami yakin bahwa implementasi dari perubahan PP 82/2012 akan sangat berdampak signifikan terhadap perkembangan industri Cloud Computing dan Industri Digital di Indonesia.

 

Demikian 9 butir kesepakatan yang telah kami sampaikan, kami berharap butir-butir tersebut bisa menjadi perhatian sebelum disahkan. Kami sangat terbuka dan antusias apabila pemerintah dalam hal ini institusi dan atau lembaga terkait mengajak kami selaku anggota ACCI berdiskusi terkait dengan rencana perbaikan regulasi yang ada.

Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top