11 Sep

Perbedaan Hosting, VPS, dan Cloud Server/Virtual Data Center

Perkembangan zaman tak luput dari perkembangan ilmu teknologi yang ada di dunia ini. Salah satu teknologi yang saat ini terus berkembang di Indonesia yaitu teknologi Cloud Computing. Dengan teknologi ini, kita tidak lagi merasa sulit untuk mencari, menyimpan, dan mengelola data dan sistem informasi.

Banyak para pelaku bisnis di Indonesia yang sudah mulai mengembangkan bisnis nya dengan menggunakan sistem Cloud, karena lebih mudah dan lebih cepat serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Ada banyak sekali yang dapat di temukan pada sistem Cloud ini, seperti: Web Hosting, Virtual Private Server (VPS), dan Cloud Server/Virtual Data Center (Dedicated Server)

Namun, tahukan Anda perbedaan diantara ketiga nya itu? Jika tidak, Cloud Users tidak perlu khawatir, Cloudmatika akan memberikan penjelasan mengenai ketiganya. Berikut ini penjelasan dan perbedaan Web Hosting, Virtual Private Server (VPS), dan Cloud Server/Virtual Data Center.

Web Hosting merupakan tempat atau pusat untuk menampung semua file dan data yang dibutuhkan untuk membuat website agar dapat diakses melalui internet. File dan data tersebut dapat berupa gambar, script, email, database, domain, dan lainnya. Dengan webhosting, para pengembang bisnis dapat membuat Website untuk bisnis atau perusahaan mereka agar dapat dilihat dan dibaca oleh orang lain melalui internet.

Virtual Private Server bekerja layaknya Cloud Server/VDC (Dedicated Server) dan dapat dijadikan sebagai Web Hosting. Virtual Private Server merupakan virtual server yang memungkinkan pembagian sumber daya ke dalam virtual mesin pada server. Yang membedakan dengan Web Hosting yaitu Anda bebas menentukan Sistem Operasi yang ingin digunakan dan mendapatkan akses sebagai root. Di dalam VPS, Anda bebas menginstall program aplikasi apapun, dan dapat diinstall panel sebagai induk dari Web Hosting yang dapat membagi resource ke beberapa hosting.

Cloud Server/Virtual Data Center (Dedicated Server) merupakan server cloud yang sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk kebutuhan berskala besar. Anda dapat menentukan kebutuhan resource sesuai keinginan Anda, seperti RAM, CPU, Hardisk, dll. Dengan Cloud Server/VDC, Anda dapat membuat virtual mesin, container, ataupun docker dengan banyak pilihan sistem operasi.

Dengan Cloud Server/VDC, pengguna bisa menggunakan sumber daya/resource server secara leluasa karena adminstrasi server dikelola atau dimiliki oleh pemilik server. Dedicated server biasa digunakan oleh penyedia layanan hosting (VPS/Shared Hosting), application service provider atau website yang memiliki trafic tinggi dan membutuhkan resource yang tinggi.

Share this

Comments (4)

vps indonesia
September 28, 2017 Reply

Great post. I used to be checking constantly ths weblog and I am inspired!
Very useful info specially the last padt :) I care for such infvo much.
I used to be lookihg for this particular info foor a long time.

Thank you and good luck.

    naya
    Oktober 9, 2017 Reply

    Thank you and GBU!

Adi Nugroho
Januari 4, 2018 Reply

Apa perbedaan Open VZ dengan Promox gan ??

Saya masih bingung perbedaan anatara dua VPS tersebut, Mohon bimbingan ya

salam

Sharing Storage Menggunakan NFS Debian 7

    Lukman
    Januari 11, 2018 Reply

    Perbedaan nya ada pada teknologi yang digunakan dan perintah-perintah yang digunakan.
    Kalo ingin tahu lebih detail perbedaannya, silahkan cek pada link official dari keduanya
    Semoga membantu! Cheers :)

Leave a reply