05 Jan

Pertama di Indonesia Layanan Disaster Recovery as a Service Cloudmatika

Disaster Recovery Center merupakan suatu fasilitas dalam perusahaan yang berfungsi untuk mengambil alih fungsi suatu unit ketika terjadi gangguan serius yang menimpa satu atau beberapa unit kerja penting di perusahaan, seperti pusat penyimpanan dan pengolahan data. Disaster Recovery Center (DRC) bukan hal yang baru di dunia IT, bahkan Bank Indonesia telah mensyaratkan seluruh bank agar memiliki DRC contohnya adalah ketika terjadi bencana yang menimpa sejumlah perusahaan besar dunia yang bermarkas di World Trade Center tetap dapat segera kembali beroperasi dalam waktu yang cepat karena mereka telah mempersiapkan sejumlah DRC untuk mengantisipasi bencana yang tidak dikehendaki.

Secara umum DRC berfungsi untuk:

  • Meminimalisasi kerugian finansial dan non finansial dalam meghadapi bencana alam berupa fisik dan informasi data penting bagi perusahaan.

  • Meningkatkan rasa aman dalam hubungan bisnis diantara personel, supplier, investor, dan pelanggan.

DRC Cloudmatika merupakan layanan Non Capex dimana alokasi untuk pembuatan DRC tidak harus Anda masukkan kedalam budget untuk melakukan pembelian/perbaikan/penggantian segala sesuatu yang dikategorikan sebagai aset perusahaan secara akuntansi.

DRC kami berada di Jl. Pajajaran, Bogor, Jawa Barat. Sesuai dengan peraturan di Indonesia yang mengacu pada ISO 27001, bahwa lokasi DRC memiliki jarak minimum 30 km dari pusat Data Center dan berada di luar radius mitigasi bencana (Gunung Berapi, Tsunami, Banjir, dan lain-lain). Lokasi DRC kami juga tidak berada pada jalur patahan geologi, Indeks Rawan Becana Rendah di Indonesia, akses jaringan memadai dan mudah diakses.

Mengingat betapa pentingnya bisnis continuity dalam sebuat organisasi, maka kami menyediakan 3 pilihan type DRC yang sesuai dengan kondisi alokasi budget bisnis Anda, yaitu :

  • Cold DRC

Cold DRC ini menyediakan sistem yang sama seperti dilokasi data center dimana aplikasi dan data akan diupload sebelum fasilitas DRC bisa digunakan, namun proses pemindahan dari data center ke lokasi DRC akan dilakukan secara manual.

  • Warm DRC

Warm DRC akan menyediakan komputer dengan segala komponennya, aplikasi, link komunikasi, serta backup data yang paling update, dimana system tidak otomatis berpindah tetapi masih terdapat proses manual meskipun dilakukan seminimal mungkin.

  • Hot DRC

Hot DRC ini mengatur secepat mungkin operasional bisnis, sistem dengan aplikasi, link komunikasi yang sama telah dipasang dan telah tersedia di lokasi DRC. Data secara continue dibackup menggunakan koneksi langsung antara data center dan lokasi DRC, dan operasional bisnis akan berjalan pada saat itu juga tanpa harus mematikan sistem di data center lama.

Infrastruktur DRC mencakup fasilitas data center, wide area network (WAN) atau telekomunikasi, local area network (LAN), hardware, dan aplikasi. Dari tiap bagian ini kita harus menentukan strategi Disaster Recovery yang paling tepat agar dapat memberikan solusi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Saat ini kami menjadi satu-satunya Cloud Provider yang menyediakan layanan Disaster Recovery as a Service (DRaaS) di Indonesia yang mudah digunakan/user friendly dan dengan harga yang sangat kompetitif.

Share this

Comments (4)

Amalia
November 9, 2018 Reply

Terimakasih sebelumnya. dalam tulisan ini terdapat pernyataan bahwa:
".....Sesuai dengan peraturan di Indonesia bahwa lokasi DRC memiliki jarak minimum >40 km dari pusat Data Center dan berada di luar radius mitigasi bencana (Gunung Berapi, Tsunami, Banjir, dan lain-lain). Lokasi DRC kami juga tidak berada pada jalur patahan geologi, Indeks Rawan Becana Rendah di Indonesia, akses jaringan memadai dan mudah diakses."

bolehkah saya meminta peraturannya secara rinci yang menyebutkan bahwa lokasi DRC memiliki jarak minimum lebih dari 40 km ?
terimakasih.

    Lukman
    November 9, 2018 Reply

    Hello Amalia,

    Terima kasih sudah berkunjung dan melihat artikel kami.
    Untuk peraturan sesuai dengan BAPPEPPAM & LK yang telah mengatur mengenai DRC dan mengacu pada ISO 27001, yaitu berlokasi minimal 30km untuk meminimalisir bencana pada daerah yang sama:
    "Membangun Pusat Pemulihan terhadap Bencana (Disaster Recovery Center) di lokasi dengan jarak dan kondisi menurut Standar Keamanan Perusahaan (ISO 27001) yang didukung oleh pelaksanaan ujicoba perencanaan pemulihan secara berkala yang memungkinkan diaktifkannya sarana cadangan
    di lokasi pemulihan dalam toleransi waktu yang telah disepakati;
    "

    Pada link berikut, dijelaskan bahwa penempatan DRC haruslah yang meminimalisir risiko. Artinya tidak berada pada jalur patahan yang sudah di gambarkan oleh pemerintah (4.3.2)
    https://web.kominfo.go.id/sites/default/files/RPM%20PEDOMAN%20PUSAT%20DATA.pdf

    Demikian. Semoga memberikan sedikit gambaran mengenai pertanyaan yang disampaikan ^_^

drc
Januari 30, 2019 Reply

lalu jika sistemnya menggunakan cloud sperti ini brrti tidak perlu membangun infrastruktur data center kan ka?

    Lukman
    Februari 7, 2019 Reply

    iya, benar sekali.
    untuk Infrastruktur dan Data Center sudah kami sediakan. Untuk lebih detailnya, dapat melihat pada link berikut:
    https://www.cloudmatika.co.id/disaster-recovery/

Leave a reply