23 Mar

Steve Goh: Masyarakat Indonesia Sadar akan Pentingnya Backup Data, namun Masih Enggan Melakukannya

Akhir 2015 lalu, Acronis, layanan penyedia perlindungan data menunjuk Steve Goh sebagai Vice President/ GM of Sales for Asia-Pacific & Emerging Markets. Belum lama ini, Tech in Asia berkesempatan duduk dan berbincang dengan Steve, saat pria kelahiran 19 Agustus 1968 ini sedang mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan partner-partnernya di Tanah Air.

“Kami sudah ada di Indonesia sejak empat atau lima tahun lalu. Ketika saya bergabung dengan Acronis, dan melihat situasi di Indonesia, saya merasa perlu datang ke sini. Ada banyak peluang yang bisa digarap di sini,” ujar Steve.

Steve mengatakan, Acronis punya produk terbaik di bidangnya, yaitu perangkat lunak untukbackup dan recovery data berbasis cloud atau on-premise. Namun, ia merasa perlu menunjukkan komitmen dan investasinya di Indonesia, agar para partner merasa yakin dan percaya diri ketika menjual produk Acronis ke konsumen.

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin menjelaskan sedikit mengenai perbedaan antara perangkat lunak on-premise dengan cloud. Mengutip dari blog CloudKilat, on-premise dapat diibaratkan sebagai kendaraan (mobil atau motor) yang kita miliki dan bisa digunakan kapan saja. Konsekuensinya, kita perlu investasi lebih awal untuk membeli mobil tersebut. Dalam konteks server untuk backup, on-premise mengacu pada server yang kita punya dan biasanya lokasinya ada di kantor atau rumah kita.

Berbeda halnya dengan cloud, yang bisa dianalogikan seperti ketika kita menyewa mobil. Kita bisa mendapatkan manfaat yang sama seperti memiliki mobil sendiri, namun biaya yang dibutuhkan di awal kecil, karena hanya menyewa. Akan tetapi kita tetap perlu mengeluarkan biaya untuk bensin, tol, dan sebagainya. Dalam urusan server cloud, kita seolah-olah punyaserver sendiri. Namun yang membedakan adalah fisiknya tidak ada.

Nah, Acronis merupakan produsen perangkat lunak backup dan recovery data untuk dua kebutuhan tersebut—on-premise maupun cloud.

Kembali ke obrolan dengan Steve, ia mengungkapkan komitmen seperti apa yang dilakukan perusahaannya untuk pasar Indonesia. Untuk pasar luar negeri, konsumen bisa berlangganan layanan cloudAcronis menggunakan data center atau pusat data yang berada di beberapa negara, seperti Singapura, Jepang, Australia, dan Hong Kong.

Di Indonesia, Acronis melakukan pendekatan yang berbeda. Menurut Steve, pihaknya tidak akan membangun pusat data di sini. Ia mempersilakan partner-partner Acronis, yaitu para distributor atau service provider yang menjual layanan cloud ke pengguna akhir (perusahaan, UKM, dan sebagainya) untuk membuat pusat data di Indonesia.

“Bagi kami, partnership dengan pemain lokal sangat penting. Kami tidak akan menjadi pesaing partner kami di Indonesia dengan membangun pusat data di sini. Kami menyediakansoftware, maka kami akan pastikan para partner bisa melakukan backup dengan efisien menggunakan software kami,” jelas Steve.

Strategi semacam ini juga berarti para partner Acronis bisa “jualan” kepada penyedia layanan perbankan, mengingat OJK mewajibkan bank untuk menempatkan pusat datanya di dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan informasi nasabah individual Indonesia.

Steve manambahkan, backup sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. Hanya saja, banyak konsumen yang belum menyadarinya. Kebanyakan konsumen sudah punya stigma kalaubackup itu rumit, mereka pun enggan melakukannya. Ketika data mereka hilang, entah karena kerusakan komputer maupun penyebab lainnya, baru mereka menyesal kenapa tidak melakukan backup.

Saya sendiri pernah “menampung” keluh-kesah beberapa teman yang kebingungan ketika datanya lenyap. Mulai karena flash drive berisi data-data penting hilang hingga hard drive di komputernya tiba-tiba mati (seorang teman pernah menghabiskan beberapa juta rupiah untuk recover data-data pekerjaannya, itu pun tidak semuanya bisa terselamatkan).

“Tentu ceritanya akan lain jika konsumen tahu ada solusi backup yang terjangkau dan simpel,” kata Steve.

Backup dengan cloud, semudah apa?

Dalam kesempatan yang sama, saya juga sempat berbincang dengan Ted Hilbert, CEOCloudmatika, startup lokal penyedia solusi cloud backup untuk workstation (komputer) atauserver yang merupakan salah satu partner Acronis. Saya penasaran sesimpel dan semudah apa melakukan backup dengan Acronis.

Ted kemudian meminta saya untuk mengunjungi situs CloudBackup milik Cloudmatika, untuk mencoba sendiri layanan backup yang disediakan perusahaannya. Kebetulan, Cloudmatika memang menyediakan free trial selama 14 hari, agar konsumen bisa mencoba dulu sebelum memutuskan untuk berlangganan.

Sekadar informasi, biaya bulanan yang dipatok Cloudmatika mulai dari Rp400 ribu per bulan, atau Rp4,3 jutaan per tahun, untuk kapasitas backup 200 GB. Uniknya, Cloudmatika menampilkan kode promo di situsnya, sehingga konsumen bisa mendapatkan potongan harga sebesar 50 persen selamanya.

Ted tidak memberikan instruksi apa-apa, kecuali URL CloudBackup dan informasi tentangfree trial.

cloudmatika-cloudbackup-1

Setelah menemukan opsi free trial tersebut, saya langsung mengekliknya. Saya diarahkan ke halaman registrasi.

Setelah mengisi beberapa data, saya kemudian bisa login ke Control Panel akun saya.

cloudmatika-cloudbackup-3

Mata saya langsung tertuju ke toolbar Backup Service. Setelah mengekliknya, ternyata saya diminta untuk membuat New Backup Account sebelum bisa melakukan backup. Ini bisa dilakukan di toolbar Users.

cloudmatika-cloudbackup-4

Untuk membuat Backup Account, hanya diperlukan alamat e-mail sebagai nama pengguna dan kata sandi. Kita bisa memasukkan foto profil jika mau.

cloudmatika-cloudbackup-5

Setelah Backup Account telah dibuat, mengekliknya membawa saya ke tampilan ini. Masih ada satu langkah lagi yang perlu dilakukan, yaitu saya diminta memilih opsi Add Machine, yaitu komputer yang datanya ingin di-backup.

cloudmatika-cloudbackup-6

Setelah itu, saya harus mengunduh perangkat lunak “agen,” sesuai jenis komputer yang saya gunakan. Karena saya menggunakan Mac, saya pun memilih Agent for Mac.

Setelah aplikasi tersebut terunduh dan terpasang, saya kembali diminta melakukan logindengan detail Backup Account. Setelah proses yang lumayan panjang ini, barulah saya bisa melakukan backup.

cloudmatika-cloudbackup-7

Pengaturan backup—seperti enkripsi, hari dan jam backup dilakukan, durasi data tersimpan, dan sebagainya—ternyata seluruhnya dilakukan melalui Control Panel Cloudmatika. Kita tidak perlu berurusan dengan agen tadi, karena aplikasi itu bekerja di latar belakang.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan backup tergantung kecepatan internet kita. Nantinya, proses backup akan berjalan otomatis pada hari dan jam yang telah kita tentukan. Proses setup awalnya agak panjang, namun setelah itu memang kita bisa “melupakannya.”

Mengenai proses recovery atau pemulihan data dari cloud, jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang mengakibatkan sebagian atau seluruh data hilang, Ted memaparkan ada dua cara. Pertama, pengguna bisa mengunduhnya lewat Control Panel. Kedua, jika situasi tidak memungkinkan, pihak Cloudmatika dapat menyalin backup ke hard drive eksternal, kemudian mengantarkannya ke pelanggan.

Sumber : https://id.techinasia.com/acronis-masyarakat-indonesia-enggan-backup


Share this
23 Mar

Cloudmatika Meluncurkan BaaS di Indonesia dengan dukungan Acronis Backup Cloud

Cloudmatika Meluncurkan BaaS di Indonesia dengan dukungan Acronis Backup Cloud

Jakarta, 25 November 2015 — Acronis®, pemimpin global di bidang perlindungan data generasi baru, hari ini mengumumkan ketersediaan Acronis Backup Cloud di Indonesia melalui kemitraan baru dengan Cloudmatika, penyedia layanan komputasi awan yang didukung oleh perusahaan Jepang untuk UKM, perusahaan, dan organisasi pemerintah.

Layanan ini disediakan dari dua pusat data yang terpisah secara geografis di Jakarta Pusat, untuk memastikan ketersediaan dan keamanan semua data pelanggan yang tersimpan di dalam jaringan Cloudmatika secara maksimal. Pelanggan Acronis Backup Cloud menjalin koneksi secara langsung dengan pusat data, dan tidak ada data yang ditransfer keluar dari negara ini. Filosofi perusahaan adalah untuk menghadirkan solusi komputasi awan terbaik dari seluruh dunia dan mengelola serta meng-hosting-nya secara penuh di Indonesia, untuk pasar negara Indonesia.

“Setelah penerapan Acronis Backup Cloud yang sukses di Jepang, kelompok perusahaan kami mencatat angka pertumbuhan penjualan yang pesat dan peningkatan pada tingkat kepuasan pelanggan. Menjadi jelas bagi kami bahwa kami perlu meningkatkan kesuksesan tersebut lebih lanjut dengan meluncurkan layanan awan (cloud) Acronis di Indonesia juga. Meskipun target pelanggan utama kami adalah UKM, kami sudah mendapat banyak perhatian dan permintaan dari para pelanggan Perusahaan dan Pemerintah di masa pra-peluncuran layanan ini. Ada permintaan yang tinggi terhadap layanan kami dan kami sangat gembira bisa menawarkan Pencadangan sebagai Layanan (Backup-as-a-Service) dalam kemitraan kami bersama dengan Acronis,” ungkat Ted Hilbert, CEO dari Cloudmatika.

Menurut penelitian Wawasan Awan UKM yang dirilis oleh Odin pada awal tahun ini, pasar layanan awan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia diperkirakan meningkat pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 30 persen dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, dari Rp. 15 Triliun (USD 1,2 Miliar) pada tahun 2015 hingga Rp. 33 Triliun (USD 2,7 Miliar) pada tahun 2018. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh para UKM yang memindahkan fungsi usahanya ke awan, dengan didorong oleh ketersediaan alat bantu dan solusi yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan seperti Cloudmatika.

Acronis berkomitmen untuk mendukung para penyedia layanan dalam menawarkan solusi perlindungan data secara lengkap, yang mencakup pencadangan, pemulihan bencana, dan sinkronisasi serta pembagian berkas. Acronis percaya bahwa perlindungan data secara menyeluruh tidak hanya membutuhkan keamanan data yang paling canggih, tetapi juga keamanan data untuk melindungi perusahaan dari ancaman luar, dan privasi data untuk memastikan bahwa mereka tetap bisa mengendalikan data mereka setiap saat –dalam perjalanan, pada perangkat mobile dan di awan. Untuk mencapai hal ini, Acronis memanfaatkan arsitektur yang sangat fleksibel dan terbuka yang mendukung integrasi secara mudah dengan solusi pihak ke-3 terkemuka lainnya, standar enkripsi global terbaru, termasuk AES256, dan pencarian yang bersifat pribadi dan aman.

Acronis Backup Cloud dirancang untuk memenuhi kebutuhan beban kerja dan sumber data secara luas yang dikelola oleh para penyedia layanan dan pengguna akhir dewasa ini, termasuk Windows®, Mac®, Linux, Hyper-V, VMware®, RHEV, XEN, KVM, Oracle® VM, Microsoft Exchange®, dan SQL, serta XEN®, KVM, Linux®, Virtuozzo, Docker®, Open-Xchange, dan MySQL®.

“Solusi perlindungan data Acronis dirancang untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan privasi data, serta membuatnya terlihat sederhana bagi para penyedia layanan dan distributor agar bisa dijual sebagai layanan baru untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ungkap Rudy Rangkuti, Acronis Country Manager di Indonesia. “Kami bertujuan untuk menjadi yang terbaik dalam hal keamanan untuk perlindungan data awan, dan kemitraan dengan para pemimpin di bidang industri setempat mendukung tujuan kami ini.”

Tentang Cloudmatika:

Cloudmatika merupakan merek terdaftar dari PT Awan Solusi Informatika, sebuah perusahaan Indonesia yang berbasis di Jakarta dan dimiliki oleh Iska Group of Companies. Layanan Komputasi Awan yang disediakan oleh Cloudmatika merupakan kerjasama teknologi dengan Tsuakeru Group dari Jepang. Filosofi Cloudmatika adalah untuk menghadirkan solusi Komputasi Awan terbaik dari seluruh dunia dan mengelola serta meng-hosting-nya secara penuh di Indonesia, untuk pasar negara Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://cloudbackup.co.id/

Sumber : http://www.acronis.com/en-sg/pr/2015/11/25-07-31.html

Share this

Copyright © 2019 Cloudmatika. A Division of PT. Awan Solusi Informatika. All rights reserved.

MEMBER OF
Top